HAPPY READING ALL
***
Hari ini matahari sangat terik membuat siapapun malas beraktifitas di luar rumah. Begitupun dengan Ayna, ia hanya ingin di dalam kos belajar dan mencari ide baru untuk dagangannya. Tetapi keinginan Ayna gagal karena Marvel mengajaknya pergi ke Mansion Varro.
Awalnya Ayna menolak, namun Marvel mengatakan bahwa di sana juga ada Alora dan kembaranya. Perkataan Marvel membuat Ayna bersemangat untuk pergi, memang Alora pernah bercerita bahwa ia mempunyai kembaran yang hilang saat mereka masih bayi dan saat ini Ayna sangat penasaran seperti apa kembaran Alora.
Ayna sedang menunggu Marvel di teras kos, Ayna membuka bungkus permen dan memasukkannya ke dalam mulut.
"Permen dari pabrik papanya Marvel emang best!" Serunya.
Tidak lama kemudian Marvel sudah tiba dengan motor sportnya. Ayna pun berlari kecil menghampiri Marvel.
"Haii El!" Sapa Ayna dengan senyum mengembang.
Marvel membalas senyuman Ayna, "hai Ay."
Marvel memakaikan helm yang ia beli khusus untuk Ayna ke kepala gadis tersebut, "maaf ya kita naik motor, kunci mobil gue masih di tahan mama."
Ayna menatap Marvel yang sudah selesai memakaikan helm untuknya, "gapapa El, aku malah seneng. Biar gak kena macet terus cepat sampai deh, terus aku bisa ketemu Alora sama kembarannya. Kamu tau Alora tuh sibuk banget sekarang, aku kangen banget sama diaa ketemunya di sekolah aja."
Marvel terkekeh, "makasih ya, yaudah ayo naik."
"Sebenernya gak perlu makasih, tapi karna terlanjur yaudah deh sama-sama El!"
Marvel tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa setiap mendengar ucapan, jawaban yang di lontarkan oleh pacarnya itu, semua yang di ucapkan oleh Ayna sangat lucu dan selalu ada saja tingkah dan jawabannya walaupun tidak masuk akal.
Beberapa menit kemudian Marvel tiba di halaman mansion milik keluarga Varro. Ayna turun dari motor begitu juga dengan Marvel.
"Sini" titah Marvel membantu Ayna melepaskan helmnya.
"Waw besar banget mansionnya, aku kalau punya rumah kayak gini udah pasti setiap hari muncul berita" ucap Ayna yang tidak bisa berhenti berdecak kagum.
"Kenapa gitu?" Tanya Marvel.
"Karena setiap hari bakalan ada berita anak tersesat di mansionnya sendiri, kan El tau kata Alora sama Grey aku gampang tersesat hehe" celetuk Ayna.
"Gak akan tersesat kalo sama gue, ayo masuk."
"Bentar El, kamu tunggu di sini aku tadi liat es kelapa di depan sana seger banget panas-panas gini minum es kelapa" ucap Ayna.
"Mau beli? Yaudah ayo."
"El tunggu di sini aja, aku sendiri aja deket kok, soalnya panas kayaknya El gak terbiasa kena panas tuh muka El udah merah, jadi tunggu di sini aja, nanti aku belikan juga okee. Oh ya kalo yang lain udah sampai El masuk aja terus chat Ay biar Ay samperin, awas aja kalo gak gitu Ay minta belikan permen raksasa. babayy!!" Belum lagi Marvel menjawab Ayna sudah berlari begitu saja.
Marvel hanya bisa tersenyum, lebih baik ia mengikuti ucapan Ayna. Bukan apa-apa ia hanya tidak mau membantah ucapan gadis itu, biarkan Ayna berbuat sesukanya selagi itu masih wajar dan di batas aman bagi Marvel. Ia tidak mau gadis itu merasa tidak bebas karenanya.
Ay itu unik, gue suka cara bicaranya, gue suka tingkah lakunya, dia spesial dan sempurna karena Ay baik, ramah, dan gak banyak menuntut apapun, itu yang buat gue tertarik dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]
Teen FictionAyna Amarissa, gadis yang memiliki wajah imut dan cantik yang berasal dari panti asuhan yang berada di perdesaan. Saat usianya mulai memasuki 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yang ada...
![EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]](https://img.wattpad.com/cover/375087704-64-k752409.jpg)