LIKE A DEMON II

138 13 2
                                    

Mobil hitam berbaris begitu rapi melaju dengan kecepatan yang lumayan kencang di jalanan yang sepi .

Dari arah tak terduga puluhan lemparan batu  menghantam mobil rombongan penculik dan menghambat perjalanan mereka kemudian di susul kumpulan geng motor pembuat onar yang muncul dengan berbagai jenis  peralatan senjata tajam yang di bawa .

" Apa lagi ini ... Berani berani nya mereka "

Nine berserta anak buahnya keluar dengan pistol api yang mengacung , adu bentrok pun tidak bisa di hindari beberapa anak buah khaotung mengalami luka tembak meskipun itu tidak serius .

Setidaknya ia mampu mengalihkan perhatian para bodyguard boom yang mulai lengah , dengan langkah yang cepat khaotung berusaha menyelinap untuk menyelamatkan mix yang masih dalam keadaan terikat dan mata tertutup kain hitam namun mix masih menggeliat dan berusaha memberontak , hanya saja teriakannya tertahan oleh bekapan di mulutnya .

Tapi sebuah tangan besar mencengkram bahunya .

"Tuan muda!?? Ternyata kau yang.."

Belum sempat bodyguard itu berbicara khaotung menikam sang bodyguard yang berusaha menghentikan nya , tapi pria itu masih bisa melawan untung saja khaotung membawa senjata api milik kakaknya seketika menembak tepat di dada sang bodyguard, dengan sekali tarikan pelatuk membuat nya tumbang .

" Maafkan aku sky ... Ini harus segera berakhir"

Ia kembali menarik mix dan membawanya pergi dari tempat perkara dengan sepeda motornya .
Mix terus saja memberontak lalu khaotung dengan panik berusaha menenangkan nya .

" Heii heii diam aku tidak berniat jahat padamu aku ingin menyelematkan mu jadi tenang yaa "

Khaotung membuka ikatan ditangan mix berserta bekapan dan penutup matanya .

Entah sudah berapa hari penutup mata itu menjerat , sehingga saat pertama kali  terbuka seluet cahaya terang langsung memenuhi pandangan mix.

Matanya tertegun melihat pemuda didepannya dengan ingatan yang masih jelas mix begitu yakin jika pemuda di hadapannya ini yang pernah mengganggunya dulu dan ia seketika ingin berteriak namun di tahan oleh telapak tangan khaotung .

" Shutttt.... Aku tidak berniat jahat aku bersungguh sungguh, aku hanya ingin menyelamatkan mu dan membawamu kembali oke ?? Kau percaya padaku bukan ?? Kau sahabat nya first bukan??? "

Bagaimana bisa pemuda di depannya ini mengenal first tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan kumpulan pertanyaan, Mix  mengangguk dengan cepat entah yang dikatakan pemuda ini benar atau tidak adanya ia hanya bisa bergantung pada kepercayaan pada saat ini .

Lalu khaotung menyuruh mix untuk naik ke motor sportnya dan mereka melaju dengan kencang .

Sedangkan di tempat kejadian perkara anak buah khaotung yang berhasil membuat para bodyguard boom terganggu mulai melarikan diri masing masing .

Nine berlari ke arah mobil yang membawa mix dan terbelalak melihat rekanya sky sudah tergeletak tak bernyawa .

Sedangkan pemuda yang ia tahan sudah tidak berada ditempatnya .

Peluh dinginya bercucuran ia dengan keadaan kacau menghubungi tuan nya .

" Haallo ..tuuan muda , mii..x kaabur"

......................................
Boom village

Tringggg ponsel berdering

Matanya membulat kaget mendengar kabar yang di sampaikan bawahannya .

"APAA!!!!!!"

Boom pergi dengan ekspresi kemarahan yang terpendam , tempat yang seharusnya di jaga ketat oleh bawahannya terlihat tidak ada tanda tanda keonaran yang telah terjadi.

Hide Mafia'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang