Baskara belum sepenuh nya menampakkan sinar nya.
Berbeda dengan kota,walaupun masih subuh di desa kecil yang di tinggali dua sejoli itu nampak sudah ramai berlalu lalang dengan warga yang akan pergi ke ladang.
Pemandangan yang indah.
Persawahan hijau yang asri di hiasi dengan parit parit kecil yang biasa nya pada siang hari akan banyak anak anak mencari ikan.
"Yang bener bawa sepeda nya,sayang!ini udah mepet banget sama parit"ucap gadis berdaster kuning kunyit itu dengan kepanikan yang menghiasi wajah dahayu nya.
"Santai,Rui. Saya tidak akan membuat kamu mati konyol disini"sahut jeremiah.
Pria tampan itu tampak fokus menyetir sepeda ontel milik pak jumano.
"Masih jauh kah warungnya?"tanya Rui.
"Tidak"sahut si tampan dengan singkat.
Tak lama dari percakapan singkat mereka itu.
Jeremiah akhirnya membelokkan setir sepeda itu ke sebuah pelataran warung sembako.
Rui tampak turun dari kendaraan yang sebelum nya tidak pernah ia naiki itu.
Tangan lentik nya membawa keranjang belanja yang terbuat dari rotan.
"Nduk Rui seng ayu,mau beli apa,nduk?"pemilik warung itu menyambut Rui dengan semangat.
"Mau beli sayur,bude.kayak biasa"sahut Rui sembari memamer kan senyum ramah nya.
"Sudah ibu duga!ini ibu sudah simpan kan sayur sayur segar buat cah ayu"penjual sayur itu memperlihatkan sayur sayur hijau yang memang sengaja ia pilah untuk Rui.
"Makasih,ibu..."Rui tampak memilah milah sayur itu.
"Mas bagus?!"pekik an itu membuat Rui langsung mengalihkan atensi nya.
Ia membawa pandangan nya menuju Jeremiah yang menunggu nya di atas sepeda.
Bukan!bukan Jeremiah yang memekik.
Tapi seorang gadis remaja dengan kulit sawo matang.
wajah nya ayu khas gadis indonesia.
dengan gerak gerik eloknya ia mendekat pada Jeremiah.
perlahan tangan nya sudah terangkat berniat akan menyentuh bahu lebar milik Jeremiah.
"heh!"Rui menepuk kasar tangan gadis itu.
"heh!sakit loh,mbak!"kesal gadis itu seraya netra nya menghunus Rui dengan amarah.
"lebih sakit mata saya ya,mbak!"sahut Rui tak kalah emosi.
"loh,mata mbak tak liat baik baik saja ini"ucap gadis itu membuat Rui semakin tersulut emosi.
"shit!laki laki yang mau kamu goda ini suami saya,ya!kamu gak malu di lihat sama ibu-ibu disini gatal sama suami saya?!"sarkas Rui membuat gadis bernama Sinta itu akhir nya sadar jika kini ia sedang menjadi pusat perhatian.
"malu,nduk!kamu itu anak kepala desa loh disini"sahut salah satu ibu ibu yang ada disana.
"saya kan cuma mau ngajak kenalan,bude!"ia kukuh tidak mau di salahkan.
"tapi yo tidak perlu sentuh-sentuh kan,nduk?"sarkas ibu ibu itu lagi.
"ck,ramah aja salah!"kepalang malu Sinta akhirnya pergi dari sana.
sebelum ia pergi,dengan sengaja ia injak kaki kecil Rui penuh emosi.
"kurang ajar!"pekik Rui ingin mengejar Sinta,bahkan ia sudah menggenggam sandal yang tadi nya aman damai di kaki nya.
"hei!calm down"bisik Jeremiah seakan menjadi air bagi sang gadis yang berapi api.
"sabar,nduk Rui.sudah begitu cobaan nya kalau punya suami ganteng,nduk"ucap ibu ibu itu sembari mengelus bahu si gadis.
"makasih ya,Bu?sudah bela in saya tadi"tutur nya dengan tulus sembari mengulas senyum cantiknya.
dan senyum itu membuat laki laki jangkung di samping nya terpaku.
...
"kenapa?"tanya jeremiah datang dengan secangkir teh yang akan ia berikan pada gadis yang tampak murung di halaman belakang rumah pak jumano.
"kenapa apa nya?"sahut Rui sedikit ketus,tidak seperti biasa nya.
"kenapa kamu judes sama saya daritadi?"tanya jeremiah namun bukan jawaban kata demi kata yang ia dapatkan,ia malah mendapatkan lirikan sinis dari sepasang netra sipit itu.
"Rui?"Jeremiah masih bertutur dengan lembut,entahlah pria itu tidak bisa diam saja saat Rui bertingkah aneh seperti itu.
"lain kali kalau keluar pake masker kamu!"cetus Rui dengan kesal.
"hah?maksud kamu?"bingung pria itu.
"kamu ini!"kesal Rui,saking tak tahan nya ia sampai memukul lengan pria yang menurut sangat amat tak peka itu.
"kamu kenapa?apa karena pusing,ya?"pria itu mulai mengira ngira,tapi memang selepas kembali dari warung sayur tadi Rui sempat mengeluh jika ia merasa pusing.
"aku udah pusing!makin pusing liat kamu!"kesal Rui menatap penuh permusuhan pada Jeremiah.
"kamu kok sensi sekali akhir akhir ini?"bingung Jeremiah.
pria itu semakin keheranan akan tingkah Rui yang memang seperti ombak akhir akhir ini.
"iya,aku sensi!gak kayak Sinta marsinta itu"sahut Rui sebelum ia beranjak meninggalkan Jeremiah.
...
COMEBACK SENGGGGG!
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSÃO
Fanfictionkadang ada beberapa orang yang melakukan cara apapun untuk mendapatkan yang ia cintai. sekali nya ia tahu itu akan menghancurkan hidup orang yang ia cintai. ia Tidak peduli,inti nya orang yang ia cintai harus jadi milik nya. itulah obsesi. dan inila...
