"Saya tanya sekali lagi, apa ini semua benar Clara" Ucapan mahendra menggema di dalam ruangan yang sunyi penuh ketegangan itu.
Clara diam menunduk, namun ia sudah mengepalkan tangan nya kuat. Dan tak lama akhirnya ia mendongak menatap tepat kearah mata mahendra.
"Anda tidak buta kan tuan mahendra" Tanya Clara dengan menatap mahendra tersenyum remeh.
Mahendra diam dengan lengan yang terkepal erat serta rahang yang mengeras begitu pun dengan dalvin dan davin.
"Anda pasti sudah melihat dan mendengar dengan jelas bukti yang anak bungsu? Kalian ini perlihatkan" Ucap Clara.
"Ah tidak-tidak, bukankah aku adalah anak bungsu kalian hu?" Lanjut Clara dengan senyum mengejek.
"Kau!! Jalang tidak tau malu!!" Teriak dalvin berjalan menghampiri Clara, lengan nya terangkat untuk menampar Clara hingga akhirnya lagi-lagi Clara merasakan tamparan keras di pipinya.
"Hahahaha!!! Aku tak tau malu??" Tawa Clara menggema hingga membuat semua orang menatapnya bingung.
"KALIAN!! BRENGSEK, KALIAN YANG TIDAK TAU MALU!! KALIAN HIDUP DENGAN BAHAGIA SEDANGKAN AKU HARUS MENANGGUNG BEBAN KU SENDIRIAN TANPA SATUPUN KELUARGA, ITU SEMUA KARENA KALIAN!! KARENA DEVANO!! KARENA MAHENDRA!!!!" Teriak Clara dengan menggebu-gebu, lagi-lagi semua orang diam tidak mengerti.
"Apa maksud mu" Tanya davin dengan kebingungan.
Clara terkekeh sumbang dengan mata berair ia menatap kearah vano, dan berganti kearah mahendra. Lengan nya terangkat menunjuk tepat ke wajah mahendra yang terlihat menatap nya bingung.
"Anda, untuk anda tuan mahendra. Apa kau ingat dengan Tiara hu?" Tanya Clara.
Mahendra tak dapat menyembunyikan wajah terkejut nya, ingatannya menerawang ke masa lalu nya kembali.
"Anda ingin sekarang tuan mahendra?" Ucap Clara ia berjalan maju ke hadapan mahendra yang mematung dan menatapnya dengan tatapan kosong.
"Anda ingin, seseorang yang sudah mengisi hari-hari anda beberapa tahun lalu. Di saat istri anda tidak dapat membuat anda merasa nyaman lagi, anda beralih kepada mommy saya" Ucap Clara yang membuat mahendra menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Begitupun dengan yang lainnya, mereka menatap syok kearah mahendra. Terlebih cakra, dalvin dan davin yang benar-benar tampak terkejut dengan fakta yang baru saja mereka ketahui.
"Jadi daddy dulu selingkuh dari mommy" Gumam davin, sedangkan dalvin dan cakra sudah terlihat menahan emosinya yang semakin meledak-ledak.
"Kau, kau anak Tiara" Tanya mahendra pelan.
"Ya aku anak Tiara. Dan seharusnya aku juga anak mu kan tuan mahendra? Tapi, kau membuang ku!! Kau meninggalkan mommy saat mommy mengandung ku" Air mata Clara semakin mengalir setiap kali ia mengatakan itu.
Dengan kasar Clara mengusap air matanya, dan kembali menatap mahendra nyalang.
"Apa maksud mu Clara, aku tidak pernah melakukan itu" Ucap mahendra penuh kebingungan. Ia berfikir bagaimana mungkin Tiara hamil anaknya sedangkan ia dan Tiara tidak pernah melakukan sex.
Sedangkan kelvin yang menatap kejadian tadi langsung di buat khawatir. Bagaimana jika Clara buka mulut tentang nya, pikir kelvin kalut. Namun matanya bergulir kearah vano yang terlihat diam menikmati tontonan di depannya.
'Akan sangat sayang jika ini terkuak begitu saja, perjuangan ku akan sia-sia. Setidaknya kalian juga harus merasakan penyesalan dan kehilangan' batin kelvin. Lengannya terlihat menekan sesuatu yang tersembunyi di telinga nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomanceCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)