25

342 24 0
                                        

didalam mobil
"dad,bagaimana kau bisa menemukan ku? "

mile melirik fourth sambil tersenyum lalu berkata"mudah untuku untuk menemukan anak nakal seperti mu"

"apalah kau ini dad"

flasback

Hari semakin larut bahkan saat ini jam sudah menunjukkan pukul 02:00 malam dan di kediaman mile masih terdengar kehebohan disana pertanda mereka belum memasuki alam mimpinya masing-masing

"fourth hikss kamu dimana sayang" isak papo

"Sayang tenanglah fourth  pasti baik-baik saja" tutur mile yang sebenarnya juga merasa khawatir dengan putranya itu

"Bagaimana aku bisa tenang, aku tidak mengetahui putraku berada di mana bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi, fourth tidak pernah seperti itu dad" isak papo yang terdengar makin kencang

"apa kau menemukan sesuatu" tanya mile kepada anak buahnya yang sedang berusaha melacak ponsel fourth

"saya mendapatkannya tuan, lokasi tuan fourth  terkahir kali berada di  pemakaman jurkung, anak dari firts" jawabnya

"jadi dia yang ingin bermain main dengan ku? baiklah kita lihat nanti" ucap mile berdiri lalu tangan papo mencegahnya

"ikut"

"jangan, ini terlalu berbahaya"

"tap-"

"aku berjanji akan membawa putra kita dengan selamat, jangan khawatir"

"baiklah, hati hati, kabari aku jika terjadi sesuatu"

"tentu, aku berangkat" ucapnya mencium kening papo lalu berangkat deh

dan setelah sampai, mile diam diam menyekap orang¹ first untuk di ancam jika ia tidak memberi tau lokasi fourth sekarang, mile akan menyuruh anak buahnya untuk mencelakai keluarganya.

setelah di beri tau, lalu mile langsung saja mendobrak pintu dan melihat fisrt yang akan melukai fourth

"apa yang kau lakukan kepada anaku sialann!! "

flashback off

"oo gituuu"

pintu mansion terbuka perlahan. fourth masuk dengan langkah gontai, bahunya sedikit miring menahan rasa sakit. mile di memapah fourth dengan penuh kasih

begitu melewati ambang pintu, mata fourth langsung membelalak. sosok gemini berdiri di ruang tamu, wajahnya penuh kekhawatiran.

“ge-gem… kenapa kamu ada di sini?” tanya fourth, antara kaget dan bingung.

gemini tidak menjawab. dia langsung berjalan cepat ke arah fourth dan tanpa basa-basi memeluknya erat. pelukan itu kuat, penuh rasa takut dan lega, seperti dia baru saja mendapatkan sesuatu yang hampir hilang selamanya.

“gem...” fourth mencoba bicara, tapi pelukan gemini makin erat, bikin napasnya sesak. dia merasa dada gemini bergetar, tanda pria itu menangis dalam diam.

“aku pikir aku bakal kehilangan kamu,” bisik gemini akhirnya, suaranya pecah.

fourth terdiam. dia tidak tahu harus bilang apa. pelan-pelan dia mengangkat tangan dan membalas pelukan gemini, walaupun rasa sakit di tubuhnya semakin terasa.

suasana hening itu enggak berlangsung lama. suara papo terdengar dari ruang tamu, memecah keheningan. “fourth! ya Tuhan, kamu gapapa kan?!”

gemini langsung melepas pelukan dan menatap fourth dengan air mata di pipinya. sebelum fourth bisa menjawab, papo, pond, dan phuwin orang tua gemini sudah berdiri di sekelilingnya.

papo langsung memegang tangan fourth, matanya berkaca-kaca. “kamu terluka! apa yang terjadi?! siapa yang berani melakukan ini padamu?!”

papo menatap tajam ke arah mile. “mile, kamu harus jelasin ini!kenapa anaku bisa sampai separah ini? "

gemini hanya berdiri di belakang, menutup mulutnya dengan tangan

fourth menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. dia mengusap darah kering di pelipisnya dengan lengan bajunya, lalu tersenyum kecil. “aku baik-baik aja pap, ini cuma luka kecil,” katanya santai, seolah semua orang ngga punya alasan buat khawatir.

“luka kecil?!” gemini berseru, nyaris berteriak. “fourth, kamu berdarah! kamu hampir jatuh tadi waktu masuk! jangan bilang ini ngga serius? "

fourth nyengir tipis, mencoba menenangkan gemini dengan candaan. “aku masih bisa berdiri, kan? jadi enggak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“fourth!” suara papo meninggi, matanya penuh emosi. “kamu pikir ini lelucon? kamu bisa mati kalau terus seperti ini!”

mile yang dari tadi diam akhirnya buka suara. “dia keras kepala, papo" katanya sambil menghela napas berat. “kalau aku ngga datang , dia mungkin udah engga ada sekarang.”

gemini langsung mengalihkan tatapannya ke fourth, matanya penuh dengan amarah bercampur takut. “kamu harus janji ga bakal kayak gini lagi. aku ngga mau kehilangan kamu, fourth...”

fourth menatap gemini, kali ini dengan ekspresi serius. dia mengangguk pelan. “aku janji,” katanya singkat tapi penuh makna.

suasana mulai tenang, tapi atmosfer kecemasan masih terasa di udara.

ketika tiba-tiba terdengar suara ada yang jatuh.

vote nya tolong (﹡ˆ﹀ˆ﹡)♡

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang