nata yang sudah mulai merasa lega tiba-tiba tertegun mendengar kalimat ford. "eh, tunggu... apa? satu sekolah lagi? maksud lo?"
ford yang baru sadar dia keceplosan langsung menutup mulutnya. "eh... maksud gue..."
pooh langsung menyikut ford dengan kesal. "bodoh banget lo! gue udah bilang jangan keceplosan!"
nata memandang mereka dengan alis terangkat. "keceplosan apa? jangan bilang gue nggak tahu sesuatu di sini."
ford akhirnya menggaruk kepala, terlihat gelisah. "oke, fine. kita bakal pindah ke sini"
nata terkejut. "apa?! kalian semua pindah? kenapa nggak bilang dari awal?"
pooh berusaha menjelaskan. "karena ini harusnya surprise"
nata memutar mata, masih bingung. "tapi kenapa pindah? apa yang terjadi? apa ini gara gara gue? "
milk menjawab sambil menepuk bahu nata. "enggak,tapi buat semuanya. kita temen, dan kita nggak mau kehilangan lo cuma gara-gara jarak."
nata masih mencoba mencerna semuanya. "gue... gue nggak tahu harus ngomong apa. serius, ini beneran?"
ford tersenyum kecil. "beneran, nata. dan sekarang, lo nggak bisa ngusir kita, karena tiket udah dibeli, barang-barang udah di-packing."
nata hanya bisa menghela napas dan tertawa kecil. "kalian ini... bener-bener nggak bisa ditebak."
gemini yang mendengar itu tersenyum lembut. "kayaknya kamu beneran beruntung punya temen-temen yang peduli banget sama kamu"
nata hanya mengangguk. "ya, aku beruntung. banget."
ford langsung memecahkan suasana dengan bercanda. "oke, beruntung atau nggak, traktir kita sekarang! gue lapar banget,sialan"
nata langsung memutar bola matanya mendengar ford bercanda soal traktir. "ford, lo lupa ini acara nikahan gue? bukan gue yang harus traktir kalian, tapi kalian yang bawa hadiah buat gue."
ford tertawa kecil sambil mengangkat kedua tangan. "oke, fine, fine. "
pooh melipat tangan di dada. "tapi jujur nat, lo enggak kasih tau kita soal nikahan ini itu nggak adil banget."
milk mengangguk setuju. "iya, bener. lo tau kita jauh-jauh datang ke sini buat lo, kan? apa lo nggak takut kita ngambek?"
nata tersenyum setengah tertawa. "gue nggak takut. kalian ngambek juga paling bentar doang, terus kalian balik lagi nyari gue."
milk menepuk bahu nata sambil tersenyum. "nata selalu tahu cara bikin kita kalah argumen."
gemini yang berdiri di samping nata ikut tertawa kecil sambil memandang mereka. "kayaknya gue nggak perlu takut nata sendirian lagi. dia punya kalian."
ford langsung menatap gemini dengan mata berbinar. "tenang aja, gemini. nata ada di tangan yang tepat kalau sama kita. tapi... lo juga nggak bakal nyesel kan, nikah sama orang ini?"
gemini tersenyum tipis sambil melirik nata. "enggak. gue malah bersyukur dia punya kalian. gue bisa lihat betapa pentingnya persahabatan kalian."
ford melipat tangan sambil pura-pura serius. "ya, penting banget, gemini. makanya lo jangan pernah nyakitin hati temen kita ini, ya."
nata menyikut ford pelan. "udahan, ford. lo jangan bikin gue malu di hari spesial gue"
ford melirik pooh sambil menyeringai. "eh, pooh, lo masih inget nggak waktu nata... hmm... jatuh di tengah lapangan basket gara-gara ngejar bola?"
nata yang lagi minum langsung tersedak. "ford! seriusan, jangan mulai!"
pooh langsung tertawa keras. "oh, gue inget banget! waktu itu dia mau gaya-gayaan nge-slam dunk, terus malah nyangkut di ring! semua orang ketawa sampe nggak bisa berhenti."
milk ikut tertawa sambil memegang perutnya. "dan yang lebih parah, celana olahraganya nyangkut di ring juga! jadi dia melorot pas dia jatuh!"
nata langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, wajahnya merah padam. "gue nggak percaya kalian masih inget itu! itu kan bertahun-tahun lalu!"
pooh menepuk bahu nata sambil tertawa. "eh, nata. momen itu nggak akan pernah kita lupain. itu salah satu kenangan terbaik waktu kita sekolah."
gemini yang berdiri di samping nata menahan tawa, tapi gagal. "nata, beneran? lo beneran ngalamin itu?"
nata melotot kecil ke arah teman-temannya. "gemini, jangan percaya mereka. mereka tuh suka melebih-lebihkan."
ford mengangkat tangan seperti bersumpah. "enggak, gemini. ini fakta. gue saksi hidup. gue inget banget ekspresi muka nata waktu itu. priceless banget!"
gemini akhirnya tertawa keras sambil memegang perutnya. "gue nggak nyangka cowok gue ternyata pernah punya momen segokil itu."
nata mendesah sambil menggeleng-gelengkan kepala. "oke, oke. kalian puas, kan? gue resmi jadi bahan lelucon di acara nikahan gue sendiri."
ford menepuk bahu nata dengan senyuman lebar. "nata, ini tanda kalau lo punya teman-teman yang sayang sama lo. kita cuma mau lo inget kalau lo juga manusia biasa."
lupa terus, harusnya manggil fourth aja gsih tapi yaudalah gmn lagi
