HAPPY READING NAEBIES
***
Zeline menghampiri Marvel dengan wajah bingung. Ia meraih tangan Marvel, cowok itu langsung menoleh ke arah Zeline setelah melihat mobil Grey menjauh dari rumahnya.
"Kamu kenal Ayna? Apa jangan-jangan kamu pacarnya Ayna?" Tanya Zeline.
Marvel memijit pelipisnya, kepalanya tiba-tiba terasa sakit. Marvel mengangguk.
"Ayna pacar aku," jawabnya jujur.
Zeline menutup mulutnya karena terkejut. Ia menunduk. "Maaf aku gak tau kalo kamu pacar Ayna. Pasti Ayna kecewa banget sama aku."
Marvel menggelengkan kepalanya. "Dia kecewanya sama aku, kamu gak usah minta maaf."
Zeline menatap Marvel. "Gimana aku gak ngerasa bersalah, aku cerita semua ke Ayna termasuk perasaan aku ke kamu Marvel."
"Tapi tolong jujur, kamu juga ada perasaan sama aku kan?"
****
Grey memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. Gadis itu menoleh ke arah Ayna. Sahabatnya itu tidak menampilkan keceriaan sama sekali. Dari tadi malam Ayna hanya menangis dan terdiam. Grey ingin menghibur Ayna. Tapi Ayna terlebih dulu bilang kalau ia butuh waktu sendiri.
"Na kita udah sampai" ucap Grey menyadarkan Ayna dari lamunannya.
"Oh udah sampai ya Grey."
Grey mendengus. "Nggak Na, belum sampai. Kita masih di jalan! Please ya Na, jangan melamun mulu. Lo mau kesambet sama kunti sekolah hah?!"
Ayna menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Gak mau."
"Yaudah jangan melamun, nanti gue beliin Lo permen sebungkus."
Senyum Ayna langsung mengembang detik itu juga. "Boleh banget Grey, kebetulan aku udah gak punya permen lagi hari ini."
"Tapi ada syaratnya, Lo harus ceria. Jangan kelihatan galaunya apalagi di depan Marvel, karena kita sebagai seorang perempuan gak boleh terlihat lemah. Karena nanti para laki-laki akan seenaknya, u know Ayna?"
Ayna mengangguk. "Iyaa Grey, aku ceria."
Mereka berdua keluar dari mobil di sambut oleh Arzhel dan Nolan yang menghampiri dan menyapa mereka.
"Varro belum mau masuk sekolah juga? Padahal beberapa bulan lagi kita naik kelas loh" tanya Grey.
Nolan menggelengkan kepalanya. "Bagi keluarga Varro mah gampang ngurus begituan apalagi sama orang yang mata duitan. Di lompatin langsung lulus SMA juga bisa."
Grey tertawa, "iya juga ya."
"Candy girl-nya Marvel kenapa? Gue perhatiin mata Lo sembab kayak habis nangis satu malam," tanya Arzhel yang sedari tadi memperhatikan Ayna.
"Nggak kenapa-napa kok, aku lagi kangen sama ibu aja di kampung."
Arzhel mengangguk paham, lalu merangkul Ayna. "Kangen sama orang tua itu wajar, yang gak wajar itu kangen sama pacar orang," ucap Arzhel melirik ke arah Nolan dengan wajah songong.
Nolan melotot tidak terima, "nyindir gue Lo?!" Sungutnya.
"WHAT! LO SUKA SAMA PACAR ORANG LAN? GILAA!" Pekik Grey.
"Awas lu ye Zhel, gue geprek sepeda ontel kesayangan Lo itu!" Kesal Nolan.
Tiba-tiba suara motor sport masuk dan berhenti di sebelah motor Arzhel dan Nolan. Marvel melepas helmnya lalu turun dari motor. Melihat Marvel yang berjalan ke arah mereka Ayna langsung melenggangkan pergi begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]
Roman pour AdolescentsAyna Amarissa, gadis yang memiliki wajah imut dan cantik yang berasal dari panti asuhan yang berada di perdesaan. Saat usianya mulai memasuki 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama yang ada...
![EQUAL LOVELY [MARVELAYNA]](https://img.wattpad.com/cover/375087704-64-k752409.jpg)