Nanon yang baru saja selesai rapat dan mengerjakan pekerjaannya pun kini berjalan menuju kantin sekedar menikmati secangkir kopi yang ia pesan beberapa menit lalu bersamaan dengan itu muncul Bright dan Win yang baru saja selesai mengajar dengan duduk di hadapan Nanon dengan Win yang lebih dulu bertanya, "Bagaimana liburanmu? Apakah menyenangkan?"
Nanon menganggukkan kepala sambil menjawab, "Sedikit menyenangkan dan tidak menyenangkan."
"Tidak menyenangkannya apa?" Tambah Bright ingin tahu.
"Ohm demam dan itu membuatku harus mengurus dirinya selama seharian tetapi selebihnya aku bisa merasakan liburan berdua dengannya tanpa gangguan apapun. Btw, kalian tidak ada kelas hari ini?"
Win menggelengkan kepala sambil membuka ponselnya dan berkata. "Baru selesai setelah ini tidak ada kelas lagi."
"Nanon, kemarin Pak Kraew memberitahuku kalau Nyonya Jane May sempat datang kesini untuk mengunjungimu saat kau sedang di Boston." Ucap Bright yang dijawab anggukkan kepala oleh Nanon kemudian menjawab. "Ya, aku diberitahu oleh Nonnie saat ibuku datang kesini, Coach."
"Dia tidak melakukan hal aneh lagi kan kepadamu?" Tanya Bright khawatir yang dijawab menggelengkan kepala sambil tersenyum oleh Nanon.
"I'm fine, Coach. No Problem."
"Baiklah. Aku sedikit lega karena keamananmu itu adalah amanah yang Tuan Kirdpan katakan padaku waktu beliau masih hidup. Jadi, kalau terjadi apapun kepadamu sungguh aku akan merasa bersalah." Seru Bright yang dijawab anggukkan kepala oleh Win.
"Bright hanya khawatir denganmu, Nanon. Kau jangan beranggapan yang negatif tentang ini." Tambah Win yang dijawab anggukkan kepala oleh pria lesung pipi itu.
"Btw, aku masih ada jadwal pertemuan dengan klien di pabrik. Jika ada hal penting yang ingin dibicarakan nanti hubungi saja aku. Bye Coach." Nanon bangkit dari posisi duduknya kemudian berjalan cepat menuju parkiran menghampiri mobil mewahnya yang melaju menuju pabrik karena sudah hampir beberapa bulan Nanon tidak datang kesana.
Sesampainya di pabrik dirinya segera menemui Nonnie yang terlihat tengah sibuk menelepon klien dengan sebelah tangannya yang menandatangani dokumen di hadapannya.
Berselang dirinya selesai menerima telepon ia pun mempersilahkan Nanon masuk ke dalam ruangannya hingga pria tinggi itu duduk di kursi yang ada di hadapan Nonnie.
"Bagaimana liburanmu? Maaf aku tidak bisa datang kesana karena kesibukan disini." Senyum Nonnie bangun dari posisi duduknya sambil berjalan menuju meja kecil yang ada di kantornya mengambil secangkir teh yang ia suguhkan diatas meja memberikannya pada Nanon.
"Not bad. Hanya saja Ohm sempat demam disana." Jawab Nanon sambil menyeruput secangkir teh di hadapannya lalu kembali berkata, "Selama aku tidak ada siapa yang menggantikan ku?"
"Aku mendapatkan asisten untukmu dengan begitu kau bisa menjalankan pekerjaanmu yang terbengkalai selesai secara cepat." Nonnie sambil menyeruput secangkir teh yang ia pegang kemudian Nanon menganggukkan kepala tanda mengerti.
Tok tok
Bunyi pintu ruangan Nonnie menghentikan obrolan keduanya hingga pintu itu terbuka menampilkan seorang pria muda berpakaian rapi sambil membawa map di tangannya berjalan menghampiri Nonnie sambil berkata. "Maaf mengganggu waktumu, Ma'am. Ada beberapa file yang harus kau tanda tangani."
Nonnie pun tersenyum sambil menanda tangani dokumen tersebut sambil berkata. "William, perkenalkan ini sepupu saya. Dia adalah Manajer bagian Promoting & Marketing La Corda D'Oro."
"Nanon." Ucap Nanon menjabat tangan lebih dulu yang dibalas jabatan tangan pria muda dihadapannya dengan berkata. "William."
"Okay, William jikalau ada yang kau tidak pahami. Kau bisa tanya kepada Nanon karena kebetulan hari ini dia kembali bekerja disini menjadi atasanmu." Jelas Nonnie.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEETHOVEN
FanfictionDua hati yang telah terkubur selama bertahun-tahun perlahan kembali terbuka ketika di hadapkan dalam sebuah situasi yang tak terduga. Memunculkan kembali memori-memori terdahulu yang memang sudah di pastikan takkan terbuka lagi. Ohm Pawat seorang c...
