5 tahun kemudian...
Tidak terasa lima tahun telah berlalu, banyak kejadian-kejadian dan masalah yang mereka hadapi namun mereka mampu menghadapinya bersama-sama.
Seorang pria terlihat melamun memandangi satu pria dewasa dan anak kecil yang sedang bermain dengan tawa lepas mereka.
Tak sadar ia mengulas senyum bahagianya. Akhirnya keluarga yang ia harapkan mampu ia dapatkan, mampu ia berikan kepada anaknya.
"Baby, kenapa kau hanya melamun di situ? Ayo kemari!" Panggil noval dari jauh.
Vano berdiri dari duduknya dan menghampiri suami dan anaknya yang terlihat asik bermain.
Satu tahun lalu ia telah menikah dengan noval, membangun rumah tangga dengan pujaan hatinya dan saat beberapa bulan usia pernikahan mereka vano hamil baby nova.
"Bang berhenti menjahili baby nova nanti dia menangi-"
"Huwaaa hiks papa hiks huwaa" Tangis baby nova pecah saat daddy nya terus menjahili nya dengan mengambil empeng di mulutnya.
"Kan!! Baby nova jadi nangis" Marah vano dengan menatap noval garang karena sudah membuat baby nova menangis.
Vano menghampiri baby nova dan segera menggendongnya, mengabaikan noval yang sudah menunduk sedih.
"Stt sudah sayang jangan nangis lagi hm" Bujuk vano lembut pada baby nova yang masih menangis dengan bibir yang di poutkan.
"Hiks papa, puk dada hiks" Adu baby nova. Lengannya memberikan contoh untuk memukul noval dengan gemas.
"Iya nanti papa, pukul daddy mu oke" Ucap vano yang membuat baby nova kegirangan hingga gigi nya yang hanya berjumlah empat batang itu pun menyembul malu.
"Ngm puk puk" Jawab baby nova dengan menatap noval tajam, tapi jatuhnya malah imut.
"Iss lucunya" Gemas vano menciumi seluruh muka baby nova hingga membuat bayi itu terkikik geli.
"Papa dah dah kekeke" Ucap baby nova terkekeh geli dengan lengan menahan kepala vano yang terus menciuminya.
"Baiklah baby nova turun oke, main di sini dulu" Ucap vano yang di angguki kecil oleh baby nova.
Setelah menurunkan baby nova di tempat mainannya, vano segera menghampiri suaminya yang masih menunduk sedih.
"Kenapa hm?" Tanya vano lembut, ia mengangkat dagu noval dengan telunjuknya. Hingga tertampan lah wajah noval yang sudah banjir karena air mata.
"Hiks maaf" Ucap noval pelan, ia menatap vano dengan mata berkaca-kaca nya.
"Sst sudah vano tidak marah kok dengan abang" Bujuk vano dengan memeluk noval lembut.
"Benarkah?" Tanya noval dengan kepala yang dibenamkan di cerutu leher vano.
"Iya, tapi lain kali jangan di ulangi lagi oke" Peringat vano meskipun ia tau itu hanya sia-sia sebabnya, suaminya ini memang suka menjahili anak nya itu hingga menangis, katanya gemas.
Ding dong..
Vano mendengar jika bel rumah nya berbunyi jadi ia melepaskan pelukan noval dan segera berjalan untuk membuka pintu, meninggalkan noval yang merengut sebal.
Vano membuka pintu itu dan dapat ia lihat jika teman-teman nya yang datang dengan tampang tanpa dosanya.
"Ada apa?" Tanya vano malas.
"Tidak ada kami hanya ingin bermain dengan baby nova" Jawab Jimmy cengengesan.
"Hm masuk lah" Akhirnya dengan malas vano mengizinkan mereka masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
antagonis licik [End]
RomanceCerita gak jelas, gak suka gak usah baca jangan ninggalin komentar jelek kalian. Cerita pertama!!! BL/GAY/HOMO AREA!!!! ⚠️⚠️ HOMOFOBIA JANGAN DEKET-DEKET?!!!! 🚫❌❌ seorang pemuda bernama devardi rezza bimantara berusia 18 tahun. seseorang pemuda y...
![antagonis licik [End]](https://img.wattpad.com/cover/383751791-64-k140082.jpg)