"Jadi apa rencana mu untuk membongkar perbuatan clara" Tanya noval. Saat ini ia dan vano sedang berbaring di kasurnya dengan lengan noval yang menjadi tumbuhan kepala vano.
"Minggu depan aku akan berulang tahun, jadi aku berencana akan membongkar perbuatan nya di sana" Jawab vano. Ia masih sibuk mendusel-dusel nyaman di dada bidang noval.
"Apa kau membutuhkan bantuan ku sayang" Tanya noval.
"Tidak perlu, bang noval cukup melihat saja" Jawab vano menatap noval dengan senyum manisnya.
"Hm baiklah tapi aku ingin memberinya pelajaran kecil. Sakit jiwa mungkin cukup" Ucap noval dengan senyum smrim nya, di otaknya sudah tersusun rencana yang sangat rapi untuk membuat hidup clara menderita.
"Hm, kalau bisa buat jalang itu merasakan lebih baik mati dari pada hidup" Balas vano ikut tersenyum.
"Iya baby tentu saja, dan setelah masalah ini selesai aku ingin segera menikahi mu" Ucap noval memeluk vano erat.
"Bahkan kita belum tamat sekolah" Ucap vano malas.
"Tapi kan tidak lama lagi baby. Dua bulan lagi abang akan tamat dan kau tahun depannya, aku akan sabar menunggu mu" Ucap noval menatap vano tulus.
"Tapi aku ingin kuliah terlebih dahulu bang" Ucap vano.
"Kau bisa kuliah walaupun sudah menikah dengan ku" Jawab noval ngotot.
Vano akhirnya pasrah saja saat kekasihnya ini memaksa untuk cepat-cepat menikah dengannya.
"Ya ya terserah kau saja" Balas vano pasrah.
"Baby malam ini kamu tidur di sini saja ya dengan abang" Minta noval menatap vano dengan mata melasnya.
"Iya" Jawab vano, pokoknya malam ini ia hanya pasrah saja dengan keinginan kekasihnya ini.
Skip pagi hari....
Noval sudah terbangun dari tadi namun ia masih beta berbaring sambil melihat kearah wajah vano yang sedang tertidur, terlihat sangat damai, wajah vano yang cantik terkena pantulan cahaya matahari hingga membuat noval semakin terpesona akan kecantikan vano.
'Kau sempurna baby, aku beruntung memiliki mu' batin noval. Lengan nya tidak berhenti mengelus wajah vano dengan lembut hingga membuat vano sedikit terganggu.
Vano yang merasakan ada seseorang yang mengelus pipinya menggeliat tidak nyaman, ia dengan perlahan membuka matanya.
Saat vano membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang noval. Vano mendongak dan ia langsung bersemuh merah saat melihat noval menatapnya tanpa berkedip.
Vano diam-diam mengagumi paras noval yang teramat sempurna. Ia memiliki kulit tan yang terlihat sexy, rahangnya yang terlihat sangat tegas, bibir tebalnya yang indah, serta mata tajam bak elang yang mempesona, siapapun yang melihat noval ia yakin akan langsung terpikat.
"Aku tau aku tampan baby" Suara serak noval menyapu indra pendengar vano hingga membuat vano tersadar dan semakin memerah malu.
"Kau pd sekali" Ucap vano gugup, ia tak sanggup saat noval menatapnya dengan tatapan dalam jadi dia memilih untuk menenggelamkan kepalanya di dada bidang noval.
"Itu kenyataan nya baby, jika aku tidak tampan kau tidak akan mungkin mau mengejar protagonis pria mu ini" Goda noval, ia dapat melihat telinga vano juga ikut memerah sekarang.
"Ck, harusnya kau yang mengucapkan terimakasih kepada ku, jika aku tidak mengubah alur cerita ini mungkin sekarang kau sudah tergila-gila dengan ulat keket itu" Ucap vano. Terselip nada sebal di sana saat membayangkan jika novalnya harus bersama clara.
"Baiklah sayang ku, terimakasih untuk itu. Dan terimakasih karena kau memilih ku, aku mencintaimu" Ucap noval tersenyum menatap kearah vano.
"Aku juga mencintaimu" Jawab vano membalas senyum noval dengan ikut tersenyum.
Noval beralih mengambil hpnya yang ada di atas meja sebelah ranjangnya, ia melihat jam yang tertera di sana. 08.10 sudah sangat terlambat jika mereka ingin berangkat sekolah.
Sepertinya semalam mereka tidur dengan sangat nyenyak dan nyaman sehingga membuat mereka enggan bangun dan berakhirlah kesiangan seperti ini.
"Kalau begitu ayo kita mandi baby" Ucap noval bangkit dari tidurnya.
"Ah? atau kau mau kita mandi bersama" Ucap noval, menatap vano dengan senyum mesumnya hingga membuat vano mendelik tajam menatap noval.
"Yak!! Mesum pergi sana" Teriak vano murka. Noval yang melihat vano marah langsung mengacir berlari ke kamar mandinya takut di amuk oleh induk kelinci itu.
"Ck, punya salah apa gue hingga mendapatkan kekasih mesum seperti itu" Gerutu vano, ia bangkit dan membersihkan kasur yang baru saja mereka tiduri. Sepanjang membersihkan ia terus mengerutu karena kelakuan noval.
Vano menghela nafas lega saat sudah selesai membersekan kasur itu, namun tidak lama ia memekik kecil karena kaget saat merasakan pelukan di pinggang sempitnya.
"Berhenti mengomel baby, apa kau tau aku tergoda melihat bibir mu ini mengerucut lucu seperti itu, aku terasa ingin melumat dan menggigit nya" Ucap noval dengan suara serak nya. Ia mengendus leher vano rakus menghirup bau harum di cerutuk leher vano.
Vano mendesis saat merasakan hisapan noval di lehernya. Ia yakin jika itu akan meningkatkan bekas merah di lehernya.
"Ck, mesum, bajingan" Umpat vano.
Noval yang mendengar kekasih kecilnya itu mengumpat langsung membalik tubuh mungil vano dan menatap vano datar, hingga membuat vano menunduk.
"Berani mengumpat hm" Bisik noval dengan suara serak nya hingga membuat vano menegang.
"Stt abang, van- vano minta maaf" Gugup vano. Noval sangat dekat saat ini dengan nya bahkan vano dapat mencium nafas noval yang berbau mint, ia juga dapat merasakan elusan halus di pinggangnya hingga membuat vano sedikit menggeliat.
"Masih ingin mengumpat baby" Tanya noval yang di balas gelengan ribut oleh vano.
Noval memindai wajah vano, sangat cantik dan menggemaskan, warna kulit seputih susu, pipinya yang gembil seolah akan tumpah setiap kali ia berbicara, hidung kecil yang mancung, mata bulat yang dihiasi bulu mata lentik, serta bibir kecil merah alami yang terlihat enak untuk di lumat! Oke hentikan pemikiran mesum itu.
"Sempurna" Gumam noval tanpa sadar mengagumi paras vano.
Vano mendengar gumaman noval hingga membuat nya bersemu, vano terlihat menahan senyum saltingnya saat noval memandang nya dengan tatapan kagum.
"Sangat cantik, kau tau baby aku tidak akan pernah bosan berkata jika aku beruntung memiliki mu baby" Ucap noval tulus, matanya memancarkan cinta yang besar untuk vano.
"Terimakasih, vano juga merasa beruntung memiliki bang noval di hidup vano. Bang noval yang mengajari vano apa artinya cinta, bang noval yang membuat vano merasa di sayangi dengan sangat tulus, dengan bang noval vano merasa di butuhkan, hanya dengan bang noval vano bisa sebahagia ini" Balas vano tulus, ia menatap noval dengan senyum yang teramat manis dan tulus.
"Aku mencintaimu baby, aku harap dikehidupan selanjutnya kita akan tetap menjadi pasangan seumur hidup" Ucap noval. Lalu mereka berdua berpelukan dengan perasaan cinta yang semakin hari kian membesar di hari mereka dan mereka harap itu untuk selamanya tidak pernah berubah.
To be continued
Gak buat konflik dulu,, lagi kangen kebucinan nova, hehe aku kan jadi gemesss...
Jangan lupa vote
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomansaCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)