Jisoo dan Jennie memutuskan makan diluar, Jisoo juga merasa bersalah jika memaksa Jennie tetap disana sedangkan pertengkaran Jennie dan Rose baru saja terjadi. Untuk sekarang Jisoo akan prioritaskan Jennie agar mood nya kembali, Lalu setelahnya dia akan berbicara dengan Rose dan meminta maaf karena sudah mengertaknya.
Lama Jisoo menunggu Jennie yang sedang bersiap. Untuk pakaian, Jennie meminjam pakaian Jisoo, Lagipula Jennie sendiri nyaman dengan pakaian Jisoo sebab aroma Jisoo melekat kuat disana.
"Ayo, Chu "
Jisoo harus terbiasa dengan panggilan Jennie yang sama seperti dulu.
Jisoo berdiri mengambil topi dan kunci mobilnya, Begitu rupawannya Jisoo dimata Jennie.
Mereka keluar bersama. Jennie begitu senang, Tadi malam mereka bercinta dan sekarang mereka keluar dari Penthouse Jisoo, Jennie merasa mereka seperti keluarga yang bahagia.
Jisoo tekan tombol lantai bawah dan membiarkan Jennie masuk lebih dulu lalu dia selanjutnya.
Baru saja pintu lift akan tertutup beberapa rombongan ibu-ibu masuk membuat Jennie dan Jisoo terdorong sampai dibelakang mereka. Selayaknya ibu-ibu pada umumnya mereka banyak bergosip, Sampai mata rombongan ibu-ibu itu melirik Jisoo yang tadinya tidak peduli sekarang mulai risih. Dia ditatap layaknya penjahat yang tertangkap basah.
Salah satu ibu-ibu disitu mulai berbisik pada Jennie yang sebenarnya tidak bisa dikatakan berbisik karena masih mereka semua dengar dengan begitu jelas.
"Kamu kenal sama dia? " Ibu itu melirik Jisoo.
Jennie bingung apa yang terjadi, Tapi dia mengangguk.
Ibu yang lain menyenggol, "Bagaimana dia tidak akan kenal diakan pacarnya "
Tunggu! Astaga Jisoo ingat sekarang! Rombongan ini adalah rombongan ibu-ibu yang mencurigainya penculik waktu itu.
"Maksud ibu..? " Jennie bertanya.
Salah satu dari mereka menyahut lagi, "Maaf sekali nak tapi waktu itu kami sempat kira dia penculik " Tunjuknya pada Jisoo, "Waktu itu kamu tidur terus dia gendong kamu jadi kami pikir dia penculik " Jelasnya lagi, "Tapi kata dia kamu pacarnya jadi kita semua percaya sama dia "
Mati sudah Jisoo kenapa mereka harus bertemu sekarang dan lebih parahnya kenapa harus ada Jennie.
Seperti saat ini, Jennie terlihat senyum-senyum tidak jelas yang membuat Jisoo semakin ingin menghilang saja.
"Tante-tante ini memang jahil mereka cuman niat godain kamu saja " Ibu itu memberi penjelasan pada Jisoo yang terlihat malu.
"Tidak apa-apa tante " Jawab Jisoo setenang mungkin.
Ting..
"Kalo begitu kita duluan yaa "
Tinggal Jisoo dan Jennie lagi.
Jennie bersandar melipat lengannya dan menatap Jisoo dengan jahil, "Aku ngga tau kalo kamu sebarin info sama ibu-ibu disini kalo aku pacar kamu "
"Terpaksa "
Jennie mendekat dan mencium leher Jisoo, "Terpaksa apa sayangku.. "
"Jennie stop "
Jennie kecup leher Jisoo, "Apa mending kita di Penthouse kamu aja? "
Ting
Jisoo dorong pelan Jennie, "Gila " Meninggalkan Jennie yang tertawa di belakangnya.
•••
Ahyeon berdiri disamping motor Ruka, Dia bertekat akan berbicara lagi dengan Ruka secara pribadi. Ahyeon menahan kunci Ruka sebagai jaminan bahwa jika ingin mengambil kunci motornya berarti mereka harus bertemu. Tapi, Sudah hampir setengah jam Ahyeon sama sekali tidak melihat batang hidung Ruka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Hate
RomanceJisoo dan Jennie dulunya adalah sepasang kekasih diidolakan banyak orang, Sampai suatu ketika masalah muncul yang membuat keduanya putus dan salah satu dari mereka enggan mempunya hubungan apapun lagi mau itu dalam bentuk pertemanan sekalipun. "Plis...
