32

12.8K 801 27
                                        

Besok adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh vano. Hari yang akan menjadi awal mula kehancuran Clara dan penyesalan seluruh keluarga xfiers terhadap nya, dan ia pastikan penyesalan dan penderitaan itu akan bertahan lama.

"Clara, besok adalah hari kehancuran lo" Ucap vano dengan senyum smirknya.

Vano memandang satu persatu laptopnya yang menampilkan semua kejahatan Clara selama ini, ia yakin dengan semua bukti yang ia miliki akan langsung menghancurkan kehidupan manis Clara.

"Bahagia he? Lo gak akan pernah bahagia di atas penderitaan devano, jalang" Kekeh vano.

"Setelah semua ini terungkap, neraka menanti lo Clara" Ucap vano yakin.

setelah nya vano beranjak pergi dari sana, untuk menemui noval kekasihnya. Biasa orang bucin tidak bisa lama-lama jauh dari kekasihnya itu.



Di tempat lain...

"Jek aku gak mau tau, pokoknya kamu harus cari tau apa rencana vano besok untuk aku" Ucap Clara kepada jek yang saat ini memijat pelipisnya pusing.

"Ya, ya aku tau Clara, tapi vano seolah-olah tidak mau membicarakan rencananya itu dengan kami" Jawab jek, ia beberapa hari ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari tahu apa rencana vano, tapi tidak dapat.

"Aku tidak mau tau kau harus mengetahui rencana vano hari ini juga jek, jika tidak kau akan tau akibatnya" Bentak Clara.

Jek menatap Clara tajam, rahangnya mengeras saat mendapatkan bentakan dari Clara. Jek segera mendorong tubuh Clara hingga Clara tersudut di dinding dengan jek mengurungnya di antara kedua lengannya.

"Jangan lupakan posisimu di sini Clara, lo gak akan mampu bertahan sejauh ini tanpa bantuan gue" Ucap jek tajam, yang mampu membuat Clara sedikit takut.

"Ok- oke maaf kan aku jek, jangan marah hm" Bujuk Clara mencoba untuk menenangkan jek yang sedang emosi itu.

Jek menarik nafasnya dalam mencoba untuk bersabar. Ia melepaskan kukungannya terhadap Clara dan menjauh dari Clara, ia tak boleh terbawa emosi.

"Maaf kan aku, tapi aku seperti ini karena ingin segera menyingkirkan vano. Kau ingat kan kita kehilangan orang yang kita sayang itu karena kehadiran vano" Ucap Clara mencoba untuk kembali menghasut jek.

Jek diam. Ingatan-ingatannya tentang yang terjadi kepadanya beberapa tahun lalu kembali memasuki kepalanya, hari di mana ia harus kehilangan satu-satunya keluarga yang ia miliki di hidupnya.

Jek mengepalkan tangannya penuh emosi. Cara menghabisi vano, itulah yang saat ini sedang bergentayangan di otaknya.

"Kau benar, karena dia, aku kehilangan hidupku, satu-satunya alasan aku untuk bertahan di dunia ini. Karena vano"ucap jek dengan suara rendahnya, ia bersumpah akan membunuh vano dengan tangannya sendiri.

Clara diam-diam bersmirk saat melihat jek yang kembali pada misi awalnya yaitu, membunuh vano. Ia akan terus membuat jek membenci vano, hingga dendamnya terbalaskan.

"Kau benar sayang, kita harus membunuh vano dengan tangan kita sendiri" Ucap Clara. Ia memeluk jek penuh prihatin namun diam-diam ia tersenyum senang.

'Bodoh' batin Clara di dalam pelukan jek.






Kembali kepada vano....





"Sayang apa persiapan acaramu sudah selesai, atau kau butuh bantuan abang hm" Tanya noval sambil memeluk tubuh vano erat. Ia sangat suka jika tubuh mungil kekasihnya ini di dalam pelukannya, nyaman.

"Tidak perlu, vano sudah hampir selesai menyiapkan pesta besok" Jawab vano. Ia menatap noval dengan senyum manisnya yang membuat noval terpesona.

"Terus tersenyum seperti itu baby, abang menyukainya" Ucap noval. Sedangkan vano wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus saat mendengar ucapan noval.

Setelah beberapa menit berpelukan akhirnya noval melepaskan pelukannya terhadap vano dan menatap vano.

"Untuk rencana mu besok bagaimana baby" Tanya noval.

"Aku akan membongkar semuanya besok bang, akan vano pastikan besok adalah hari yang menggemparkan untuk semua orang terlebih lagi keluarga xfiers" Jawab vano dengan tersenyum smirk, namun di mata noval tetap saja cantik. Bucinnn.

"Sangat senang hm" Ucap noval ikut tersenyum saat melihat ke antusiasan kekasihnya itu.

"Tentu, vano ingin tau bagaimana reaksi keluarga xfiers saat mengetahui sifat dari anak yang mereka agung-agung kan itu ternyata tidak lebih baik dariku, hanya anak dari seorang jalang yang licik, dan bodoh" Desis vano tajam. Noval yang melihatnya segera mengelus tangan vano lembut untuk memenangkan nya.

"Tenang lah sayang, kendalikan emosi mu. Besok kau boleh melakukan apapun kepada nya, bahkan jika vano ingin membuangnya ke jurang buaya pun bang noval akan mendukung" Ucap noval dengan tersenyum.

"Ungh tidak mau, itu tidak seru" Pout vano. Ia menarik noval untuk duduk di atas ranjang dan segera duduk di atas pangkuan noval.

"Lalu kau ingat apa baby" Tanya noval lembut, lengannya mengelus-elus surai vano lembut.

"Vano ingin mengambil bola matanya dulu, terus vano juga ingin mengoleksi jantung nya. Abang tau vano sangat suka mengoleksi jantung, tapi karena vano sudah lama tidak membunuh vano jadi tidak punya koleksi baru" Rajuk vano dengan mengerucutkan bibirnya.

Noval mengangguk-anggukkan kepalanya, menyetujui ucapan vano. "Jangan lupa jari-jari nya baby, kau tau abang suka mengoleksi jari" Tambah noval, yang membuat vano berfikir.

"Sebenarnya itu ide bagus, tapi vano tidak tertarik mengoleksi jari dari nenek lampir itu. Pasti jarinya banyak keriputnya, terus bantet-bantet, vano gak like" Jawab vano yang di angguki oleh noval.

"Kau benar, kalau begitu selain jantung dan mata bagaimana jika sisanya kau berikan saja kepada peliharaan mu hm" Saran noval.

"Tidak, tidak, blueis terlalu indah untuk memaksa daging busuk Clara, lebih baik kita bakar saja, ah atau jika tidak kita potong-potong saja" Ucap vano antusias sedangkan noval hanya menurut saja.

Baiklah ayo kita tinggalkan sepasang kekasih psikopat itu, karena author sudah tidak tahan memikirkan nya.







"Apa kau sudah menyiapkan apa yang aku suruh" Ucap kelvin. Ia duduk di ruangan nya dengan membelakangi anak buahnya yang terlihat menunduk.

"Sudah tuan saya sudah menyusun strategi untuk membunuh vano besok" Jawab bawahan itu sambil menundukkan kepalanya.

"Bagus, jangan gagal. Tembak kepalanya tepat di otak bocah itu, selesaikan besok agar harta Jasmine segera menjadi milik ku" Ucap kelvin.

"Siap tuan, saya tidak akan mengecewakan anda" Jawab bawahan itu tegas.

"Memang harus jika kau gagal kali ini maka kepalamu yang menjadi ganti" Ancam kelvin yang membuat bawahannya meneguk ludah nya kasar.

Lalu setelah percakapan tadi semua bawahan nya keluar dari ruangan itu meninggalkan kelvin sendirian.

"Jasmine, seharusnya kau mengalah saja dengan adik mu ini kak maka aku pastikan nasib mu tidak akan menjadi seperti ini" Ucap kelvin menatap bingkai yang terdapat foto Jasmine di dalam nya.

"Kau tau kak, anak terakhir mu itu sangat cantik. Mirip sekali dengan mu bahkan keras kepalanya pun menurun dari mu. Namun aku akui anak mu itu sangat tangguh berbeda dengan mu" Ucap kelvin.

"Tapi itu semua akan berakhir besok" Ucap kelvin besmrik.






To be continued

Dah sampe sini aja dah mumet ni otak mikirin alurnya...

Dah gak ada hutang lagi y...

Jangan lupa vote....

antagonis licik [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang