•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Farel Elang Giandra
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
.
.
.
.
.
...
Viktor yg melihat mobil orang taunya nambah cepat langsung menaiki kecepatan motornya,ia takut terjadi apa' oleh adiknya bahkan ia melewati mobil yg di tumpangi Williem dan Kiara untuk menuju rumah sakit.
saat sampai rumah sakit bisa ia liat 8 suster dan 1 dokter yg bernama Ryan,Ryan adalah dokter pribadi keluarga Giandra jika tidak ada Viktor.
Viktor bodo amat ia harus Fokus ke adek bungsunya,yg butuh pertolongan nya,ta berapa lama kemudian mobil yg ditumpangi Williem dan Kiara sampai.
dengan cepat Viktor dan beberapa suster mendorong brangka ke arah mobil Williem,bisa Viktor liat tubuh adeknya yg sudah tidak sadarkan diri.
bibir yg sudah membiru,wajah yg sangat pucat,dan tubuh yg mulai kaku dengan cepat Viktor dan para suster mendorong cepat brangka menuju ruang ICU.
ta lama mobil yg ditumpangi seluruh anggota keluarganya sampai semua anggota keluarga keluar dari mobil masing',dengan wajah pucat nya.
dan ta lama juga mobil yg ditumpangi Gibran datang, mereka keluar dari mobil dengan muka suramnya mendekat ke williem.
"dimana baby..."tanya Erick pada Williem yg hanya menatap dirinya dengan tatapan kosong,
"Williem Abang tanya dimana baby"suara dingin Erick dan aura yg dikeluarkan nya sangat amat mencengangkan,membuat siapa saja merinding.
"ICU"jawab Williem pelan.
mereka yg mendengar jawaban dari Williem ingin cepat' ke tempat ICU namun di hentikan oleh asisten Williem yg membuat mereka menggeram marah.
"Maaf tuan besar nyonya besar tuan muda,menggangu waktu kalian,saya ingin memberi tau bahwa Mansion tuan Williem di serang oleh musuh."ucap Luther dengan muka datarnya.
semua yg mendengarnya langsung saling lirik dan menganggukkan kepalanya,ok mungkin sekarang perang akan di mulai,namun kenapa di waktu yang tidak tepat.
"siapkan lima anggota inti dan 100 anggota M di mansion dan siapkan 500 anggota inti di sini bagi beberapa di dalam dan di luar."ucap Williem pada Luther,dan Luther hanya mengangguk.
"Gibran,Fiat,Ikbal,Vino,Ziyo dan Juan kalian di sini jaga Oma,Mommy,Mama dan Mami di sini."ucap Williem dingin pada anak dan keponakannya.
semua menganggukkan kepalanya mengerti,Williem mendekat ke Kiara untuk pamit menuju Mansion nya ia yakin pasti musuh yg dulu datang kembali.
"sayang aku ke Mansion dulu ya...aku yakin pasti penyerangan ini ga seperti biasanya."ucap Williem pada sang istri yg menatapnya khawatir.
Kiara hanya bisa menganggukan kepalanya ia tidak bisa berbuat apa-apa ini juga buat keselamatan keluarganya,dan juga putra bungsunya yg sekarang sedang tidak baik' saja.
"iya tapi janji jaga diri kmu dengan baik ok,aku ga mau kmu terluka sedikitpun"ucap Kiara dengan suara kecil,
William hanya menganggukan kepalanya ia tau istrinya khawatir padanya namun ia juga harus melakukan kewajibannya untuk menjaga kelurganya.
apa lagi putra bungsunya yg saat ini sedang tidak baik' saja,pasti jika bangun ia akan mencari Kiara jika di inget ia seperti sosok ayah yg gagal menjaga anaknya,apa lagi ia melihat depan matanya bungsu yg ia jaga di tembak oleh orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAREL
LosoweIni cerita pertama author ya gesss tentang anak bungsu sorry yee banyak typo nya hehehe,yg masih di bawah umur jangan ya dek yaa dan juga pasti buat kalian lumayan bosen tapi gua yakinin kalian bahwa di atas bab 40 bakal lebih bagus kok percaya Ama...
