⚠️adegan kekerasan.
"Wahh bang noval keren" Teriak vano antusias, ia bertepuk tangan seperti anak kecil yang mendapatkan tontonan kartun kesukaannya.
Noval dengan wajah datarnya mendongak angkuh, meski dengan wajah datar dapat di lihat ekspresi tengil noval yang terlihat sombong karena pujian vano.
"Jadi selanjutnya kita apakan mereka baby" Tanya noval kearah vano.
"Ugh aku sudah bosan, tembak saja kepala dan jantung mereka. Eh tidak-tidak jangan jantung akan sangat di sayangkan jika rusak, kita bisa menjualnya kan" Usul vano yang di angguki oleh noval.
"Baiklah kalau begitu, kepalanya saja ya" Ucap noval yang di angguki oleh vano.
"Ada ucapan terakhir?" Tanya noval.
"Gue pastikan kalian tidak akan pernah bahagia" Ucap kai dengan menatap mereka penuh dendam.
D'Or..
"Gue nyuruh lo buat mengucapkan kata terakhir bukan bualan" Ucap noval datar.
Noval berjalan ke dekat kearah nicol yang hanya diam dari tadi.
"Lidahnya tidak ada" Ucap arga datar.
"Oh kasihan sekali padahal aku ingin mendengar suara teriakan mu pak tua" Ucap noval memberi tampang seperti kecewa.
"Ya sudah lah, ucapkan selamat tinggal di dalam hati mu pak tua" Smirk noval lalu ia menembak nicol tepat di kepalanya hingga membuat otak nicol hancur berserakan.
"Semua telah selesai" Ucap noval setelah menyimpan senjatanya dan berdiri di hadapan vano.
"Masih ada satu hama lagi bang, dan kali ini biar vano yang mengurusnya" Jawab vano dengan senyum misterius nya.
"Ingat baby jangan membunuh, aku tak masalah kau ingat membunuh siapapun tapi tidak di hadapan abang,paham" Peringat noval, sedangkan vano hanya bisa mengangguk lesu.
"Iya, tapi vano masih boleh bermain sedikit kan" Mohon vano dengan puppy eyes nya yang membuat noval akhirnya pasrah dan mengizinkan.
"Baiklah tapi hanya sedikit oke" Ucap noval yang di angguki antusias oleh vano.
Dengan girang vano mengambil handphone nya dan segera menelfon seseorang.
"Kalian sudah membawa dia ketempat yang aku perintahkan" Tanya vano datar, sangat berbeda dengan ekspresi nya yang tadi.
"Sudah mr" Jawab seseorang dari sebrang sana
Tut.. Tanpa membalas vano langsung mematikan panggilan itu dan langsung memeluk noval kembali dengan manja.
"Dia sudah ada di sana, ayo cepat kita temui" Ucap vano antusias.
"Hm ayo" Jawab noval dengan mengelus rambut vano pelan.
Akhirnya setelah beberapa menit berjalan vano akhirnya tiba di depan sebuah pintu berwarna coklat.
Vano membuka pintu itu dan terlihatlah saat ini Clara yang terbaring lemas di atas ranjang dengan tubuh bugil nya.
Sontak saja Vano segera menarik noval untuk kembali berbalik, hingga membuat tanda tanya di kepala noval.
"Ada apa baby" Tanya noval heran.
"Jangan berbalik. Kalian juga" Titah vano menatap para seme dengan tatapan tajam hingga membuat mereka meneguk ludah takut.
"Ingat jika kalian berani melihat tubuh jalang ini ucapkan selamat tinggal pada 'adik kecil' kalian itu" Ancam vano yang sontak membuat mereka memegang kejantanan mereka dengan ngeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomanceCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)