•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Farel Elang Giandra
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
.
.
.
.
.
...
disinilah mereka depan pintu kamar bungsu Giandra,ya mereka sedang usaha untuk membujuk Farel agar mau membuka pintunya kamarnya.
"baby buka dong pintunya kamu kan belum makan apa' sayang"sedari tadi Kiara terus membujuk Farel untuk membuka pintu kamarnya
"El tidak lapar"tariak Farel
meraka yg mendengar teriakkan Farel jadi sedikit emosi ingat hanya sedikit karna mereka takut magh Farel kambuh bisa bahaya,
"baby buka sebelum Abang rusakan pintu ini,"ucap Gibran dengan dingin membuat suasana di sana menjadi mencengkram apa lagi Tatapan tajam Gibran membuat semuanya merinding.
Farel yg mendengar itu ingin membuka namun takut ia takut Abang ke 1 nya marah,karna selama ini Gibran ga pernah marah dengan Farel.
"Samapi hitungan tiga kau tidak membuka pintunya abang akan dobrak."ancam Gibran yg mulai geram.
sedangkan el masih bingung dengan dia masih kesel dengan kejadian di meja makan tapi dia juga takut sama abang' nya,
"satu"Gibran memulai menghitung
"dua"
"tiga"
"abang dobrak ya sekarang jika kamu tidak ingin membukanya"ucap Gibran siap' ingin mendobrak pintu itu padahal pintu itu tidak bisa terbuka.
walaupun itu pintu tidak kedap suara jika di dobrak 3 orang tidak akan bisa tapi jika 7 sampai 10 orang baru bisa
saat akan mendobrak pintu itu tiba' terbuka muncullah kepala seseorang yg mereka tunggu sedari tadi dengan muka keselnya,mempersilakan mereka masuk
mereka yg melihat muka kesel Farel merasa terhibur,dan melangkah memasuki kamar bernuansa Doraemon,dulu di ganti karna keinginan Farel
ingat semua keinginan Farel pasti mereka turuti ingat ini Farel.
"baby makan dulu ya mommy suapi ya..."ucap Kiara dan memulai menyuapi putra bungsunya namun Farel tidak bergeming sedikitpun.
"apa kalian tidak marah dengan sikap El yg kekanakan"bukanya menerima suapan bungsu Giandra malah merontarkan kata yg sangat tidak masuk akal.
semua menatap bingung Farel yg menundukkan kepalanya,kiara bahkan menaruh kembali sendok kedalam piring yg ada nugget kesukaan Farel.
"baby apa yg terjadi kenapa kau mengatakan itu hm..."tanya Viktor pada Adik bungsunya,ia merasa tidak beres dengan adik bungsunya ini.
"El takut bang.."ucap Farel pelan tapi masih bisa di denger oleh mereka semua karna situasi masih sangat hening.
mereka di buat semakin bingung kenapa dengan bungsu Giandra ini,apa yg ia takuti mereka jadi penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAREL
RandomIni cerita pertama author ya gesss tentang anak bungsu sorry yee banyak typo nya hehehe,yg masih di bawah umur jangan ya dek yaa dan juga pasti buat kalian lumayan bosen tapi gua yakinin kalian bahwa di atas bab 40 bakal lebih bagus kok percaya Ama...
