CHAPTER 23

126 11 0
                                        

HALLO NAEBIES KALIAN JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM NAEMMA YAA LOPYUUUU SEKEBON UNTUK KALIAN

****

Sepulang sekolah Ayna, Grey, Nolan, Arzhel dan Galen pergi ke mall. Kebetulan Galen mendapatkan informasi ada event Permen di mall tersebut. Karena itu Galen mengajak mereka pergi ke sana sekaligus menghibur candy girl mereka.

"Na, tuh bibir senyum mulu kagak pegel apa?" Tanya Grey. Mereka berlima pergi menggunakan mobil Grey karena yang lain pada bawa motor, sebelum pergi tadi mereka ke rumah Grey terlebih dahulu untuk menitipkan motor-motor mereka.

Oke untuk posisi duduk mereka, Arzhel yang membawa mobil dan Galen duduk di sampingnya. Sedang sisanya mereka bertiga di belakang, Grey sebelah kiri, Ayna di tengah dan sebelah kanan Nolan. Paham yaaa.

"Aduh Grey, gimana aku mau gak senyum. Kita itu mau ke event permen, SEKALI LAGI PERMEN. Pasti di sana banyak banget permen," jawab  Ayna dengan membentangkan tangannya hingga mengenai wajah Nolan.

"Tangan Lo ya Tuhan mesti amat sampe ke muka orang!"

Ayna melirik ke Nolan yang menatapnya kesal. "Kamu kenapa dari tadi kesal mulu liat aku?" Tanyanya.

"Gimana kagak kesel, uang gue bakal hilang demi borongin Lo permen," jawab Nolan kesal.

"Oh jadi kamu gak ikhlas, padahal kamu udah janji, Allah marah Lo kalo kamu gak ikhlas, smile dulu dong, smile....." Ayna memperagakan senyuman lebar ke arah Nolan.

Nolan mendengus dan tersenyum paksa. "Smile.."

"Gini deh supaya adil dan gak ada yang iri di antara kita. Kalian belikan aku masing-masing satu bungkus permen. Nah nanti aku kasih kalian satu satu rasa dari permen yang kalian beli. Jadi kita sama sama memberi, setuju kan? Oke setuju" Putus Ayna tanpa menunggu jawaban mereka.

"Nih cewek kepintaran atau kelicikan sih?" Heran Nolan.

"Bisa-bisanya Marvel kecantol sama cewe begini," Grey menggelengkan kepalanya.

"Zhel, gue kalo jadi Marvel udah gue pastiin nih Ayna gue cubiti, gemesnya gemes ngeselin anjir," bisik Galen.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di mall dan kini mereka berlima berjalan memasuki lobby mall. Mall tersebut sudah ramai sekali pengunjung.

"Guys, kita kan tadi langsung ke sini, gimana kalo kita makan dulu? Daripada pingsan, soalnya kalo pada pingsan gue males ngangkat satu-satu," ajak Arzhel.

"Kalian kenapa gak daritadi, uang aku gak cukup tau makan di mall. Ada sih tapi mau kirim ke ibu, kalo tadi makanan pinggir jalan mungkin cukup," ucap Ayna.

Ayna menepuk jidatnya, "aku lupa kalian gak pernah makan makanan pinggir jalan ya?"

"Santai aja Na, kita-kita yang bayar, Lo cukup diam aja," ucap Galen.

"Kalian semua selalu traktir aku, nanti kalo aku sukses baru gantian ya janji deh, kalian baik banget," Ayna merasa tidak enak, karena belum bisa membalas kebaikan mereka satu-persatu.

Ayna bersyukur telah dipertemukan dengan mereka di saat ia harus menjalani hidup jauh dari ibu dan adik-adiknya di panti. Awalnya, ia pikir akan menghadapi semuanya sendirian. Apalagi menurut Ayna, karena berasal dari kalangan yang berbeda, Ayna mungkin akan tersisih sampai masa belajarnya selesai. Tapi ternyata ia salah.

Tuhan menulis bab indah dalam hidupnya melalui kehadiran mereka. Semua itu berawal dari Alora dan Nora, dua sosok yang tanpa sadar membuka pintu dunia baru untuk Ayna. Mereka yang ia kira  adalah lingkungan negatif, ternyata justru dipenuhi hal baik yang tak pernah ia duga. Tidak seperti yang selama ini dibicarakan orang-orang terhadap mereka.

EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang