sorry for the long update guys, almost got writer's block 😭🙏🏻
HAPPY READING!
*
**
Setelah membeli sebotol minuman air mineral, Ayna kembali menuju di mana Marvel masih setia duduk di tempatnya. Marvel yang melihat itu tersenyum tipis, Ayna sangat menggemaskan. Ia berjanji kepada diri sendiri untuk sebisa mungkin ia tidak akan menyakiti gadis ceria yang memiliki senyum manis ini.
Ayna menyodorkan air mineral tersebut, "nih minum biar gak cegukan lagi".
Marvel menerimanya dan langsung meminumnya, "makasih" ucapnya setelah selesai minum.
Ayna mengangguk, Ayna kembali duduk di samping Marvel, namun tiba-tiba perutnya berbunyi dan sedikit perih. Ayna memegang perutnya, ia lupa kalau ia punya penyakit maag. Sepertinya penyakitnya itu sedang kambuh karena ia belum makan dari pagi.
Marvel mengernyitkan dahinya saat melihat Ayna yang memegang perutnya dengan wajah yang seperti kesakitan.
"Kenapa hm?" Tanya Marvel lembut walaupun aslinya ia sangat khawatir.
Ayna menatap Marvel dan hendak menangis, dengan mata berkaca-kaca dalam hatinya berkata.
"Aduh kenapa El nanyanya lembut gitu, mirip sama ibu"
Saat masih di panti, Lisa tidak pernah bertanya secara kasar, ia akan bertanya dengan nada lembut. Apalagi saat penyakit maag Ayna kambuh. Hal itu lah yang membuat Ayna ingin menangis sekarang.
Satu bulir air mata turun dari mata indah milik Ayna. Marvel menggeser duduk nya agar semakin dekat dengan gadis itu, ia mengusap air mata Ayna.
"Kenapa hm?" Tanyanya lagi.
"Kayaknya maag Ayna kambuh, Ayna lupa kalo Ayna belum makan dari pagi" cicitnya pelan dengan menyebut dirinya dengan namanya sendiri bukan aku, itu lah kebiasaan Ayna kalau berada di situasi seperti ini.
Mendengar hal itu membuat Marvel ingin marah, namun ia sadar untuk saat ini ia dan Ayna hanya dua orang yang baru saling mengenal. Marvel menghela nafasnya dan menegakkan kembali tubuhnya.
"Liat gue, kenapa belum makan?" Tanya Marvel.
Ayna mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat Marvel yang ada di samping nya, "kan tadi udah Ayna bilang, lupa kalau lupa itu gak inget El".
Marvel menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya di situasi seperti ini Ayna mengucapkan hal seperti itu. Marvel berdiri dari duduknya, ia akan mengajak Ayna makan di luar karena ia tahu di kantin rumah sakit tidak mempunyai menu yang banyak.
"Ayo"
Ayna menatap Marvel, "mau kemana?".
"Ikut aja".
Ayna menggelengkan kepalanya, "gak enak sama yang lain El, kan kita di sini jenguk Alora".
" Mau masuk rumah sakit juga?" Tanya Marvel.
Ayna meneguk salivanya dengan kasar, lalu menggeleng cepat.
"Ya gak mau El, pertanyaan apa itu".
"Yaudah ikut aja, urusan yang lain biar gue yang urus" ucap Marvel, Ayna pun mengangguk pasrah dan berjalan mengikuti Marvel yang tidak tahu mau membawanya kemana.
Marvel pun memberi kabar, Arzhel untuk memberi tahu yang lain bahwa ia pulang terlebih dulu bersama Ayna. Di sisi lain Arzhel baru saja menerima hukuman karena kalah dalam permainan yang ia mainkan lagi seru-serunya tiba-tiba handphone Arzhel bergetar. Arzhel pun mengernyitkan dahinya heran, tumben sekali Marvel mengechat dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]
Teen FictionAyna Amarissa, gadis yang memiliki wajah imut dan cantik yang berasal dari panti asuhan yang berada di perdesaan. Saat usianya mulai memasuki 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yang ada...
![EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]](https://img.wattpad.com/cover/375087704-64-k752409.jpg)