20

387 31 3
                                        

"Saya tidak memaksamu untuk percaya padaku, bukankah anaknya sekarang tinggal satu paman" Sindir fourth

"KAU!..."

Arghhhh

Arghhhh

teriak khaotung dan jurkung yang menghentikan ucapan first bahkan first kembali menurunkan telunjuknya  yang sedang menunjuk ke arah wajah fourth

"apa itu pap" panik jurkung

"papa juga ga tau sayang itu menjijikan" balas khaotung panik

"ada apa dengan kalian? " tanya first

"ada sesuatu di sup itu pah" ucap jurkung yang memandang jijik semangkuk sup miliknya, seperti ada potongan daging yang masih sangat merah di sana

"BIBI, BIII" teriak khaotung marah

"i-iya tuan ada yang bisa saya bantu" tanya salah satu maid

"apa yang kau masukan ke dalam sup itu ha?" bentak khaotung

"m-maaf tuan, sup itu sama seperti yang biasa kami hidangkan" ucap maid itu tertunduk takut

"ada apa sebenernya di dalam sup itu? " tanya first

fourth bersmirk melihat wajah mereka yang tak enak pandang itu

"kenapa anda tidak melihatnya sendiri di mangkuk sup anda itu" ucap fourth tiba tiba

first yang penasaran pun mencoba mengaduk sup miliknya, dan matanya semakin melebar melihat sesuatu yang sangat menjijikan baginya, ada satu bola mata yang masih penuh darah kering dalam mangkuk sup miliknya dan itu benar benar membuat nya mual

"APA INI KELAKUAN MU JALANG" bentak first pada fourth yang masih terlihat santai

"tentu, bola mata itu akan memberikan cita rasa yang lebih nikmat untuk sup mu dan sup milik suami juga sup anak mu itu" smrik fourth

first berjalan mendekati kursi yang fourth duduki dan kedua tangannya berada fi masing masing sisi kursi fourth seolah sedang mendukung pria itu.

"kau benar-benar mengusiku anak kecil" geram fisrt dengan rajang mengerasnya

"kau yang memulai nya sialan, kau mengirim orang untuk memata matai ku dan juga kau yang membuat anak buahku masuk rumah sakit, dan aku hanya mengembalikan matanya padamu, impas bukan? " smirk fourth, fisrt menatap sangat tajam laki laki di depannya

"ah dan untukmu, sepupu ku tercinta aku memberikanmu sepotonh lidah dari salah satu anak buah mu yang berjaga di halaman belakang mension ini, tenang saja lidah itu masih segar untukmu" sambung fourth

"cih, gua ga sudi punya sepupu gila kaya lo itu" ucap jurkung

"wajahnya begitu mirip dengannya, tapi sifatnya sangat jauh berbeda" batin first dan kini tatapan tajamnya perlahan melunak

"kau merindukan ayahku hm? " ucap fourth pelan yang hanya di dengar oleh fisrt bahkan tatapan fourth berubah semakin gelap

"kau yang membunuhnya tapi kau juga masih memikirkannya, sebaiknya menjauh atau belati ku ini akan menancap tepat di jantungmu"ucap fourth dingin, bahkan fisrt tidak menyadari jika belati fourth benar benar berada di dadanys fan sedikit menusuknya ke dalam

"sshhh" desis first yang kini memundurkan tubuhnya menjauh dari fourth yang sedang memainkan belati di tangannya

anggap itu sebagai hadiah kecil dariku, aku sudah susah payah mengamhilksn bola maga milik orang kepercayaan kalian dan semoga kalian menikmati itu" ucap fourth dengan sedikit tertawa merendahkan

"MATI KAU DASAR GILA"teriak jurkung yang bergerak dengan cepat untuk menikam perut fourth

sretttt

sshhh

desis fourth, yang berhasil menghindar dari tikaman jurkung walaupun pingganggnya harus terluka karena terkena sayatan pisau yang melesat di samping tinuhnha saat dirinya berusaha menghindari serangan jurkung

"sebaiknya kau berusaha membunuh ku sekarang wahai sepupu ku atau kau tidak akan bisa melakukannya nanti" smrik fourth santai seolah luka sayatan di pinggang nya bukan masalah besar

dan mereka kembali di kejutkan saat fourth melempar belati miliknha tepat mengenai kepala salah satu anak buahnya hingga mati di tempat

"dan sebaiknya kau mengajarkan anakmu bagaimana menggunakan pisau terlebih dahulu paman, agar dia bisa membunuh ku sebelum mau melihat mayat putrimy yang penuh dengan karyaku" sindir fourth segera menarik kembali beratnya dari kepala pria itu hingga darah bercucuran disana dan melewati semua penjaga di mension first yang sudah menatap takut fourth.

males males anjing ahh gua udh nulis eh ngetik bab 21,22,23,24 ko tiba tiba hilang, kemana anjir? asuuu lahhh bodoamat ni cerita kl kgk nyambung, pengen nangis gua serius

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang