Seperti yang Jennje janjikan pada adiknya bahwa adiknya harus mempercayainya saja dan kembali fokus pada sekolahnya dan kehidupannya lagi, Biarkan dia yang akan berurusan dengan Jisoo.
Seperti saat ini kedua saudara itu tengah bercanda di meja makan sambil menunggu Mama Chaerin membuat sarapan.
"Inikan bagus jadi mama enak bikin sarapan kalo kalian juga sudah baikkan " Kata Mama Chaerin sambil membawa sarapan untuk kedua anaknya.
"Biasalah mah, urusan anak muda jadi mama ga boleh tau "
"Terserah adek lah, yang penting anak-anak mama sudah baikkan " Katanya, "Kak kamu hari ini sibuk tidak? "
Jennie berpikir sebentar, Hari ini dia tidak terlalu sibuk, Dia hanya akan ke Agensinya lalu tidak ada jadwal lagi. "Ngga terlalu sih mah, Emang kenapa? "
"Antar mama yaa " Ucap Mama Chaerin.
Sambil menyuapkan roti kedalam mulutnya Jennie berkata, "Mau kemana? "
"Mama ada janji sama Tante Dara, Tapi Papa belum datang terus supir kita juga isin hari ini "
Ruka dan Jennie saling tatap. Bukankah ini suatu kebetulan?
"Bisa banget mah bisa banget malah " Jennie semangat.
Jennie bersumpah moodnya sangat bagus hari ini, Dia dan Ruka sudah berbaikkan, Ditambah lagi permintaan sang Mama yang meminta ditemani untuk pergi dimana dia akan bertemu dengan Mami Jisoo.
Waktu berlalu sangat cepat, Saat ini, Jennie dan Mama Chaerin sudah sampai di tempat janjian mereka. Jennie benar-benar mempersiapkan dirinya untuk bertemu Jisoo, Jennie seratus persen yakin jika Mami Dara akan membawa Jisoo bersamanya, Dan Jisoo juga tipikal tidak akan membiarkan Mami nya pergi sendiri jika dia masih bisa menemaninya.
Sambil menunggu Sandara, Jennie beberapa kali berkaca untuk melihat apakah penampilannya masih bagus atau ada yang kurang.
"Kalau kaca itu bisa bicara dia sudah mengeluh " Sindir Mama Chaerin. "Lagipula kenapa kamu berkaca terus sih, Mama bosan liatnya "
"Mama, Akutuh bakal ketemu calon mantu mama jadi aku harus keliatan cantik "
Mama Chaerin memutar matanya malas, "Memangnya kamu yakin Jisoo ikut mami nya kesini? "
Jennie mengangguk yakin, "Iyalah mah, Akutuh punya filling yang kuat kalo Jisoo sama aku bakal ketemu "
"Gimana kalo Jisoo bawa cewe? Maybe pacarnya mungkin "
Jennie menatap Mama Chaerin malah, Mood nya sedang bagus jangan sampe rusak karena perkataan mama nya, "Mah jangan bikin aku down dong "
"Iya iya- Eh itu mereka datang " Mama Chaerin berdiri dari duduknya saat Mami Jisoo mendekat ke meja nya.
Seperti dugaan Jennie, Jisoo memang ikut bersama dengan Mami nya.
Jisoo menggunakan pakaian yang cukup santai, Celana Jeans Robek, Baju kaos hitam, Jaket Kulit hitam dan kacamata yang melekat dimatanya.
Shes perfeck
Jennie sampai di bangunkan dari lamunannya karena terpesona dengan Jisoo.
Jisoo sendiri? Dia kaget. Jika dia tau Jennie akan ikut dia tidak akan repot-repot mengantar Mami nya untuk bertemu dengan Mama Chaerin disini.
"Hai, Kalian sudah lama? " Mami Sandara berkata sambil memeluk Mama Chaerin.
"Belum lama Mba " Balasnya.
Mami Sandara lalu memeluk Jennie, "Jennie kan? " Jennie mengangguk, Setelah Jisoo dan Jennie putus, Ini adalah pertama kalinya mereka akan interaksi lagi setelah tidak sengaja bertemu di Mall waktu mencari Jas yang dimana Jennie menyeret Mama nya untuk segera pergi dan menghilang, "Kamu makin cantik loh " Dia menilai, Karena memang dari dulu Jennie selalu cantik dan sempurna dimatanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Hate
عاطفيّةJisoo dan Jennie dulunya adalah sepasang kekasih diidolakan banyak orang, Sampai suatu ketika masalah muncul yang membuat keduanya putus dan salah satu dari mereka enggan mempunya hubungan apapun lagi mau itu dalam bentuk pertemanan sekalipun. "Plis...
