33

246 20 0
                                        

keesokan harinya, suasana penuh kebahagiaan menyelimuti tempat acara pernikahan gemini dan nata. dekorasi sederhana namun elegan menghiasi seluruh ruangan. keluarga dan sahabat mulai berdatangan, membawa harapan serta doa terbaik untuk pasangan tersebut.

kakak gemini, primly, langsung menjadi sorotan ketika dia menangis tersedu-sedu di tengah acara. “aduh, adek gue, gue nggak nyangka lo duluan yang nikah! gue yang lebih tua malah kalah start. kok rasanya sedih tapi seneng juga ya…” katanya sambil mengusap air mata dengan tisu yang sudah basah kuyup.

gemini tersenyum geli sambil memeluk primly. “ya makanya cari pacar "

“sialan"primly merengut, tapi tetap tersenyum sambil mengusap kepala gemini penuh sayang.

di sisi lain, mix, kakaknya nata yang terbang jauh dari spanyol, juga nggak kalah emosional. dia memeluk nata dengan erat sambil menepuk pundaknya. "aduh fourth,rasanya kemarin lo baru setinggi pinggang gue deh, ko sekarang udh nikah aja sih"

nata tersenyum "itumah lu nya aja yang jarang pulng, sampe sampe dady sama papa galau tau gegara mereka di lupain sama anak nya"

"ehh ga gituu"

di tengah acara, teman-teman gemini—winy, satang, dan beberapa yang lain—bikin suasana jadi heboh. mereka sengaja akting dramatis, pura-pura sedih seperti gemini akan meninggalkan mereka selamanya.

“gem, lo jangan lupain  kita setelah menikah! kita butuh lo buat ngerjain tugas sekolah!” ujar winy sambil meremas tangannya dengan ekspresi pura-pura cemas.

“iya, gem, kalo lo sibuk sama nata nanti siapa yang bakal bawain bekal kita di kantin?” tambah satang dengan nada menyindir.

gemini menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. "lu pada kenapa dah sumpah ya, gue nggak akan ninggalin kalian cuma gara-gara nikah.”

suasana jadi semakin cair dengan canda dan tawa mereka. upacara pernikahan berjalan dengan khidmat. saat tiba momen sakral di mana nata dan gemini saling bertukar janji, mata semua orang tertuju pada pasangan itu.

"aku nggak janji bakal jadi pasangan yang sempurna, gemini," kata nata dengan suara penuh ketulusan. "tapi aku janji akan selalu berusaha jadi yang terbaik buat kamu."

gemini tersenyum, matanya berkaca-kaca. "dan aku janji nggak akan pernah ninggalin kamu,fourth meski kita bakal ketemu banyak badai di depan. kamu rumah ku sekarang.aku akan selalu bersama mu walau dengan cara yang berbeda"

jlebb

ada sedikit perasaan yang tidak bisa di jelaskan saat mendengar kalimat terakhir dari gemini.

suara gemuruh tepuk tangan dan sorak bahagia memenuhi ruangan ketika mereka berdua resmi menjadi suami istri. malam itu penuh dengan kenangan indah, tawa, dan air mata haru. mereka tahu, perjalanan mereka baru saja dimulai, tapi dengan dukungan keluarga dan sahabat, mereka siap menghadapi segalanya bersama.

suasana pernikahan yang penuh haru dan kebahagiaan tiba-tiba berubah menjadi kejutan besar. saat semua orang menikmati acara resepsi, tiba-tiba terdengar suara riuh di pintu masuk. gemini yang sedang berbincang dengan temannya menoleh, begitu juga nata.

di sana, berdiri 3 sosok yang sangat dikenali nata: Ford, Pooh, dan Milk Pansa. mereka semua adalah teman-teman nata dari luar negeri, dan kehadiran mereka membuat nata terkejut setengah mati.

nata berjalan cepat menghampiri mereka, matanya membelalak. “eh, kalian ngapain di sini? gue nggak bilang apa-apa soal nikahan gue!”

Ford tersenyum lebar. “jadi lo mau nikah diem-diem gitu tanpa ngasih tau kita? please, untung ada yang ngabarin.”

nata mengerutkan kening. “siapa yang ngabarin? gue nggak bilang ke siapa-siapa, serius!”

belum sempat Ford menjawab, suara langkah kaki yang berat dan penuh wibawa terdengar dari belakang mereka. semua orang menoleh, dan di sana berdiri seorang pria tua dengan tongkat berukir, wajahnya terlihat tegas tapi penuh kharisma.

nata membeku di tempat. “k-kakek?”

is is is, jahat banget si nata ngga ngundang temennya

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang