25

13.4K 813 8
                                        

Vano terlihat terbaring di ranjang rumah sakit ia masih memejamkan matanya dengan noval yang dengan setia terus berada di sisinya.

"Baby ayo bangun sayang" Ucap noval dengan mengecup lengan vano lembut, matanya memancarkan kesedihan saat melihat vano terbaring lemah seperti ini.

"Nghh" Lenguhan datang dari seseorang yang sadari tadi memejamkan matanya pulas lengan vano yang tadinya hanya diam kaku mulai bergerak hingga membuat noval senang.

"Baby, sayang kau sudah sadar" Senang noval ia terlihat tersenyum menatap vano yang baru membuka matanya dengan perlahan.

"Stt haus" Suara serak vano langsung menyapa indra pendengaran noval ia dengan terburu-buru langsung membawakan vano air dengan membantu nya meminum dengan perlahan.

"Sudah?" Tanya noval yang di angguki lemah oleh vano. Tubuhnya memang masih lemah terlebih lagi ia baru terbangun dari efek obat bius yang sepertinya di berikan oleh dokter.

"Apa masih ada yang sakit baby" Tanya noval khawatir.

"Hmm tidak ada" Ucap vano menggeleng meyakinkan noval.

Cklek...

Pintu ruangan vano terbuka menampakkan teman-teman nya yang baru saja tiba, dan oh di situ juga ada keluarga nya yang entah karena apa datang.

"Vano gimana kabar lo?? Udah mendingan" Tanya al mendekat kearah ranjang vano diikuti dengan yang lainnya.

"Hm iya" Jawab vano matanya memandang malas kearah keluarganya yang saat ini berdiri diam menatap kearahnya.

"Bang noval ini Clara bawain makanan buat abang" Ucap Clara dengan nada di imut-imutkan.

Clara terlihat menyodorkan sebuah kantong plastik kearah noval namun noval tidak menanggapi Clara sama sekali ia bersikap seolah-olah jika Clara adalah makhluk tak kasat mata.

('Emang iya wkwk')

"Bang noval pasti suka" Ucap Clara ia terlihat tidak menyerah jadi dia mendekati noval dan duduk di depan noval membukakan makanan yang ia bawa di hadapan noval.

"Abis makan itu sakit perut" Ucap Alex pelan namun masih bisa di dengar oleh mereka yang ada di sana.

"Mati kali keracunan" Tambah al tanpa dosa hingga membuat semua orang tertawa pelan di buatnya.

"Iss ara kan buat ini dengan sepenuh hati" Ucap Clara dengan nada sebal. sok imut anj...

"Hati apa?" Tanya Alex menyeringai.

"Hati ayam hahahaha" Jawab al lalu mereka berdua langsung meledakkan tawa mereka.

Memang mereka berdua selalu berkelahi dan bertengkar namun jika sudah merosting seseorang maka mereka akan sangat amat terlihat kompak hingga membuat orang terdiam.

Clara kesal namun karena ia sedang di dekat noval jadi ia menahan amarahnya. Memilih untuk abai Clara kembali mendekati noval yang masih tidak melihat kearahnya.

"Tidak usah di dengarkan ucapan mereka bang noval ini Clara yang buat pasti enak" Ucap Clara meyakinkan noval.

"Bang ada suara setan" Sinis vano ia membuat gekstur seolah-olah merinding sambil menatap Clara jijik.

Noval hanya tersenyum, mengusap rambut vano. Ia tau kekasihnya ini sedang menyindir Clara jadi dia diam saja.

"Gue bukan setan ya anjing" Bentak Clara hingga membuat semua orang terkejut karena yang mereka tau Clara adalah orang yang lemah lembut.

Seolah tersadar Clara membulatkan matanya dan melirik kearah semua orang.

'Sial gue keceplosan' batin Clara panik semua orang tidak boleh mengetahui sifat aslinya sekarang.

antagonis licik [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang