Jennie baru saja menyelesaikan photoshoot nya dengan salah satu Brand besar, tenaganya terkuras habis karena ingin segera beristirahat dan mengambil libur untuk dirinya.
Jennie sedang bersiap untuk pulang, Managernya meminta untuk menunggunya dan berkata bahwa Jennie akan pulang diantar mereka, Tapi. Jennie berkata bahwa dia akan dijemput oleh adiknya.
Drett drett..
Ponsel Jennie bergetar, mungkin adiknya itu sudah ada didepan.
"Halo kak jen aku udah didepan "
Jennie rapikan tasnya, "Iya ini kaka udah turun "
Jennie bergegas dan langsung keluar dan benar saja adiknya sudah duduk manis diatas cap mobilnya.
"Kak kenapa sih minta jemput aku "
Jennie tidak menjawab dia langsung masuk dan duduk manis dikursinya.
"Aku jadi ga nongkrong sama temen "
Jennie melempar tatapan kejamnya, "Kamu tuh minta jemput aja susah banget kalo sama cewe aja cepet "
Ruka meneguk ludahnya, "Eh ga gitu kak " Sambil memberi cengiran yang menjengkelkan dimata Jennie.
"Kita singgah sama Joy dulu bentar "
Ruka melirik kakanya dari samping, "Ngapain kak? "
"Udah ikutin aja ga usah nanya mulu mulut kamu bau " Kata Jennie bercanda, dia kesal saja adiknya tidak pernah berhenti bicara.
Akhirnya dengan kesal Ruka menutup mulutnya bahkan saat sampai di tempat Joy bekerja dia tidak mengeluarkan satu katapun.
"Kamu mau ikut apa nunggu disini " Ruka yang ditanya malah tidak menjawab dia menutup mulutnya dan malah mengerakan tangannya seperti orang tunanetra. "Ngapain kamu gitu? Bisu!? "
"Kan kak Jen larang aku ngomong katanya mulut ku bau "
Kesabaran setipis tisu dihadapkan dengan adiknya yang seperti ini. Apa Jennie langsung bawa saja adiknya ke dalam biar langsung di bius sampai pingsan.
"Terserah kamu lah, aku pusing ngadepin kamu " Jennie langsung keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke rumah sakit untuk bertemu Joy.
Jennie memang sudah punya janji dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter, dia datang kerumah sakit tempatnya bekerja untuk meminta infus vitamin karena kekebalan tubuhnya sudah hampir habis. Awalnya Jennie meminta Joy yang datang ke Apartemennya tapi Joy berkata jika pasiennya sangat banyak dan tidak bisa ditinggalkan jadilah Jennie yang datang ke tempat Joy.
"Lo banyakin istirahat deh " Oceh Joy setelah memasang infus didalan Jennie. "Sebulan ini gue infus lo udah 3 kali "
Jennie yang berbaring sambil menutup matanya dengan lengannya menjawab, "Photoshoot kaya ga pernah berhenti " Memang dibanding bulan-bulan belakangan bulan ini adalah bulan tersibuk Jennie.
"Lo juga kontrak datang langsung di iyain, kaya ga di biayain aja hidup lu "
"Emang " Jennie tidak menutup matanya lagi dan melihat sahabatnya, "Ga ada yang biayain gue, gue butuh dibiayain "
"Uang lo udah banyak butuh apalagi sih " Joy berdiri membereskan barang yang dia gunakan.
"Gue butuh Jisoo "
Joy berhenti dan menoleh, "Mimpi "
"Apa salahnya? Selama ini ga ada orang yang bisa gantiin Jisoo dihati gue "
Setelah menyimpan barang-barangnya tadi Joy lalu duduk kembali dikursi menghadap Jennie, "Ga ada orang yang ga mau sama Jisoo, Gue juga kalo dikasih pilihan mau banget dibucinin dia " Katanya serius, "Tapi Jisoo beneran ga mau dapetin orang kaya lo lagi "
KAMU SEDANG MEMBACA
Love and Hate
RomanceJisoo dan Jennie dulunya adalah sepasang kekasih diidolakan banyak orang, Sampai suatu ketika masalah muncul yang membuat keduanya putus dan salah satu dari mereka enggan mempunya hubungan apapun lagi mau itu dalam bentuk pertemanan sekalipun. "Plis...
