20

24 6 1
                                        

Masih di tempat pertemuan Nayeon dengan teman-temannya. Mereka semakin larut dalam sebuah obrolan. Di samping itu tanpa disadari seseorang  datang tanpa diundang.

Tuk

Tuk

Tuk

Suara sepatu mengiringi jalan orang tersebut.

Ting

"Maaf cafe kami sudah tutup" kata Jihyo memberitahu setelah mendengar lonceng di atas pintu berdenting.

Pandangan semua orang tertuju pada seseorang yang baru masuk itu. Mereka mengenalnya. Bahkan orang yang sudah kehilangan kesadaran pun masih bisa mengenalinya.

"Oh- untuk apa dia kesini? Apa ada yang mengundangnya?" tanya Jeongyeon bergumam ditengah-tengah teman-temannya.

Nayeon mengerutkan dahi.

"Apa ada yang mengenalnya secara pribadi?" gumam Sana.

Kriett

Suara derit kursi yang bergeser ketika Jungkook memutuskan untuk bangkit berdiri dari kursi yang didudukinya.

Semua orang semakin bertanya-tanya ketika Jungkook memilih mendekati orang itu. Tak terkecuali Nayeon.

'Apa ini?'

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di hatinya. Dalam sekejab dia dibuat bingung dengan apa yang terjadi di tempat pertemuan itu.

🌵

Keesokan harinya.

Pukul setengah delapan Jungkook sudah berada di rumah Nayeon. Dia berniat menemui kekasihnya. Namun sudah beberapa kali dia membunyikan bel tetap saja tak ada satu orang pun yang keluar dari rumah untuk membukakan pintu.

Setidaknya pembantu di rumah itu.

Jungkook masih mencoba untuk menunggu tapi tetap saja tak ada tanda-tanda pergerakan dari dalam sana.

"Mobil Nayeon sudah tidak ada" gumam Jungkook setelah melihat ke dalam halaman rumah melalui celah gerbang.

Nayeon akan pergi ke Busan menggunakan pesawat. Jadi kalau mobilnya tak ada di rumah, ada kemungkinan perempuan itu sudah pergi bekerja.

"Nayeon kan akan pergi ke Busan di sore hari. Mungkin sekarang dia sudah pergi bekerja?" Jungkook bermonolog dan membalik tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu.

Dia berniat pergi dan menyusul Nayeon ke tempat perempuan itu bekerja. Namun tiba-tiba terdengar suara besi berdenting dan pintu gerbang pun dibuka.

Jungkook menoleh ke belakang.

"Oh, kau datang?"

Jungkook tak merasa senang karena ternyata yang membuka pintu adalah Jieun, kakak Nayeon.

"Kau ingin bertemu Nayeon? Tapi bagaimana ini dia sudah pergi"

"Apa sebelum kesini kau tak memberitahu Nayeon terlebih dulu? Kau tak mengatakan akan ke sini untuk menemuinya?" lanjut Jieun bertanya dengan nada seperti orang yang sedang mengejek.

"Kalau begitu aku permisi" Jungkook memutuskan untuk langsung pergi, tapi lontaran kalimat Jieun yang selanjutnya kembali menahan langkah kakinya.

"Kalian sedang bertengkar?" pertanyaan itu membuat Jungkook tak bergerak.

"Apa yang terjadi? Semalam aku khawatir saat melihat Nayeon pulang dengan keadaan kacau, dengan suasana hati yang buruk. Tadi pagi matanya juga terlihat sembab" Jieun melanjutkan.

Ot[her] | About herTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang