•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Farel Elang Giandra
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
.
.
.
.
.
...
setelah acara pelukan itu kini mereka berada di ruang tamu dengan Gibran yg terus memangku Farel yg sedari tadi merengek ingin tidur padahal ia ingin main game dengan temannya,
tapi Gibran tetep kekeuh dengan pendiriannya ia masih kangen sama adenya,ia bersyukur adenya ga marah dengan prihal masalah tadi pagi,
"abang lepas El ngantuk mau tidur"rengek Farel akal-akal lan saja ia bener' ingin main game karna sudah lama ia tidak main game semenjak tinggal di mansion Giandra
"bang lepas kasian dia mau tidur katanya,kalau ga mau di lepasin kita pulang"ancem Viktor dan ya berhasil Gibran melepaskannya walau sebenarnya ia tidak rela.
setelah terlepas Farel tersenyum ke arah mereka semua dan masuk ke kamarnya di mansion Alaska,banyak kamar di mansion tiga lantai ini
setelah Farel masuk kamarnya yg berada di lantai dua ia menguncinya biar ga ada yg ganggu toh kamarnya kedap suara jadi ga akan ada yg bisa dengar ia main game.
Setelah Farel ngilang Gibran nyender ke pundak Viktor,ya Viktor terima aja karna udh biasa Abang sulung seperti ini, Gibran manja hanya dengannya saja,sama seperti Andres yg selalu manja ke Leon
'jangan kaget ya gess ini bukan cerita bl kok cuman sodara yg manja sama adeknya atau sepupunya aja,jadi yg ga suka mereka manja bilang sama gua ya mungkin ada adegan dikit aja ga lebih hehehe,"
"kita boleh numpang di sini ga semaleman"tanya Viktor karna ia tau jika Gibran sesuatu,jika tidak di ikuti ia akan marah ke dirinya karna menolak kemauan pemuda itu.
"oh ya gpp bang di sini juga banyak kamar tamu.cuman sisa di lantai tiga soalnya lantai satu sama dua udh penuh ga papa kan bang."ucap Devan dengan senyum manis nya karna ia yakin temennya pada ga mau ngomong karna males.
dan hal itu membuat seseorang mengeraskan rahangnya menatap ta suka saat Devan senyum ke orang lain.
"iya gpp makasih ya,maaf ngerepotin kalian karna kehadiran kita."ucap Viktor karna Gibran sedari tadi cuman liatin aja dengan tangan yg di masukin ke baju belakang Viktor.
"slow aja bang anggap aja rumah sendiri"ucap Alex dengan senyum ramahnya dan hal itu pula membuat seseorang mengepalkan tangannya biasa cemburu.
"iya kalo gitu kita ke atas dulu ya"ucap Viktor dan menarik tangan Gibran yg hanya mengekori dari belakang.
setelah Gibran dan Viktor ilang dari lift Devan langsung di tarik paksa oleh seseorang di sampingnya menuju lantai dua temepnya kamar Devan.
ta jauh beda Alex merasakan hal yg sama ia juga di tarik paksa menuju lantai dua ke kamarnya,meski ia sudah memberontak namun ia malah di angkat bak karung beras.
kita tinggalkan mereka kita ke pasangan adek kakak ini
saat ini Viktor sedang bermain hp dengan Gibran yg masuk ke dalam bajunya sedang mainin perut six pack nya walau tidak terlalu six pack sih.
(posisinya tuh gini Viktor sedang bersandar di kepala ranjang dan Gibran yg menindih Inya dengan kepala yg di masukan)
ta lama kepala yg berada di dalam baju Viktor keluar dan malah menyembunyikan kepalanya di lehernya dan Viktor tidak mempermasalahkan itu,ia tetep pokus pada hpnya karna ia sedang melihat apa ada pasien darurat,
KAMU SEDANG MEMBACA
FAREL
RandomIni cerita pertama author ya gesss tentang anak bungsu sorry yee banyak typo nya hehehe,yg masih di bawah umur jangan ya dek yaa dan juga pasti buat kalian lumayan bosen tapi gua yakinin kalian bahwa di atas bab 40 bakal lebih bagus kok percaya Ama...
