29-SYMPHONY

164 5 0
                                        

2 years later......

"Ohm! Ohm! Sudah jam 8 pagi katanya kamu ada jadwal meeting hari ini! Ohm!!" Nanon yang baru saja selesai masak pun terpaksa menaruh makanan yang ia masak tadi diatas counter kitchen island dapurnya lalu berjalan menuju kamarnya di lantai 2 ternyata disana Ohm masih tertidur pulas diatas kasurnya. 

Nanon menghela nafas sambil menarik selimut yang membalut tubuh Ohm. Pria berkulit eksotis itu masih tertidur pulas disana kemudian Nanon mengguncangkan tubuhnya sambil berkata. "Sayang, sudah jam 8 pagi. Kamu tidak jadi meeting hari ini? Ohm--" Belum selesai Nanon bicara Ohm menarik tubuhnya hingga berada diatas tubuh Ohm.

"Ohm kamu sudah kesiangan loh. Katanya mau ketemu dengan CEO Red Wine Entertainment untuk produksi lagu-lagu talent mereka lagi, tapi kamu nya masih disini." Seru Nanon yang membuat Ohm tersenyum mengecup bibir Nanon lalu melepasnya sambil menjawab. "Meeting jam 10 pagi kemarin CEO nya memberitahuku minta reschedule karena ada schedule lain juga." 

"Yasudah tetapi kamu harus bangun ini sudah siang. Aku sudah siapkan sarapan untukmu sayang kalau tidak dimakan."

Ohm menganggukkan kepala sambil bangun dari posisi tidurnya tadi membiarkan Nanon duduk di pinggir ranjang, sebelum dirinya ke kamar mandi ia kembali mengecup bibir Nanon lalu segera masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Nanon bangun dari posisi duduknya dengan berdiri membereskan ranjangnya tempat dirinya tidur dengan Ohm. 

Tatapannya pun kini terfokus pada foto kedua pria berpakaian putih yang tertempel pada dinding kamar Nanon membuat pria lesung pipi itu tersenyum karena tidak menyangka dirinya saat sudah menjadi seorang suami dari Pawat Chittsawangdee. Ya, Nanon sudah menikah dengan Ohm 2 tahun yang lalu di Boston, USA. Mereka sudah sah menjadi pasangan suami suami secara agama dan negara.

Ohm yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tersenyum dengan Nanon yang tampak serius menatap foto pernikahan mereka. Ia memeluk erat pria lesung pipi itu dari arah belakang sambil berkata. "Masih tidak menyangka ya kita sudah menikah?" 

Nanon menganggukkan kepala sambil menjawab, "Unexpected. Aku tidak menyangka bisa menjadi suami saat ini dari berbagai macam cobaan yang kita hadapi sampai dipertemukan lagi seperti saat ini." Ohm pun melepas pelukan itu sambil mencium pipi Nanon lalu berjalan menuju lemari untuk bersiap berangkat ke Studio sekaligus untuk siap-siap ke Red Wine Entertainment untuk meeting.

Nanon menghampiri Ohm yang sedang menyimpulkan dasi nya tetapi tidak selesai-selesai sejak tadi kemudian Nanon yang membenarkan simpulan dasi itu sambil berkata. "Sudah hampir dua tahun aku menikah sama kamu tetapi sampai detik ini membuat simpulan dasi saja kamu tidak bisa."

"Sombong sekali, Suamiku ini. Iya deh hanya kamu yang bisa."

"Menyimpulkan dasi itu mudah, Ohm. Kamu nya saja yang tidak mau belajar."

"Tidak masalah kalau ada yang membenarkan simpulannya." Ucap Ohm membuat Nanon menoleh kearahnya sambil tersipu malu hingga dirinya selesai menyelesaikan simpulan dasi tersebut. 

"Sarapan dulu."

"Iya, sayang." Seru Ohm berjalan keluar kamar bersama mengekori Nanon menuju Ruang Makan.

---

Setelah selesai sarapan Ohm mengendarai mobil sport milik Nanon yaitu Bugatti La Voiture Noire menuju Pattaya lokasi pabrik nya Nanon selanjutnya ia akan langsung berangkat menuju Red Wine Entertainment untuk meeting. 

"Kamu mengantarku ke Pattaya tidak terlalu jauh, Sayang?" Tanya Nanon sambil merapikan beberapa berkas yang akan di pakai saat meeting nanti kemudian Ohm yang tersenyum sambil menyetir mobil hanya menggelengkan kepala. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BEETHOVENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang