Dua Belas

424 36 3
                                        

Shinichi berulang kali mengetuk-ketuk sepatu yang dikenakannya ke lantai, kedua tangan yang terlipat di depan dada, dan ekspresi kesal yang tidak bersahabat. 

bahkan professor Agassa yang hendak memanggil dan menegur untuk lebih memperhatikan sikap terutama ekspresinya, diabaikan kesekian kali dan dibalas dengan tatapan tajam.

Professor Agassa tidak bisa berbuat banyak, kedua pundaknya menurun. satupun saran darinya sama sekali tidak didengarkan oleh Shinichi.

"Professor Agassa mencemaskanmu  tau," Haibara mengingatkan, meski masih ada nada meledek dalam kalimatnya, 

tiga puluh detik acara dinyatakan selesai dengan tirai yang diturunkan secara terburu-buru, Shinichi langsung meloncat dan melarikan diri ke belakang panggung dengan ponsel yang terus menghubungi ambulan.

"Dia baik-baik saja," Ran kembali datang setelah berbicara dengan dokter yang bertugas menangani Kaito, "mungkin butuh sedikit waktu, tapi racun di dalam tubuhnya sudah dinetralisir,"

Shinichi mengangguk samar, meski begitu ia masih memikirkan kemungkinan terburuknya.

Ran tersenyum kecil, dalam benaknya terus bertanya-tanya. bagaimana Shinichi yang saat ini dikenal sebagai Conan bisa mengenal Kaito dan terlihat, mengenal sangat baik.

Seingatnya, Kaito merupakan artis papan atas meski masih melakukan konfirmasi istirahat dari dunia maya. meski ada beberapa berita yang sudah melakukan konfirmasi mengenai kembali sang bintang besar.

Tapi, tetap mengherankan. karna Shinichi versi Conan yang dilihatnya bisa mengenal Kaito dengan baik.

Haibara menyikut Shinichi gemas, kedua maniknya memberi isyarat jika Ran sejak tadi memperhatikan dengan pandangan ragu.

"A-.. ah.. syukurlah jika Kaito-nii baik-baik saja," Shinichi berhasil menarik kesadarannya kembali kini. 

Ran kian menatapnya curiga, bagaimanapun hal ini mengingatkannya dengan Shinichi yang memiliki tempramen buruk setiap kali bertemu dengan Kaito setiap di sekolah. meski begitu, keduanya justru semakin dekat.

Shinichi sendiri tertawa canggung, sambil mengalihkan pandangannya. dalam hatinya terus berharap, jika Ran kembali mempercayai perkatannya.

"Hora!" Shinichi berkata tiba-tiba, "Kaito-nii artis yang sedang diperhatikan banyak orang bukan? jika tiba-tiba saja ada berita buruk yang menyeret kelompok operanya, pasti banyak yang dirugikan. kita juga akan diminta konfirmasi dan ditanyai lebih lama oleh wartawan dan detektif,"

Ran berpikir lebih lama kini, lalu akhirnya tersenyum dan mengangguk mengerti, "kau benar, masalahnya pasti lebih besar jika seorang seperti Kuroba Kaito tidak ditangani lebih cepat,"

Shinichi menghela napas lega, 

"Kalau begitu, aku keluar dulu dan berbicara dengan Sonoko-chan. dia pasti masih terkejut karna idolanya tiba-tiba masuk rumah sakit dari acara yang di selenggarakannya,"

Shinichi mengangguk mengerti, "baik, Ran nee-san," kedua maniknya memandang Ran yang berbalik dan meninggalkan ruangan, lalu menutup pintu dengan rapat.

"Syukurlah.." katanya pelan, bagaimanapun. ia masih tidak ingin Ran mengetahui identitas aslinya, terlalu berbahay untuk menyeret Ran masuk ke dalamnya.

Jika saja Kaito tidak mengetahui identitasnya dengan cepat, ia ingin menghindari pria itu sebisa mungkin.

"Pintar sekali, kau berbohong" Haibara mentertawakan dirinya dari belakang, "dia pasti bisa menebak karna sikapmu yang berlebihan, aku sudah mengatakan sejak awal untuk menjaga sikapmu bukan?"

"Professor Agassa juga sudah mengingatkanmu," "bagaimanapun, dia sudah mengetahui hubungan Kaito Kuroba dan Shinichi Kudo bukan?"

Shinichi mengela napas pelan, tidak lagi membalas. sampai suara erangan yang dikeluarkan berhasil menarik perhatiannya, Shinichi bergerak cepat untuk mendekati satu-satunya ranjang pasien yang ada di kamar.

MoonlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang