HAPPY READING ALL
****
"Maaf buat Lo luka Ay, gue gak bisa jaga Lo."
Ayna menghela nafasnya, ia kan jadi merasa bersalah kalau melihat Marvel seperti ini. Ayna berjongkok di hadapan Marvel agar dapat melihat wajah Marvel.
"Ngapain kamu minta maaf, kamu gak salah. Chelsy emang dulu suka jadiin aku pembantu tapi hari ini aku rasa dia emosi lihat kita, mungkin dia suka sama El" ujar Ayna.
"Lagian aku udah gapapa, aku menjauh ada alasannya. Aku harap kamu gak gini lagi El" ucap Ayna membuat Marvel menatap mata Ayna dengan tatapan sayu dan memohon.
"Jangan jauhin gue Ay" lirih Marvel.
"El,selama ini aku gak pernah di bully separah ini. Tapi aku takut kedekatan antara aku dan kamu, buat beasiswa aku terancam. Kamu tau kan aku nih cuman anak panti yang bisa ada di sini, di sekolah karena beasiswa." Ayna membalas tatapan Marvel.
Marvel dapat melihat sisi lain dari seorang Ayna, dewasa. Gadis tersebut sekarang tidak seperti biasanya, yang lucu melainkan seperti gadis berpikiran dewasa.
"Aku juga gak menjauh seperti yang kamu pikirkan, aku hanya ingin kita dekat selayaknya teman tanpa gosip kalau kita pacaran El" ucap Ayna.
Marvel menggenggam tangan mungil Ayna, "Ay."
"Saya?"
"Boleh gue deketin Lo, lebih dari seorang teman?"tanya Marvel.
"Aku cuman anak panti" lirih Ayna yang sangat paham maksud Marvel.
"Gue gak peduli" ucap Marvel.
"Kita gak mungkin bersama" ucap Ayna lagi.
"Gak ada yang gak mungkin Ay" jawab Marvel.
"Apa itu berlaku untuk aku dan kamu?" Tanya Ayna.
Marvel mengangguk, "kalo lo mau lalui semuanya bersama, ada gue Ay."
****
Ayna sekarang sedang bersandar di pintu kos, Marvel baru saja pulang. Setelah ucapan Marvel tadi keduanya hanya diam sampai hujan reda. Sekarang, Ayna di bingungkan oleh perasaannya.
Senang, sedih, bingung, takut semua menjadi satu. Ia tidak tega menolak Marvel, karena ia juga tidak bohong, Ayna ingin menerima Marvel. Tapi, apa kedepannya akan baik-baik saja, setelah kejadian tadi di sekolah?
Ayna memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya, "kok bisa ngalami posisi ini sih, kan aku jadi pusing. Ini gak pernah ada di pikiran aku kalo tinggal di jakarta!" Pekik Ayna.
Ayna langsung mengambil handphonenya dan duduk di kasur, ia mulai melakukan video call oleh Alora dan Grey.
"Woi, gue lagi makan anjir! Tumben amat Lo vc vc!" Pekik Grey.
"Tadi Grey udah cerita, besok gue ajar tuh Chelcut ya Na, Lo tenang aja!"seru Alora.
"Chelcut gak tuh, sembarangan amat lu ganti nama orang" gelak Grey.
"Gapapa kok Al, biarin aja nanti yang ada dia makin benci sama aku" ucap Ayna yang tidak mau memperbesar masalah.
"Iya deh, kenapa Lo vc gini? Terus muka Lo kenapa?" Tanya Alora.
"Boleh gue deketin Lo lebih dari seorang temen, kalo ada orang yang bilang gitu ke kalian gimana?" Tanya Ayna.
"Pasti Marvel" tebak Alora.
Grey pun tersedak nasi goreng yang ia kunyah, "bener tebakan Alora Na?" Tanya Grey.
Dengan ragu Ayna pun mengangguk, "gimana?" Tanya Ayna lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]
Fiksyen RemajaAyna Amarissa, gadis yang memiliki wajah imut dan cantik yang berasal dari panti asuhan yang berada di perdesaan. Saat usianya mulai memasuki 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yang ada...
![EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]](https://img.wattpad.com/cover/375087704-64-k752409.jpg)