14 - Di Bawah Sorotan

123 14 3
                                        

Selamat membaca~

***

Sebuah mobil Roll Royce Phantom hitam mengilap berhenti tepat di depan tangga marmer hotel bintang lima tempat gala diselenggarakan. Deretan lampu kristal yang menggantung di langit-langit lobi memantulkan cahaya ke karpet merah yang sudah dipenuhi kilatan kamera bahkan sebelum pintu mobil benar-benar terbuka.

Suara riuh itu terdengar teredam dari dalam kabin. Nama Gu Won dan Do Hee sudah disebut-sebut.

Gu Won turun dari mobil terlebih dulu. Sepatu hitamnya menyentuh karpet merah dengan langkah stabil, bahunya tegak, ekspresinya tenang seperti biasanya. Tidak tergesa. Tidak mencari-cari kamera. Tidak juga menghindarinya.

Flash pertama menyilaukan mata. Lalu puluhan lainnya menyusul.

"Menteri Jung! Ke sini!"
"Menteri Jung, satu pose!"
"Menteri Jung, bagaimana persiapan program malam ini?"

Gu Won tidak langsung menjawab. Ia berbalik sedikit, mengulurkan tangan ke dalam mobil.

Dan Do Hee muncul.

Gaun olive gelap itu jatuh mengikuti langkahnya saat ia keluar dengan gerakan terukur. Satu bahunya terbuka, garis lehernya bersih di bawah cahaya lampu, rambutnya yang tersanggul rapi mempertegas siluetnya. Ia tidak tersenyum lebar. Hanya senyum tipis yang cukup untuk terlihat anggun tanpa terkesan dibuat-buat.

Suara kamera berubah. Bukan hanya cepat—tapi lebih intens.

"Itu istrinya?"
"Cantik sekali..."
"Look here, Mrs. Jung!"

Gu Won merasakan jemari Do Hee menyentuh telapak tangannya. Refleksnya cepat.

Ia menggenggam tangan Do Hee. Sedikit lebih erat dari protokol formal.

Dan untuk sepersekian detik, sebelum mereka mulai berjalan menaiki tangga, Gu Won menunduk tipis—cukup dekat untuk berbisik tanpa terlihat mencolok. "Tatap lurus. Jangan terlalu lama ke kiri, media ekonomi ada di sana."

Itu instruksi.

Tenang.

Do Hee tidak menoleh padanya. Tidak perlu. Ia mengangguk sangat tipis.

Mereka mulai berjalan.

Langkah mereka selaras. Tidak terburu-buru. Tidak juga lambat. Seolah sudah dilatih bertahun-tahun, padahal ini baru penampilan kedua mereka sebagai pasangan resmi di ruang publik.

Seorang wartawan wanita mendorong mikrofon sedikit lebih maju.

"Menteri Jung! Apakah kehadiran Nyonya Jung malam ini akan menjadi bagian dari citra baru kementerianmu?"

Beberapa kepala menoleh. Pertanyaan itu terdengar ringan—tapi tidak sepenuhnya netral.

Gu Won berhenti.

Tidak lama.

Hanya cukup untuk menunjukkan bahwa ia memilih menjawab. Ia melirik sekilas ke arah Do Hee sebelum kembali menatap lurus ke arah kamera.

"Istriku tidak pernah menjadi bagian dari citraku," jawab Gu Won dengan tenang. "Istriku adalah bagian dari hidupku."

Hening sepersekian detik. Kemudian beberapa kamera berbunyi lebih cepat.

Do Hee merasakan jantungnya berdetak satu ketukan lebih keras dari biasanya. Namun wajahnya tetap tenang, senyumnya tidak berubah.

Wartawan lain mencoba bertanya. "Menteri Jung, ada yang mengatakan pernikahanmu hanya untuk memperkuat posisi politik keluarga besar—"

Once AgainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang