Vano memasuki kelasnya dengan wajah super dingin nya, menandakan jika ia tidak ingin di ganggu. Senggol bacok.
Semua murid terlihat tidak berani mendekati apa lagi mengganggu vano yang sepertinya sedang dalam mood yang kurang baik.
"Vano!! Maafin gue, ya??" Minta Alex dengan puppy eyes nya yang membuat murid-murid yang ada di dalam kelas menahan jijik melihat mukanya.
Vano hanya diam. Ia sebenarnya bukan marah dengan Alex ia hanya sedang kesal. Namun yang saat ini ia pikirkan adalah mengungkap kejahatan-kejahatan Clara di pesta ulang tahun nya nanti.
"Gak usah maafin van, kalo perlu gak usah undang aja dia ke pesta lo nanti" Ucap al memanas-manasi yang mendapat delikan dari Alex.
Plak...
"Diem lo botol yakult" Ucap Alex, dengan memberikan kepala al geplakan sayang.
"Wah lo ngebully gue ha!!! Denger ya sendok nyam nyam, gue itu gak pendek lo aja yang ketinggian" Marah al tidak terima enak saja ia di katakan botol yakult.
"Lah dari pada lo pendek" Ejek Alex yang semakin menyulut api amarah al.
"Lo!!!" Teriak al kesal ia mendekati Alex untuk memukuli anak itu hingga mampuss tapi Alex Sudah terlebih dahulu berlari menghindari. Jadilah aksi kejar-kejaran yang tidak dapat terhindarkan.
Vano menghela nafas sabar saat melihat Alex dan al melakukan aksi kejar-kejaran. Apakah ia tidak bisa tenang sehari saja, pikir vano.
Dengan malas vano berdiri dari duduknya, ia melangkah keluar namun al dan Alex tidak menyadari nya. Entah vano akan kemana yang pasti sepertinya ia tak akan masuk kelas dulu untuk hari ini, ia akan bolos saja.
Sambil berjalan vano membuka handphone nya dan segera membuka kontak arga.
Arga💬
Ke atap
Ok
Setelah mendapatkan balasan dari arga, vano memasukkan kembali handphone nya dan melangkahkan kakinya menuju atap sekolahnya.
Saat tiba di sana vano langsung mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang ada di sana. Tidak tau kenapa ada kursi di sana yang pasti vano tidak perduli.
"Ada apa?" Tanya arga yang baru saja datang dengan jihoon dan kai. Tidak ada Jimmy karena arga masih beranggapan jika Jimmy lah penghianat nya jadi arga tidak memberi tahu Jimmy untuk ke sana.
Vano melirik dari ekor matanya, ia menatap seseorang dengan lekat dan seringai yang terpampang apik di bibirnya.
"Setelah pesta ulang tahun gue nanti, gue ingin kalian segera menghabisi Jimmy" Ucap vano yang membuat mereka terkejut.
"Maksud lo kita akan menghabisi Jimmy setelah pesta lo usai" Tanya jihoon memastikan.
"Lo yakin, jika Jimmy pelakunya" Tanya kai, ia sedikit ragu jika Jimmy pelakunya.
"Hm itu tidak perlu di tanyakan lagi, bukan?" Ucap vano menatap kai tajam yang membuat kai menelan air ludahnya kasar.
"Gue sudah membiarkan penghianat itu berkeliaran terlalu lama, jadi sekarang adalah saat nya untuk mengakhiri kesenangan bajingan itu" Ucap vano dingin, namun tak ada yang menyadari tatapan tajam dan seringainya yang mengarah pada salah satu di antara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomansaCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)