SembilanBelas

442 32 10
                                        

Shinichi menghela napas, kedua maniknya fokus dengan luka goresan yang didapat Kaito untuk menghindari peluru.

meski lukanya tidak seburuk seperti sebelumnya, dimana Kaito harus berakhir di rumah sakit. Shinichi tetap menyesali hal-hal kecil yang memiliki kemungkinan untuk menghindari luka yang di dapat Kaito.

terlebih lagi, saat ini ia terpisah dengan yang lainnya. 

Shinichi menebak, professor Agassa dan yang lain. sudah pasti mencarinya, Shinichi mengakui ia cukup tertolong sejak Haibara mengetahui rahasia kecil miliknya. Haibara mungkin akan menyampaikan jika dirinya saat ini aman dan tidak seorang diri.

"Aw.. kau benar-benar kasar, Shin... kenapa mengikat perbannya dengan kuat?" Kaito menatap memohon, berbeda dengan Shinichi yang sudah memandang datar kearahnya.

"Ahaha... bagaimana jika kita membicarakan ulang lagi mengenai sikapmu yang barusan?" Shinichi membalas, tatapannya berhasil membuat Kaito buang mata, enggan membalas tatapannya. "kalau begitu, jangan berkomentar hal-hal kecil untuk yang seperti ini!"

Shinichi tidak lagi bertanya, ia sendiri tau jawabannya. 

Kaito berulang kali menyatakan rasa suka padanya, dimasa mereka masih berada di bangku SMA. Kaito yang jahil, akan berulang kali menciumnya sekalipun berada di tempat umum, dengan kata-kata manis sebagai bentuk ungkapan cinta.

Meski mengingatnya Shinichi merasa malu, tapi ia tidak menyangkal. jika jantungnya terus berdeba kencang dan wajahnya selalu memanas setiap kali Kaito mendekatkan wajahnya- baik yang sekarang ataupun di masa lalu.

"Shin," 

Shinichi tekejut, bahkan tubuhnya merinding dan hampir saja melompat saat sentuhan mengenai pundak kanannya, 

"Bisa tidak, memanggil dengan cara yang normal?" kedua maniknya memandang kearah Kaito kesal, 

"huh..?" Kaito terlihat bingung, kedua maniknya memperhatikan setiap ekspresi dan sikap Shinichi saat ini, "aku sudah memanggilmu sejak tadi, bahkan saat aku menjelaskan jalan-jalan yang bisa kita lalui untuk keluar dari sini,"

tanggapan Shinichi yang terdiam beberapa saat, berhasil menarik perhatian Kaito yang kini tengah memperhatikannya. 

sampai garis bibirnya kembali terangkat, dan tatapan milik bingungnya berubah menjadi tertarik, "memikirkanku?"

tepat setelah pertanyaan yang ia utarakan berhasil terdengar jelas oleh Shinichi, 

Kaito kembali mengeluh dari lukanya yang ditekan kuat, "maaf! itu sakit!" "Shin!! maafkan aku!" 

Shinichi melepaskannya akhirnya setelah Kaito heboh sendiri dan berulang kali mengucapkan maaf, 

"Aku tidak janji untuk tidak mengulangnya,"

Shinichi sontak kembali membalasnya dengan tatapan kesal, dan bersiap dengan tendangan miliknya untuk  kembali menyerang-

"Nii-chan?"

kedua bola mata biru Kaito membulat, pupilnya melebar kala mendengra suara yang memanggilnya. 

"Nii-chan... sensei terluka..."

Kaito berbalik dengan gerakan perlahan, sekelompok murid Tk berseragam yang dilihatnya di pintu masuk, kini tengah memandangnya dengan pandangan cemas.

sebagian menatap kearah Kaito dengan pandangan takut, sebagian lagi mengerubungi sang guru yang terluka di bagian sudut kepala.

"Kai!" Shinichi memanggil saat melihat Kaito yang mendekat kearah sang guru tanpa berpikir kemungkinan yang lain, "Kai!" Shinihci menghela napas kesal, kedua kakinya kini mengikuti kemana Kaito pergi.

MoonlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang