>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<
Seorang gadis terlihat sedang berjalan di dalam suatu club untuk menuju sebuah kamar.
Kamar 207, gadis itu masuk dan langsung memeluk laki-laki yang terlihat berdiri membelakangi nya.
"Ada apa kau memanggil ku" Tanya pria itu ia masih diam tak bergeming saat merasakan pelukan dari seseorang yang berada di belakang nya.
"Aku merindukan mu" Ucap gadis itu dengan suara mendayu.
"Hm tapi aku yakin kau menemui ku bukan hanya untuk itu kan" Ucap laki-laki itu berbalik menatap kearah.
"Clara?" Ya perempuan itu adalah Clara dan laki-laki yang di peluk oleh Clara adalah?
"Kau sangat mengenal ku" Kekeh Clara dengan mengelus dada pria sensual.
Laki-laki itu berbalik dan segera memeluk pinggang Clara lembut ia terlihat memajukan kepalanya untuk mencium Clara namun Clara menahan dadanya.
"Jangan terburu-buru babe" Ucap Clara dengan mengecup bibir pria itu sebentar.
"Jadi" Ucap pria dengan mengelus pinggang Clara dengan lembut ia yakin jika Clara menginginkan sesuatu darinya.
"Nghm aku mau kamu secepatnya singkirin vano" Ucap Clara dengan sedikit melengguh akibat elusan di pinggangnya.
"Tentu tapi itu tidak gratis" Ucap pria dengan senyum nya.
"Tentu aku akan melayani mu sampai kau puas mister" Jawab Clara ia mengelus tonjolan di balik celana pria itu menghasilkan geraman halus dari lawan mainnya.
"Stt aku tidak menyangka kau sejalang ini Clara" Desis pria itu saat merasakan remasan halus di penisnya.
"Dan aku tidak menyangka jika ternyata kau adalah penghianat babe" Ucap Clara. Laki-laki itu membalas ucapan Clara dengan senyum smirk nya.
"Tentu nyawa di balas dengan nyawa" Ucap pria itu dingin dengan tatapan mata yang menyiratkan kebencian untuk vano.
"Tentu dan aku akan membantu mu" Ucap Clara dengan senyum licik menatap kearah pria itu.
'Bodoh mau saja gue perdaya,setelah vano mati maka lo gue pastiin bakal nyusul dia ke dalam neraka' batin Clara licik.
>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<>.<
"Vano ada apa" Tanya jihoon karena vano saat ini terlihat mengumpulkan jihoon dan arga di parkiran sekolah karena mereka baru saja pulang. Di mana kai dan Jimmy? Mereka tidak bisa ikut karena ada urusan.
"Dimana kai dan Jimmy?" Tanya vano tidak menjawab pertanyaan dari jihoon.
"Entah mereka tidak masuk kelas hari ini" Jawab jihoon ia sekelas dengan kai sedangkan Jimmy sekelas dengan arga.
"Baiklah itu tidak penting gue ingin malam ini kalian berkumpul di markas ada yang ingin gue bicarain" Minta vano.
"Tentu, apa ini ada hubungannya dengan nenek lampir itu" Tanya jihoon.
"Hm gue mau masalah ini cepat selesai. Gue gak mau dia mengganggu hubungan gue lagi dengan noval" Jawab vano. Memikirkan jika masalahnya bertambah vano berfikir untuk sesegera mungkin menyingkirkan Clara karena masalah terbesar vano saat ini hanyalah Clara.
"Jangan lupa kasih tau kai, jangan sampai dia gak datang" Ucap vano yang di angguki oleh mereka.
"Ayo pergi baby" Ajak noval yang baru tiba di sana ia tadi ada sedikit urusan jadi sedikit terlambat datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomanceCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)