36

13.5K 769 24
                                        

Di tempat Clara....

Setelah vano menyuruhnya pegi, Clara langsung melangkahkan kakinya. Berlari sejauh mungkin dari pandangan vano.

Terlalu lama berlari akhirnya Clara berhenti di dalam sebuah gang sempit yang tidak ada seorangpun yang berlalu lalang.

Srek..

"Siapa itu" Tanya Clara pelan. Ia tadi mendengar jika ada langkah kaki di belakangnya, namun saat ia menoleh tidak ada siapapun di sana.

Clara menoleh kesana kemari mencari sumber suara tadi namun tidak menemukan apapun jadi Clara berniat untuk kembali berjalan namun saat ia berbalik, Clara terkejut saat melihat sekitaran ada lima orang laki-laki berbadan besar di depannya.

"Wah tubuh mu ternyata bagus juga bocah" Ucap salah satu pria itu.

"Ap- apa mau kalian ha!!!" Teriak Clara penuh ketakutan, saat melihat kelima orang ini saja ia dapat menyimpulkan jika mereka berniat jahat dengannya.

"Tentu saja bermain" Jawab pria itu berjalan mendekati Clara dan di ikuti oleh yang lainnya.

"Akh lepas brengsek" Teriak Clara meronta-ronta, namun cekalan tiba-tiba yang di berikan pereman itu terlalu kuat hingga membuat Clara tak dapat melepaskan dirinya.

"Kenapa kau takut, bukankah ini memang perkerjaan mu hu? Jalang" Ucap pria yang lainnya, lalu mereka tertawa mengejek bersamaan.

"Bagaimana jika kita sex public" Tanya pereman itu dengan smirk menyeramkan.

"Tidak brengsek jangan lakukan itu" Ucap Clara, lengannya bergerak kesana kemari agar terlepas tapi itu hanya sia-sia.

"Ah seperti nya kau suka permainan yang kasar hm? Baiklah. Kalian pegangi dia dan buka bajunya sekarang" Titah pria itu yang langsung di turuti oleh mereka semua.

Dengan kasar satu pria lainnya menyentak baju Clara hingga robek, sekarang terpampang payudara Clara yang menggugah selera mereka.

"Wah wah kau apakan ini hingga sebesar ini jalang? Apa semua yang bermain dengan mu suka meremas ini" Ucap pria itu mesum.

"Tidak lepaskan aku" Teriak Clara kembali memberontak.

Pria itu yang geram karena sadari tadi Clara memberontak langsung melayangkan lengannya untuk menampar Clara.

Plak..

"Diam jalang, kenapa kau bersikap seolah menolak hu? Aku tau kau sering bermain dengan pria-pria tua di luar sana" Bentak pria itu, dengan kasar ia menarik rambut panjang Clara hingga membuat Clara mendongak.

"Baiklah jika kau mau bermain kasar aku turuti" Ucap pria itu. Dan tak lama di tempat itu hanya terdengar suara rintihan dan desahan serta geraman yang bersahutan.





Di tempat vano...


"Kenapa kalian ikut" Ucap vano saat mengetahui jika Alex dan al mengikutinya hingga ke markas nya.

Alex dan al gelagapan saat vano menegur mereka. Mereka memberikan vano cengiran lalu segera menunduk takut kena marah.

"Tid- tidak kami hanya ingin ikut" Jawab al yang di angguki oleh alex.

Vano menghela nafasnya, ia harus banyak-banyak bersabar jika berteman dengan kedua orang ini, mau marah tapi kasihan karena tampang mereka sudah seperti anak anjing minta di pungut.

"Baiklah kalian boleh masuk, tapi jangan pernah mengatakan ini kepada siapapun. Kalian tau kan akibatnya" Peringat vano yang langsung di angguki semangat oleh mereka.

antagonis licik [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang