19. Yang Dinantikan

1.2K 139 18
                                        

Sakura memegang sebelah pipi Pangeran Sasuke, memulai ciuman panas dalam posisinya duduk di atas tubuh Pangeran Sasuke dengan ditutupi jubah pangeran. Suara decapan yang panas nan liar terdengar di kesunyian tempat tersebut, belitan lidah yang intens saling menukarkan saliva penuh gairah. Dalam beberapa menit ciuman berlangsung selagi tangan besar pria itu merayap mengusap permukaan perut Sakura hingga perlahan ke dalam tempat tersembunyi kepunyaan Sakura.

Dua jari bermain mengobrak-abrik bagian dalam kewanitaan Sakura memunculkan cairan pelumas yang melicinkan jalan untuk batangnya nanti menerobos ke dalam sana. Deru napas mereka terdengar memberat, suara kenikmatan yang lirih menghangatkan malam yang menusuk dingin.

"Ahh ...," Sakura mendesah sekaligus menghentikan keintiman ciuman mereka. Bagian kewanitaannya begitu sensitif, telah basah dan licin hingga terasa jari Pangeran Sasuke lebih mudah bergerak liar di dalam sana. Dua jarinya dihisap bersamaan terasa denyutan yang menandakan Sakura telah mengharapkan batangnya.

"Batangku tidak sabar." Bisik pangeran yang suaranya memberat oleh hasrat seksualnya. Pangeran menurunkan celana Sakura hingga yang terdalam, membebaskan juga kejantanannya untuk ia hunjam di milik istrinya.

"Yang Mulia, biar aku yang bergerak." Suara Sakura terdengar mengundang, tangan Sakura turun ke bagian bawah untuk menemukan batang Sasuke yang sudah menegak keras. Sakura bimbing batang itu untuk menemukan jalannya selagi kedua kakinya terbuka lebih lebar sedangkan jubah besar Sasuke menutupi perbuatan mesum mereka.

Jleb!

Penyatuan bagian paling sensitif mereka berlangsung sempurna, batang yang mendorong lebih masuk ke dalam dan Sakura yang menyambutnya dengan menelannya di dalamnya.

Pangeran Sasuke memeluk perut Sakura sembari memulai gesekan intim di dalam sana yang licin dan hangat. Penyatuan mereka tercipta sempurna terasa panas dan berdenyut di dalam area intim, danau di hadapan mereka menjadi pemandangan mata mereka selagi bercinta.

"Mmhh ..., uhh ..., aahh ...,"

Sebelah tangan Sasuke yang berada di perut Sakura merayap turun, jarinya dengan nakal memilin klitoris Sakura, menyebabkan tubuh wanitanya kelojotan tak karuan bersamaan desahannya yang tertahan. "Aah ..., ahhh ..., aahh ...,"

Plok! Plok! Plok!

"Kau menyukainya?" bisikan lirih pangeran justru terdengar seksi di telinga Sakura, bisa Sakura bayangkan bagaimana seringaian nakal Pangeran Sasuke yang berada di belakangnya.

Sakura menggoyangkan pinggulnya lincah dan nakal, membuat Pangeran Sasuke mengerang nikmat. "Aghh ...!"

Pangeran menekan kejantanannya semakin dalam, gerakan erotis persetubuhan mereka sama-sama mencari letak kenikmatan paling tepat bagi mereka. Ketika genjotan semakin cepat, pangeran dengan gerakan cepat membekap mulut Sakura dengan tangannya, memastikan suara Sakura tidak menggelegar di lingkungan alam yang menjadi saksi bisu perbuatan nakal mereka. Dorongan demi dorongan di bawa sana begitu kuat dalam hal gerakan dan membawa kenikmatan yang membuat keduanya kelimpungan. Tubuh mereka bergetar hebat tatkala puncak kenikmatan datang mendera ke seluruh tubuh meluruh bersamaan dengan bukti cairan kenikmatan mereka yang menyatu. Deru napas yang cepat beriringan dengan kedutan di bawah sana bersamaan tubuh yang gemetar menandakan pelepasan yang hebat telah mereka dapatkan.

Dua menit terlewati bagi mereka yang sama-sama untuk menikmati sensasi pelepasan yang mereka dapatkan. Sakura membalikkan tubuhnya tanpa melepas batang yang tertanam di liangnya, tindakannya menciptakan bagian dalamnya menyempit batang yang setengah mengeras itu. Sakura memeluk pangeran, mengerang sesaat ketika merasakan batang itu menggesek liangnya lebih ke dalam.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SHACKLESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang