26

386 32 1
                                        

semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat papo tergeletak di lantai.

"papo!" fourth langsung panik, meskipun tubuhnya sendiri masih lemah. dia buru-buru menghampiri papo yang terkapar dengan mata tertutup, wajahnya pucat pasi.

gemini berlari mendekat, ikut membantu. "papo! bangun, ini aku gemini!" suaranya terdengar penuh kecemasan. dia menepuk pipi papo pelan, mencoba membangunkannya, tapi tidak ada respons.

phuwin langsung berteriak, "ambil air! cepat!" sementara pond sudah memanggil ambulans dengan suara panik.

mile memegang bahu fourth, mencoba menahan anaknya yang terlihat semakin gelisah. "tenang, nak. papo cuma pingsan. dia terlalu capek dan khawatir. dia akan baik-baik saja."

"ini salahku..." bisik fourth dengan suara gemetar. dia menatap wajah papo yang lemah, merasa bersalah karena semua ini terjadi karena dirinya.

gemini langsung menoleh dengan tajam. "bukan salah kamu, fourth! jangan pernah berpikir seperti itu. papo sayang sama kamu, dan dia pasti ngga mau lihat kamu menyalahkan diri sendiri!"

phuwin membawa air dingin dan kain, mencoba mengompres dahi papo yang terlihat berkeringat dingin.

tak lama, suara sirine ambulans terdengar dari luar. para paramedis cepat masuk ke mansion, memeriksa kondisi papo. mereka meyakinkan semua orang bahwa ini hanya akibat kelelahan dan stres yang terlalu tinggi.

"kami akan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata salah satu paramedis.

fourth menggenggam tangan papo erat sebelum mereka membawa pria itu ke tandu. "papo... aku janji aku akan lebih hati-hati. aku enggak mau bikin kamu kayak gini lagi," bisiknya, matanya penuh dengan air mata yang dia tahan.

gemini menepuk punggung fourth, mencoba menenangkannya. "ayo kita ikut ke rumah sakit. kamu perlu lihat dia baik-baik saja."

fourth hanya mengangguk, wajahnya masih penuh rasa bersalah. mile menuntunnya keluar, sementara gemini dan keluarganya mengikuti di belakang. malam itu, mereka tahu bahwa kehilangan satu sama lain adalah ketakutan terbesar mereka.
_
_
_

papo perlahan membuka matanya, melihat atap putih rumah sakit yang asing baginya. kepalanya terasa sedikit berat, tapi pandangannya mulai fokus. di sampingnya, mile duduk dengan tenang, menunggu.

"mile..." suara papo pelan tapi cukup jelas. "di mana fourth? dia baik-baik saja, kan?"

mile tersenyum tipis, menepuk punggung tangan papo dengan lembut. "tenang, dia baik-baik saja. dia sedang di ruang perawatan, sekarang ditemani gemini. kamu gak usah khawatir."

papo menghela napas lega, meskipun matanya masih menunjukkan sedikit kecemasan. "syukurlah... aku takut dia terluka lebih parah."

belum sempat mile menjawab, pintu kamar terbuka perlahan. suara roda kursi terdengar di lantai, diikuti sosok gemini yang mendorong kursi roda. di atasnya, fourth duduk dengan wajah lelah tapi tetap menyunggingkan senyum kecil.

"papo," panggil fourth pelan, suaranya sedikit serak.

papo langsung menatap ke arah mereka. matanya berkaca-kaca melihat anak angkatnya itu. "fourth... kamu baik-baik saja?" tanyanya sambil mencoba bangkit, tapi mile menahannya agar tetap berbaring.

"aku baik, papo," jawab fourth santai, meskipun ada perban yang melilit lengannya dan luka kecil di wajahnya. "cuma sedikit luka, engga separah kelihatannya."

gemini tertawa kecil di belakangnya, meskipun jelas ada kelelahan di wajahnya juga. "jangan percaya kata-kata dia, papo. dia cuma engga mau bikin kamu tambah khawatir."

papo menghela napas, menatap fourth dengan tatapan tajam tapi penuh kasih. "kamu harus jaga diri lebih baik lagi, fourth. aku enggak bisa kehilangan kamu..." suaranya bergetar, emosinya jelas terasa.

"aku janji, papo," jawab fourth pelan, menundukkan kepala.

setelah suasana sedikit tenang, papo menyadari sesuatu. dia menoleh ke gemini. "kemana papa dan paph kamu? aku engga lihat mereka sejak tadi."

gemini mengangguk pelan, menaruh tangannya di bahu fourth sebelum menjelaskan. "mereka sebenarnya mau di sini, tapi ada masalah mendadak di kantor. papa harus ngurus investor penting, dan mama bantu beresin dokumen. mereka titip salam buat kamu, papo."

papo tersenyum kecil, mengangguk paham. "ya sudah, semoga urusan mereka cepat selesai. aku senang kamu masih di sini buat nemenin fourth."

gemini menepuk bahu fourth lagi,mile, yang dari tadi diam, ikut tersenyum kecil melihat interaksi itu. di tengah semua kejadian buruk, mereka masih punya satu sama lain untuk saling menguatkan.

buah pepaya buah rambutan
jangan lupa vote nya kawan!!

(sedikit g nyambung,tp byeee)

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang