18

21.6K 1.1K 61
                                        

Vano sudah memakai helem nya. Setelah perdebatan panjang tadi akhirnya vano di perbolehkan ikut oleh teman-temannya yang posesif itu terlebih arga.

"He? Lo anak baru kan udah merasa mampu ya ngalahin gue" Ucap lawan vano dengan nada sombong.

"Bacot" Ucap vano ia malas sekali jika harus meladeni lawan yang banyak cingcong seperti ini.

"Bangsat sok banget lo, gue yakin lo gak akan bisa ngalahin gue. Tapi, kalau gue berhasil ngalahin lo,, lo harus mau menghabiskan malam dengan gue" Tantang laki-laki itu dengan vano ia memindai vano dengan penuh ketertarikan.

"Wah minta di hajar ni orang" Marah jihoon, ia sadari tadi mendengarkan ucapan pria itu dengan emosi emang dia kira vano jalang apa.

"Stt biarin aja selagi gak nyakitin vano" Ucap kai menenangkan jihoon yang mau meledak itu.

Vano menatap malas orang di depannya ini. Apa katanya tadi mengalahkan nya?? Apa dia bercanda tidak ada di dalam sejarah vano bisa di kalahkan.

"Ck, terserah" Jawab vano malas lagian ia yakin jika ia akan menang baginya ini adalah balapan yang mudah.

"Baiklah persiapkan dirimu sayang" Ucap pria itu yang bernama bara mengedipkan matanya genit dengan vano dan itu semua tidak lepas dari seseorang yang sudah menahan amarah nya dari tadi.

Noval, orang yang sadari tadi mengawasi vano di buat emosi dengan seorang laki-laki yang menggoda miliknya bahkan pria itu ingin tidur dengan vano he! Mimpi.

'Berani mengusik milikku neraka adalah tempat terbaikmu' batin noval menatap pria itu dengan aura gelapnya.





Seorang wanita berpakaian sexy maju ke depan dan mengibarkan bendera start nya.

1...2...3...goo...

Bendera di angkat tinggi-tinggi hingga vano dan bara pun segera menancap kecepatan motor mereka masing-masing.

Bara terlihat serius mengendarai motor nya agar dapat memenangkan balap ini, berbeda lagi dengan vano yang terlihat santai-santai saja.

"Mending lo ngaku kalah aja deh dari sekarang daripada malu sendiri nanti" Ucap bara merendahkan.

"Fokus saja pada lajumu sebelum menangis di akhir nanti" Ucap vano dingin ia tidak ingin memusingkan ucapan bara.

"Sial lo terlalu sombong dan itu semakin membuat gue tertarik sama lo manis" Ucap bara bersemrik ia benar-benar semakin tertarik dengan orang yang ada di depannya ini.

Putaran terakhir mereka lakukan, garis start sudah terlihat di depan. Bara yang melihat ia memimpin pun langsung tersenyum senang dan melambaikan satu lengannya sombong hingga mengurangi laju motornya.

Vano yang melihat bara melambat tersenyum smrik ia menancap gas nya lebih cepat hingga mampu memotong motor bara. Sedangkan bara yang tidak menyangka vano akan menyusulnya pun kaget ia mengepalkan tangannya saat melihat vano terlebih dahulu sampai ke finis.




"Yeyyy vano gue gak nyangka lo bakalan menang" Seru Jihoon senang ia berlari kearah vano dan langsung memeluknya.

"Selamat ya van" Ucap kai.

"Hm thank's" Jawab vano.

"Wih boleh nih traktir kita makan besok" Ucap Alex yang di angguki oleh al, jihoon dan Jimmy sedangkan arga dan kai hanya menyimak pembicaraan mereka.

"Lo curang kan bangsat!!" Teriak bara yang baru turun dari motornya. Ia menghampiri vano dengan marah dan hendak melayangkan tinju nya sebelum seseorang menembak lengannya.

antagonis licik [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang