HAPPY READING ALL
****
Di sebuah taman yang sangat indah dengan rumput hijau dan beberapa bunga serta danau buatan membuat suasana sore tersebut menjadi indah bagi Marvel dan Ayna yang sedang duduk di hamparan rumput.
Sepulang sekolah Marvel langsung mengajak Ayna ke sebuah danau. Awalnya Ayna menolak tetapi Marvel memaksa dengan alasan merilekskan otak setelah belajar cukup lama.
Ayna memandang takjub ke arah danau yang sangat indah dan tenang, walaupun buatan tapi ini sangat asri dan sejuk. Ayna memejamkan matanya untuk menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya.
Marvel tersenyum tipis, tidak mau menyia-nyiakan momen tersebut Marvel membuka kamera handphone dan memotret Ayna diam-diam.
'cantik' batin Marvel melihat hasil fotonya.
Marvel mengalihkan pandangannya saat Ayna melontarkan pertanyaan yang tidak ia suka.
"El aku cuma anak panti , kamu kok mau sih sama aku?" Tanya Ayna.
"Kenapa nanya gitu?"
"Yah aneh aja tau gak, cowok seganteng kamu maunya sama cewek kayak aku yang asal usulnya aja gak jelas" jawab Ayna.
"Gue gak peduli Ay, gue maunya Lo, kekurangan Lo bisa gue lengkapi dengan kelebihan gue, begitu pun sebaliknya" ucap Marvel lembut.
Ayna menyenderkan kepalanya di pundak Marvel, "tapi aku suka minder kalau ada yang bilang aku tuh gak cocok sama kamu."
"Kita beda El, kamu punya keluarga yang jelas, aku gak tahu keluarga ku siapa, kamu punya semua nya yang aku gak punya" Ayna menjauhkan kepalanya.
Marvel mengubah posisinya menghadap Ayna, ia menangkup kedua pipi gembul gadis itu.
"Gak ada yang beda Ay, semua manusia sama. Sama-sama akan kembali ke tanah, dengan kain yang sama."
"Untuk sekarang jangan dengerin ucapan orang ya Ay, dengerin yang baik, abaikan yang buruk. Kita saling menyempurnakan aja, dengan itu gak ada yang beda di kita."
Ayna tertegun mendengar jawaban Marvel yang menurutnya benar, kata-kata yang keluar dari mulut Marvel barusan berhasil membuatnya menghilangkan sedikit rasa khawatir tentang hubungan mereka. Apalagi mereka tidak direstui oleh Tante Mauren.
Ayna melepaskan tangan Marvel yang berada di pipinya, "gak salah sih jawaban kamu."
"Tapi Tante Mauren juga gak salah kalo gak setuju. Setiap orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya."
Marvel mengeluarkan satu permen dari saku jaketnya, jaket yang berlambang Geng Orpheus. Marvel membukakan bungkus permen tersebut lalu menyodorkannya ke hadapan bibir Ayna. Ayna melirik permen tersebut sebelum membuka mulutnya untuk menerima kesukaannya itu.
Marvel menggelengkan kepalanya melihat tingkah gemas Ayna, "kan gue udah bilang Ay, kita jalanin sama-sama. Gue yang urusin mama, Lo cukup terus sama gue, ngerti kan Ay?"
"Iyaa El aku ngerti, aku cuma insecure aja."
"Gak boleh insecure, Lo cantik dan sempurna buat gue Ay."
Ayna berdecak menatap Marvel, ia berdiri dari duduknya lalu berkacak pinggang.
"Seorang batu kayak kamu, ternyata jago bikin anak orang baper ya. Mulut aku capek senyum mulu tau, mending ayo pulang sebelum Maghrib!" Seru Ayna.
Marvel terkekeh, "iyaa iyaa ayo."
****
Sesampainya di depan kos Ayna.
Ayna turun dari motor di ikuti Marvel yang ikutan turun, "Ay ada yang mau gue omongin."
KAMU SEDANG MEMBACA
EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]
Teen FictionAyna Amarissa, gadis yang memiliki wajah imut dan cantik yang berasal dari panti asuhan yang berada di perdesaan. Saat usianya mulai memasuki 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yang ada...
![EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]](https://img.wattpad.com/cover/375087704-64-k752409.jpg)