Setelah puas bermain dipantai kini Jisoo sedang memendong Jennie dipunggungnya sebab kekasihnya itu mengeluh kelelahan. Untungnya jarak antara pantai dan Villa Jisoo tidak begitu jauh jadi dia memutuskan untuk mengendong Jennie saja membiarkan motornya tetap disana dan akan meminta salah satu anggotanya untuk mengambilnya nanti.
Berhubung tubuh mereka basah, Jisoo meminta salah satu pekerja di Villanya untuk mengambilkan mereka handuk. Walaupun bisa saja Jisoo meminta sahabat-sahabatnya tapi Jisoo juga berfikir tidak ingin menganggu waktu istirahat mereka.
"Bii, Kamar yang saya bilang kemarin sudah disiapkan? " Tanya Jisoo membuat Bibi Yuri itu mengangguk.
"Makasih kalo begitu " Ucap Jisoo, " Bibi Yuri boleh kembali, maaf sudah menganggu waktu bibi "
Hanya tinggal Jisoo dan Jennie yang berada dikamar ganti luar Villa tepatnya di dekat kolam Villa itu.
"Kamu masuk duluan sayang biar aku tunggu disini " Jisoo sambil menyerahkan pakaian Jennie yang sudah Joy ambilkan dari dalam kopernya.
Jennie mengangguk dan masuk kedalam. Jisoo sandarkan tubuhnya dan menunggu Jennie sampai selesai. Setelah selesai kini giliran Jisoo yang akan masuk.
"Kamu masuk yaa udara udah makin dingin " Jisoo elus pipi kekasihnya, entahlah Jisoo tidak akan pernah bosan jika menyangkut dengan Jennienya itu.
"Aku tunggu kamu "
Jisoo menolak, "Ga sayang, kamu masuk yaa " Jisoo pikir setelah mengatakan itu Jennie akan masuk, nyatanya dia tetap berdiri menunggu Jisoo sampai selesai walaupun beberapa kali dia terlihat menggosok tubuhnya karena kedinginan.
Jisoo selesai dan melihat Jennie yang berjongkok memeluk badannya.
"Sayang.. " Jisoo angkat tubuh Jennie agar berdiri berhadapan, "Kamu ngapain tungguin aku " Tangan Jennie bahkan dingin saat Jisoo menyentuhnya.
"Dingin... "
Dengan cepat Jisoo bawa Jennie masuk kedalam dan mengantarnya kedepan kamar yang akan Jennie tempati, saat akan mengetuk pintu berharap salah satu dari mereka yang didalam masih ada yang terjaga Jennie menahannya.
Jisoo lihat mata Jennie, "Aku mau tidur sama kamu "
"Tempat aku sempit sayang kamu ngga akan betah "
Jennie mainkan ujung kaos Jisoo, "Mau dipeluk kamu "
Demi apapun! Jisoo tidak sanggup.
"Kamu yakin? " Lihat! puppy eyes Jennie terlihat. Jisoo menghela nafas dan mengalah, "Ayo kita kekamar "
Ternyata kamar yang Jisoo minta untuk dibersihkan adalah kamar masa kecilnya dulu sebelum dia menggunakan kamar yang dibawah. Kamar itu berada di atap paling atas yang almarhum Papi Jisoo ubah agar dulu Jisoo bisa tidur disana. Tempat itu tidak sesempit yang Jennie bayangkan, untuk ukuran mereka itu cukup nyaman, Apalagi tempat tidur yang biasanya cukup untuk satu orang sekarang harus ditempati dua orang yang Jennie syukuri karena dengan begitu dia tidak akan jauh dari Jisoo dan akan selalu memeluknya dalam tidur mereka.
Jennie melihat-lihat isi setiap sudut kamar itu. Ada lemari kecil yang berisi buku dongeng pengantar tidur, Ada meja kecil yang di atasnya ada lampu tidur dan bingkai foto kecil.
Jennie ambil foto itu dan melihatnya. "Ini kamu? " Tanya Jennie dan duduk disamping Jisoo diatas ranjang.
"Lucukan aku " Jennie mengangguk, Jisoo kecil begitu lucu dimatanya dan Jisoo saat dewasa begitu sempurna.
"Aku mau ambil foto kamu yang ini "
Jisoo mainkan jari-jari Jennie, "Kamu punya Jisoo versi besar sayang "
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Hate
RomanceJisoo dan Jennie dulunya adalah sepasang kekasih diidolakan banyak orang, Sampai suatu ketika masalah muncul yang membuat keduanya putus dan salah satu dari mereka enggan mempunya hubungan apapun lagi mau itu dalam bentuk pertemanan sekalipun. "Plis...
