Aku baru sadar kalo terakhir update itu tahun 2024?! Hahahaha time flies
Tapi ya udah, pengen lanjutin cerita ini aja siii hihihi
Selamat membaca~
***
Terbangun dengan berada di dalam dekapan Gu Won sudah seperti menjadi hal yang biasa Do Hee lakukan. Bagaimana tidak terbiasa jika Gu Won selalu menarik Do Hee ke dalam dekapannya sebelum mereka tertidur? Tapi, anehnya, Do Hee bahkan tidak menolak akan hal itu. Do Hee juga menikmati kehangatan yang diberikan oleh pria yang memiliki perawakan yang jauh lebih besar darinya itu.
Do Hee sudah terlanjur nyaman dengan aroma rumput segar dengan dipadukan dengan aroma bebatuan dan kayu ditambah citrus segar yang selalu menemani pagi dan malam harinya selama beberapa hari ini.
Aroma Gu Won.
Aroma yang Do Hee pikir sangat cocok dengan kepribadian pria itu yang begitu tenang, elegan, maskulin, dan grounded. Aroma yang sanggup membuatnya enggan untuk berpaling dari kungkungan pria itu. Aroma yang membuat Do Hee ingin selalu berada di dekapan suaminya. Tetapi, ketika Do Hee berniat kembali memejamkan mata, dering alarm dari ponselnya membuat Do Hee bergegas mengambil ponsel yang ada di atas nakas itu dan mematikannya.
Do Hee menghela napas berat sebelum menyingkirkan tangan Gu Won yang masih melingkar di pinggangnya dengan perlahan dan berniat turun dari ranjang. Tetapi, saat Do Hee baru saja ingin duduk, sebuah tarikan kuat membuat Do Hee kembali berbaring.
"Ini sudah pagi," ujar Do Hee sambil memberi jarak pada tubuhnya yang kembali berada di dekapan Gu Won. "Aku harus segera ke rumah ibu untuk membantunya menyiapkan acara untuk nanti malam," Gu Won bergeming. "Apa kau tidak ada pekerjaan yang harus kau selesaikan?" Gu Won tidak menjawab. "Golf?"
"Apa aku harus selalu memiliki kegiatan?" tanya Gu Won dengan suara parau.
Do Hee tersenyum kecil. "Hari di mana kau bisa bersantai adalah hari di mana dunia tidak baik-baik saja, apa kau tahu itu?"
"Maka biarkan dunia ini tidak baik-baik saja selama beberapa saat karena aku hanya ingin tidur sedikit lebih lama sambil memeluk istriku." jawab Gu Won sambil menarik Do Hee ke dalam dekapannya.
Do Hee yang kini sudah kembali ke dalam dekapan Gu Won benar-benar tidak bisa berkutik. Do Hee tidak tahu apa dan mengapa Gu Won bisa menjadi seperti ini. Oh, anggap saja Do Hee sedang tidak waras. Tapi, ada satu hal yang Do Hee tahu, ia sama sekali tidak keberatan tidur sedikit lebih lama dengan posisi berada di dekapan Gu Won seperti ini.
***
"Aku rasa kita tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini." ujar Gu Won yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
"Kita tidak melakukan hal-hal seperti ini setiap hari," jawab Do Hee sambil memeriksa barang-barang yang sudah diletakkan para pelayan di bagasi mobil Gu Won. "Tidak ada salahnya kita melakukan hal kecil seperti ini untuk orang tua kita."
Gu Won tidak menjawab dan memilih menutup pintu bagasi mobil setelah Do Hee selesai dengan urusannya. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. "Kita mengambil kue untuk ibu terlebih dahulu." ujar Do Hee yang diiyakan secara singkat oleh Gu Won.
Lamborghini Urus itu kemudian melesat membelah jalanan ibu kota yang cukup padat mengingat ini adalah akhir pekan. Tak lama mobil itu berhenti di depan sebuah toko kue, Do Hee bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam toko kue itu.
"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?"
"Selamat pagi," jawab Do Hee dengan ramah. "Aku ingin mengambil pesanan atas nama Hera."
KAMU SEDANG MEMBACA
Once Again
RomanceDo Hee hanya ingin hidup tenang setelah banyak hal yang terjadi di hidupnya. Tapi, sayangnya, takdir berkata lain karena ia harus menghadapi satu-satunya pilihan yang bisa ia ambil di mana ia harus memilih untuk menikah dengan laki-laki yang sangat...
