BAB 36

1.9K 87 9
                                        

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Farel Elang Giandra

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
.
.
.
.
.

...

di pagi hari ini tepatnya Mansion Williem

suasana yg seharusnya cerah ini di ganti dengan suasana sunyi dan aura mencengkram yg di keluarkan oleh anggota keluarga ini.

kini sudah masuk 3 hari remaja yg memiliki pipi chubby itu pergi dari Mansion ini,Mansion yg seharusnya hidup ini kembali seperti dulu.

entah lah mereka kembali seperti dulu seperti ta semangat hidup,bisa para pekerja liat para Tuan dan Tuan muda mereka yg tampaknya ta bersemangat.

bisa mereka liat kantung mata Tuanya yg menggelap muka nya yg ta bersemangat dan juga seperti patung tanpa ekspresi.

sudah 3 hari bungsu Williem pergi dan 3 hari pula para Tuanya yg sibuk dengan kerja dan sekolah mereka,bahkan ada beberapa yg tidak tidur karna tidak bisa.

para pekerja hanya bisa membatin seperti bilang"baru juga mereka di tinggal 3 hari, bagaimana jika ditinggal 1 bulan, ckckck"batin para pekerja.

"Abang vano kia mau ayam"suara yg di imut' kan oleh Azkia membuat anggota keluarga menatap tajam,hay ayolah mereka sedang rindu dengan si pipi chubby jangan rusak mood mereka.

Azkia yg jadi pusat perhatian menjadi salah tingkah,ia berfikir apa keluarganya mulai tertarik dengannya,namun suara seseorang membuat fikiran nya harus musnah begitu saja.

"seluruh tubuhmu masih lengkap,ambil sendiri jalang"bukan vano yg bersuara tetapi Vian yg menatapnya tajam.

"lagian kau mau sekolah atau nge jalang,"suara dingin milik Gilang langsung membuat semua orang melihat pakaian Azkia yg ketat.

baju seragam yg di kecilin rok yg di kecilin menjadi sampai paha atas yg tadinya selutut,emang dasarnya udh jadi jalang Mereka yg menatap Azkia dengan rasa jijik.

"orang sepertimu pantes nya Mati"suara dingin milik Andres membuat atensi mereka menatapnya dengan senyum kecil,seolah berkata ini baru keturunan Giandra.

"bang Andres kalo ngomong suka-"ucapan Ikbal terpotong oleh Leon

"Bener"kata yg keluar dari mulut Leon membuat semua menatapnya terkejut,karna dari Azkia datang ke keluarga Giandra Leon satu' nya yg tidak berkomentar.

namun entah kenapa sejak adek bungsu nya pergi ia jadi membenci gadis tersebut,bukan hanya benci ia juga ingin sekali membunuh gadis tersebut.

sedangkan Azkia yang mendengar ucapan Leon membuatnya menatap tak percaya,karena selama ini ia merasa Leon telah menerimanya sebagai adiknya,namun itu semua hanya karangannya saja.

kini aura di ruang makan semakin mencengkram semua sibuk dengan pikirannya masing',tepatnya mereka memikirkan bungsu Williem yg sudah 3 hari ini tidak pulang Mereka rindu dengan buntalan kecil tersebut.

hingga mereka dikagetkan dengan seseorang yang berteriak dari pintu depan Mansion,karena terlanjur penasaran mereka memilih nyamperin suara tersebut.

"HALO SEMUA....AKU KEMBALI"teriakan itu yang membuat anggota keluarga Giandra terkejut rasanya Mereka ingin memukul orang yang berteriak di Mansion Williem.

saat mereka sampai di ruang tamu Mereka melihat remaja yang mereka rindukan kembali ke Mansion ini.

"Mommy tidak...kangen El"suara lembut tersebut membuat mereka tersadar dari lamunan nya,Kiara dengan cepat berlari ke arah putranya dan meng gendongnya.

FARELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang