24

417 29 3
                                        

Fourth perlahan membuka matanya. Kepalanya masih pusing, dan pandangannya buram. Suara tetesan air di kejauhan memenuhi ruangan gelap itu. Ketika kesadarannya kembali, ia menyadari tangan dan kakinya terikat erat di kursi kayu yang dingin dan rapuh. Napasnya terengah-engah, mencoba mengingat apa yang baru saja terjadi.

la teringat seorang pria besar yang menghantam kepalanya dengan besi hingga ia kehilangan kesadaran. Sekarang, ia berada di tempat yang asing, jauh dari bantuan.

"Sudah bangun, keponakanku tersayang?" suara First tiba-tiba menggema dari kegelapan.

Fourth menoleh, mencari sumber suara itu. First muncul dari bayangan, wajahnya penuh kebencian dan mata berkilat dengan dendam. Di tangannya, ia memegang pisau panjang yang tajam, kilatannya memantul dari cahaya redup lampu ruangan.

"Kau benar-benar gigih, Fourth. Tapi ini akhirnya. Semua permainan ini akan selesai di sini, dan aku akan memastikan kau menyusul  orangtua mu di neraka." First mendekat, pisau di tangannya terangkat perlahan.

Namun, Fourth hanya menatapnya dengan tenang. Bibirnya menyunggingkan senyum sinis. "Kau pikir aku takut mati? Setelah semua yang kau lakukan, aku justru menunggu momen ini. Bunuh aku kalau berani, dan lihat apa yang terjadi setelahnya."

Ucapan Fourth membuat First marah. Wajahnya memerah, dan tangannya bergetar menahan emosi. "Dasar bocah sialan! Berani sekali kau menantangku!" First mengayunkan pisaunya, bersiap menghabisi Fourth.

Namun, sebelum pisaunya mencapai tubuh Fourth, pintu gudang itu didobrak dengan keras. Suara kayu pecah menggelegar memenuhi ruangan.

"Apa yang kau lakukan kepada anakku, sialan!" suara Mile menggema dengan penuh amarah.

First menoleh, terkejut melihat kakaknya yang melangkah masuk dengan napas memburu. Sebelum ia bisa bereaksi, Mile sudah melesat dengan kecepatan luar biasa, seperti singa yang menerkam mangsanya.

Mile tiba-tiba berada tepat di depan First, dan dengan satu pukulan keras ke rahang, ia membuat gigi First copot satu. First terhuyung mundur, darah mengalir dari mulutnya. Mile tidak memberi waktu untuk bernapas. la meraih kerah First dan mendorongnya ke dinding.

"Beraninya kau menyentuh anakku! Kau pikir kau bisa lolos dari semua ini?!" teriak Mile sambil melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah First.

First mencoba melawan, tetapi kekuatannya tidak sebanding. Mile memukulnya hingga First terjatuh ke lantai. Darah bercampur ludah keluar dari mulutnya.

Namun, sebelum Mile bisa melanjutkan, pintu gudang terbuka lagi. Khaotung, istri First, masuk dengan wajahterbuka lagi. Khaotung, istri First, masuk dengan wajan penuh kemarahan. "Berhenti!" teriaknya sambil melangkah cepat ke arah Mile.

Dengan satu pukulan keras, Khaotung menghantam Mile, membuat pria itu terhuyung ke belakang. la menatap Mile dengan mata penuh kebencian. "Berani sekali kau menyerang suamiku di hadapanku!"

Khaotung menyerang lagi, tetapi Mile dengan cepat menangkap tangannya dan membalikkan serangannya. Khaotung jatuh tersungkur ke lantai, mencoba bangkit dengan wajah penuh amarah dan rasa tak percaya.

Saat itu, Fourth sudah berhasil melepaskan diri dari ikatannya. la berdiri dengan langkah mantap, mendekati Khaotung yang masih terduduk di lantai.

"Khaotung," ucap Fourth dengan suara dingin, membuat pemuda itu mendongak menatapnya. "Kau tahu siapa sebenarnya suamimu?"

Khaotung tidak menjawab, wajahnya menunjukkan kebingungan sekaligus kewaspadaan.

Fourth mendekat lebih dekat, matanya penuh kemarahan yang membara. "apa kau ingin tau sesuatu? hm? "

masih tidak ada jawaban, fourth beralih menatap fisrt

"aku ingin tau, kenapa kau merahasiakan ini darinya"

"cih bukan urusanmu sialan" ucapnya yang berdiri ingin memukul fourth tetapi mile lebih dulu menedangnya

khaotung yang terlanjur kepo pun tersulut emosi

"sebenernya apa yang ingin kau katakan sialan"

"apa kau tau, apa yang suami anda lakukan selain membantai keluarga ku dengan kejam?"smrik fourth

khaotung tidal menjawab, ia menunggu fourth melanjutkan ucapannya

"dia sudah memperkosa ibuku sebelum akhirnya..
ucapan fourth terpotong,sesak sekali rasanya mengingat kejadian yang tidak ingin ia ingat

ia menebaknya sampai mati" air mata fourth turun begitu saja

kahotung menatap tak percaya

"jangan coba coba membohongi ku sialan,untuk apa suamiku memperkosa orang yang bodoh seperti nanon hah? "

fourth tertawa kecil tapi terdengar seperti ledekan

"karna dia mencintai ayahku, dia iri dengan dady yang bisa mendapatkan ayah dengan mudah,dia irii melihat dady dan ayahku hidup bahagia," ucap fourth, suaranya sudah gemeter dan mile berusaha menenangkannya

"bilang kalo itu bohong first" ucap khaotung

First tidak menjawab. la hanya menunduk, mencoba menghindari tatapan istrinya.

"DIA BERBOHONG KAN FIRST!" teriak Khaotung dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

"JAWAB FIRST! JAWAB! "

Keheningan First adalah jawabannya. Khaotung menghampiri First dan menampar wajahnya dengan keras.

"kamu jahat first..hiks"

bruk

"khaooo" first menahan tubuh kahotung yang tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri.

mile segera mengajak fourth pergi, namun...

"dad, kau membawa pistol bukan? " ucapnya pelan namun masih terdengar oleh mile

"dady selalu membawanya, kenapa? "

"fourth pinjam dulu sebentar"

"untuk apa? "

"berikan saja cepat" lalu mile langsung mengeluarkan pistolnya dan memberikannya kepada fourth

dor
arghhhhh
dor
argghhh

fourth 2x menembak tepat di jantung first, lalu setelahnya tidak ada pergerakan dari first

"hukuman untuk semua yang telah kau lakukan"

lalu meninggalkan rumah itu dan kembali ke mansion mile

happy new year readers ヾ(^-^)ノ
jangan lupa vote yaa

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang