Vano menatap malas guru yang saat ini sedang mengajar di kelas nya, rasanya ia hanya ingin pergi dari kelasnya dan segera membaringkan tubuhnya di ranjang uks yang empuk.
"Devano apa kau tidak mendengarkan penjelasan ibu" Ucap guru itu saat melihat vano yang terlihat ogah-ogahan dalam menanggapi pelajaran nya.
"Hm" Jawab vano singkat ayolah suasana hatinya sedang tidak bagus sekarang tapi guru di depannya ini malah semakin memperkeruh suasana.
"Kau!! Tidak tau sopan santun, apa orang tua mu tidak pernah mengajarkan tata krama" Bentak guru itu dengan emosi.
"Jangan kan tata krama berbicara dengan mereka saja saya tidak" Jawab vano datar, apa-apaan dengan tata krama selama ini yang mengajarinya tentu saja hanya dirinya sendiri tanpa ada peran orang tua di dalamnya.
"Sekarang keluar kelas dan lari keliling lapangan sebanyak 15 kali" Perintah guru itu kejam. Memang entah kenapa semua guru yang ada di sekolah ini tampak tak menyukai vano, padahal vano jarang membuat masalah akhir-akhir ini tidak seperti dulu lagi.
"Tidak bisa di kurang" Tanya vano menawar ia malas sekali apalagi matahari sedang terik sekarang. Dengan kondisi tubuhnya yang juga kurang sehat, karena dari semalam vano merasakan kepalanya sangat berat, dan pusing namun ia tetap menahan nya.
"Jangan menawar dan cepat lakukan hukuman mu" Ucap mutlak guru itu.
Vano berdiri dari kursinya dengan malas melangkah keluar kelas dapat vano lihat jika semua teman-teman kelasnya tersenyum mengejek kearah vano, seolah mereka mendapatkan kepuasan tersendiri saat melihat vano yang akan di hukum.
'Kelas bangsat' batin vano menatap malas teman-teman kelasnya.
"Ayo cepat berlari" Teriak guru itu, ia dengan santai menyuruh vano berlari di bawah teriknya matahari siang sedangkan ia sedang duduk nyaman di bawah pohon yang rindang serta murid-murid kelasnya yang di biarkan keluar kelas untuk mengintip vano di hukum.
Vano akhirnya berlari memaksakan kakinya melangkah dengan malas. Ia terus berlari mengabaikan kepalanya yang semakin berputar akibat teriknya matahari.
Langkah kaki vano semakin melambat. Ini baru 4 putaran namun dengan ukuran lapangan yang luas serta teriknya matahari mampu membuat vano hampir kehilangan keseimbangan namun ia masih menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Lapangan tampak semakin ramai karena bel istirahat baru saja berbunyi banyak murid-murid yang berlalu-lalang melewati lapangan untuk menuju kantin mengisi perut mereka namun ada juga yang berhenti hanya untuk melihat vano dihukum.
'Stt kepala gue kenapa muter-muter gini' batin vano, ia terlihat beberapa kali menggelengkan kepalanya mencoba untuk mengusir sakit di kepalanya namun itu tidak berhasil.
Lutut vano lemas, tubuhnya limbung ke samping, vano sudah memejamkan matanya pasrah saat berfikir ia akan terjatuh dan mencium aspal.
Setelah beberapa saat vano memejamkan matanya ia tak merasakan sakit apapun, namun ia dapat merasakan jika ada seseorang yang memeluk pinggangnya untuk menahannya agar tidak terjatuh.
'Siapa? Apa bang noval' batin vano bingung ia membuka matanya untuk memastikan apakah benar jika itu adalah noval, namun bukan noval yang ia lihat melainkan Denis yang terlihat berdiri di depannya dengan tersenyum serta lengan yang memeluk pinggang nya.
Vano buru-buru memberontak untuk melepaskan lengan Denis yang melilit pinggangnya namun saat pelukan itu terlepas vano kembali merasa akan terjatuh. Kakinya terasa lemas, dengan kepala pusing, dan pandangan berputar-putar.
"Jangan memberontak baby" Ucap Denis dengan tersenyum lengannya kembali melilit pinggang vano.
Denis semakin merasa tertarik dengan vano saat menatap wajah vano dari jarak sedekat ini. Apalagi saat lengannya merengkuh pinggang ramping vano, ahh hanya karena memegang pinggang vano saja ia sudah mampu membayangkan jika vano berada di bawahnya sambil mendesahkan namanya dengan lantang, pasti sangat sexy, pikir Denis.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomansaCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)