15

311 59 50
                                        


Chanyeol mencuri waktu untuk meninggalkan Jennie yang masih terlelap, saat satu sambungan telepon dari pengacara pribadinya masuk di pagi buta.
Chanyeol langsung bersiap mengemudikan mobil pribadinya yang khusus ia gunakan untuk bersama Jennie tanpa merasakan firasat buruk apapun. Namun, jika itu telepon dari pengacara pribadinya tentu hal itu bukanlah masalah sepele. Apalagi Chanyeol juga sudah muncul dibeberapa media mengenai kasus kecelakaan seohyun di lokasi syuting, dan ia juga tengah mengurus perceraiannya.

"Tuan, sepertinya berkas perceraian anda tidak bisa diserahkan ke pengadilan... mengingat, belakangan ini anda muncul ke publik, dan anda pun tampak memiliki hubungan harmonis dengan isteri anda. Pak presiden juga akan mencalonkan kembali dirinya di periode mendatang, jika perceraian anda muncul, maka hal itu tidak akan bagus"

Chanyeol mengacak rambutnya hingga menjadi kusut, "aku sudah menduga ini. kau sudah bicara dengan pengacara agensi seohyun?"

"ada kabar lain, yang sepertinya Tuan sendiri yang harus berbicara langsung pada isteri anda"

Chanyeol menarik napasnya dalam-dalam, kabar apa yang akan datang dan nampaknya sangat penting sehingga pengacaranya sendiri pun tak mau memberitahukannya secara langsung.

seohyun menyambut suaminya dengan dandanan yang cantik meski kakinya masih terluka dan belum bisa ia gunakan untuk berjalan normal, namun tampak sekali bahwa wanita itu sudah mempersiapkan semua rencananya dengan matang dan mengharapkan hasil yang mulus tanpa hambatan apapun. Entah apa rencana Seohyun kali ini, setelah ia berhasil menikah dan mendominasi suaminya, Seohyun tentu tak mau kehilangan Chanyeol dengan mudah begitu saja.

ketika Chanyeol membuka pintu kamar, tiba tiba saja sebuah kamera ponsel langsung merekamnya, wajah Chanyeol terperangah dan amat terkejut, di dalam kamar sudah ada beberapa orang yang menemani Seohyun dua diantaranya adalah manager dan asisten sementara 5 oranglainnya tak Chanyeol kenali. kamar tidur yang biasanya mereka hanya gunakan berdua kini dipenuhi oleh peralatan syuting serta dekorasi balon dan bunga memenuhi setiap sudutnya.

Chanyeol hendak marah, namun seohyun langsung merangkulnya sembari memegang tongkat kamera ponsel dan mengarahkannya pada wajah mereka berdua.
"hai semuanya, akhirnya... suamiku tercinta sudah pulang, sayang ada pengumuman penting untukmu... ini adalah pembukaan channel youtubeku untuk penggemar...dan...."

Chanyeol harus menyembunyikan rasa jengkelnya, sehingga ia hanya bisa menatap datar kearah seohyun yang sudah begitu excited dan bahagia. Chanyeol tak menanggapi sepatah katapun ocehannya.

"aku sedang mengandung buah hati kita"

.
.
.

Kedua tangan Jennie gemetar, napasnya terasa begitu sesak sampai ke kerongkongan dan keringat dingin membanjiri wajahnya. sebuah benda mungil yang semula ia simpan bermenit menit diatas wastafel pada akhirnya Jennie ambil dengan amat sangat gugup.
Jennie membalik benda itu dengan keberanian penuh, dan....

tubuh Jennie melorot ke lantai, ia begitu lemas saat mengetahui kenyataan menakutkan itu. Tespek dengan dua garis merah membuat Jennie tak bisa berkat-kata. Jennie langsung bersembunyi sembari memeluk kedua lututnya dengan perasaan begitu takut.

.
.
.

"sialan, kim jaejoong brengsek!" Seohyun mengumpati Jaejoong yang belum lama ini dikenalnya, ditengah aktivitasnya sebagai seorang idol, seohyun yang populer di kalangan priapun dikenalkan oleh kawannya pada Jaejoong dan mereka melakukan one night stand, namun sialnya ia malah hamil dan Jaejoong memberinya sejumlah uang untuk melakukan aborsi.

untung saja Jaejoong kaya raya, sehingga Seohyun masih mendapatkan keuntungan dari cinta satu malamnya itu. Dan, Seohyun memilih Selandia Baru sebagai negara untuk menyingkirkan kehamilannya agar tidak terendus media.

ThirdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang