Flashback Kisah Jensoo-1

1.1K 140 21
                                        

Pagi sekitar jam 8 pagi kelas 12 mengadakan kuis untuk pertengahan semester mereka. Suasana yang begitu sunyi tanpa ada suara gaduh seperti biasanya. Hanya ada suara kecil yang terdengar entah mereka yang sedang menulis atau membalikan kertas untuk dibaca dan dijawab.

Tapi

Ada satu kursi kosong yang tidak ditempati oleh siswa, Siswa yang jarang datang untuk belajar siswa yang tidak peduli dengan kuis yang tengah terjadi diantara teman-temannya.

"Dimana Kim Jisoo? " Suara guru itu menghentikan kesunyian yang terjadi.

Ketua kelas mereka mendongkak dari fokusnya, "Dia tidak datang bu-- "

Clekk..

Semua menoleh ada seseorang yang baru membuka pintu kelas mereka. Gadis dengan pakaian tidak tapi sambil memegang helm dan memasuki kelas tidak menghiraukan tatapan semua orang padanya.
Jisoo. gadis yang langsung masuk dan mengambil kertas kuis dan duduk di kursi tempat kosong tadi.

Mungkin jika siswa lain mereka akan segan bahkan tidak akan berani masuk kelas karena terlambat, Tapi, Ini Kim Jisoo. Siapa yang tidak kenal dengan Jisoo yang dingin dan tak tersentuh dan menjadi siswa yang tidak dapat diatur oleh siapapun, Tapi Jisoo memiliki kelebihan yang tidak semua orang miliki dan dari kelebihannya itu dia menjadi kesayangan oleh beberapa guru dan menjadi pegangan Jisoo untuk melakukan semua sesukanya.

Suara bangku bergeser terdengar dan sudah bisa ditebak suara itu berasal dari kursi Jisoo.

Jisoo berdiri memegang kertas yang sudah dia isi. Dan hal inilah yang membuat Jisoo disayangi beberapa guru karena kepintarannya. Jisoo memang tidak bisa diatur tapi jika soal kepintaran Jisoo tidak punya saingan.

Karena Jisoo lebih dulu keluar dari teman-temannya yang lain jadi Jisoo memutuskan untuk menunggu mereka dikantin tempat biasa Jisoo duduk. Tatapannya lurus kedepan aura yang dia keluarkan menjadi kekuatan dan tembok yang tidak bisa sembarang orang dekati menjadi faktor utama seorang Kim Jisoo terkenal sangat susah diajak untuk berteman.

Sejak kematian ayahnya Jisoo yang dulu ceria sekarang berubah drastis, Jisoo yang periang sekarang menjadi pendiam. Keadaan sangat mendorong Jisoo untuk berubah seperti orang lain.

Jisoo lirik meja sebelah tempat seorang gadis duduk sendirian dengan buku yang sedang dia baca.

Fokus Jisoo terbagi saat gadis lainnya datang menggeser tempat kosong disampingnya.

Rose aka Chaeyoung.

Sabahat kecil Jisoo yang tau apapun tentang Jisoo, dan sekaligus yang selalu menemani Jisoo saat masa-masa terpuruk itu datang.

Senyum Jisoo berikan untuk sahabatnya.

"Kamu udah dari tadi disini? " Jisoo menggeleng. "Udah pesen makan? " Sekali lagi Jisoo menggeleng.

Rose lalu berdiri memesan makanan dan minuman untuk mereka. Jisoo begitu merasa tercukupi karena sosok Rose dan Sahabat-sahabatnya yang lain tidak pernah meninggalkannya dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Tidak lama siswa lain sudah mulai memenuhi area kantin, sedikit demi sedikit kantin itu mulai penuh, begitupun dengan meja Jisoo yang sudah ditempati full oleh teman-temannya.

Love and HateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang