Suara tembakan itu membuat telinga Jisoo berdenging, Dia yang awalnya menunduk melindungi Jennie sekarang tiba tiba merasa panik, Tubuhnya baik baik saja, Dan untuk Jennie, Jisoo dekap kuat tubuh yang dia peluk.
"Chaeng!!! "
Jisoo balikkan tubuhnya. Matanya menangkap tubuh Rose yang kaku ditanah. Bukan, bukan Jisoo atau Jennie yang tertembak, Tapi Rose lah yang menahan peluru yang akan Taehyung tembakan untuk Jisoo dan Jennie.
Suara tambakan lain berbunyi dan itu benar benar melumpuhkan Taehyung tepat di dadanya. Sudah bisa dipastikan bahwa Taehyung sudah mati saat itu juga.
"Chaeng!! " Lisa datang memeluk Rose yang terlihat lemah.
Jisoo merangkak karena posisi Rose yang tidak jauh darinya, "Chaeng..chaeng!! bertahan!! " Air mata Jisoo jatuh. Sedangkan Lisa sudah menangis sedari tadi. "Wendy! Ambulance! " Teriakkan Jisoo begitu menggema.
Sebelumnya, Saat semuanya berusaha menyelamatkan Jisoo dan membawa semua anggota Taehyung yang sudah Jisoo habisi, Tidak ada yang mengira bahwa Taehyung mengikuti Jisoo untuk menemui Jennie, Mereka terlalu sibuk mengurus hal lain sampai melupakan bahwa Taehyung masih ada.
Rose yang melihat Taehyung membuntuti Jisoo sambil membawa pistol langsung berlari sekuat yang dia bisa untuk menahan tembakan Taehyung agar tidak mengenai mereka dan membiarkan dirinya yang tertambak, Ini bukan semata mata Rose mengaja tapi dia benar benar berniat untuk meminta maaf pada Jisoo dan Jennie bahwa karenanya semua ini terjadi, Rose juga berharap bahwa mereka memaafkan Rose baik dia selamat atau tidak.
Mereka semua menuju rumah sakit. Rose langsung di tangani oleh Wendy, Peluru yang menembus tubuhnya harus segera dikeluarkan dengan cara operasi. Sedangkan, Jisoo tidak ditangani dia menolak dan akan bersedia diobati jika Rose sudah dinyatakan baik baik saja.
"Jennie, minta Jisoo untuk segera mengobati lukanya, dia bisa kehabisan darah " Joy meminta saat dia memastikan tidak ada luka serius pada Jennie.
Joy dan Jennie menatap Jisoo yang sedang memeluk Lisa menenangkan. Lisa terisak dan terus menyalahkan dirinya yang dengan tega berkata kasar padanya. Jisoo juga mengakui itu, sebelum ini Jisoo sempat memaki Rose dengan pedas bahwa jika terjadi sesuatu pada Jennie, Rose akan dalam masalah besar.
Saat sedang duduk sendirian dan menundukan kepalanya, Jennie datang dan berjongkok didepannya. Mata mereka bertemu, Jisoo menangis saat melihat Jennie yang sedang menghapus air matanya.
"Chu.. " Jennie hapus air mata Jisoo, "Berhenti nyalahin dirimu, Chu... kamu gak salah "
Jisoo satukan kedua tangan Jennie dan menangis disana. "Aku takut..semua ini karna aku--aku terlalu egois sampai ga dengerin penjelasan Chaeyoung-- "
"Iya sayang, iyaa. kamu jangan nyalahin diri kamu terus hmm " Jennie hapus air mata Jisoo yang mengalir, tapi air matanya ikut mengalir juga, mereka menangis bersama.
"Sekarang kita harus berdoa untuk Chaeyoung "
Setelah dirasa Jisoo cukup tenang, Jennie kemudian mengajak Jisoo untuk mengobati lukanya dia tidak ingin semakin lama Jisoo disana semakin banyak darahnya yang keluar.
Dibantu Joy dan ditemani Jennie cukup membuat Joy cepat menyelesaikan tugasnya.
"Ada lagi yang kamu rasa? " Jisoo menggeleng. "Jangan sampai kena air dulu, besok aku akan ganti lagi perbannya "
Jennie membantu Jisoo memasang pakaiannya, Sedangkan Joy membersihkan alat alatnya.
Ryujin datang mencari Jisoo.
"Ji " Jisoo Jennie dan Joy menoleh, "Polisi datang mencarimu, mereka butuh keterangan atas insiden yang terjadi "
"Dimana mereka? "
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Hate
RomantikJisoo dan Jennie dulunya adalah sepasang kekasih diidolakan banyak orang, Sampai suatu ketika masalah muncul yang membuat keduanya putus dan salah satu dari mereka enggan mempunya hubungan apapun lagi mau itu dalam bentuk pertemanan sekalipun. "Plis...
