malamnya di balkon yang diterangi lampu temaram, mereka semua duduk melingkar sambil menikmati minuman. suasana santai, dengan canda tawa dan cerita yang mengalir tanpa henti. malam semakin larut, dan gelas-gelas mulai kosong satu per satu. tapi di antara mereka, gemini tampaknya nggak kuat nahan efek alkohol. wajahnya memerah, matanya mulai sayu, dan dia duduk bersandar pada nata.
"nataaa..." gemini mulai ngoceh dengan nada yang nggak karuan. "kenapa lo ganteng banget, sih?" dia menatap nata dengan tatapan mabuk, tapi penuh keyakinan.
nata tertawa kecil melihat tingkah gemini yang kini sedang mabuk berat "baru tau?"
gemini malah nyengir lebar, wajahnya semakin memerah "nghh nata, badan gue panashh" ucapnya sambil mencoba membuka kancing bajunya dan ingin melepaskan nya tapi tentu saja nata mencegah hal itu terjadi
ford yang duduk di seberang mereka nggak bisa menahan tawa. "gemini kalo mabuk ngga ada lawan ya"
"tutup mata lu atau gua colok? " ucap nata penuh penekanan, Ford hanya memalingkan wajahnya kesal
gemini tiba-tiba menatap nata dengan tatapan serius, meski masih mabuk berat. "nataaa, mau ciumm "katanya dengan nada manja yang nggak biasa.
dengan senang hati tentu nata akan melakukannya, nata mencium bibir pink milik gemini, gemini juga tak tinggal diam, makin lama ciuman itu makin panas yang mana bikin ssmua orang disana berasa ngga ada harga dirinya
"EKHEMMM" milk yang tidak ditahan berdehem yang mana bikin nata langsung tersadar.nata memutuskan tautan keduanya, menciptakan jembatan saliva terlihat di antara bibir mereka, menghubungkan keduanya sesaat sebelum tetesan itu jatuh.ia melirik teman temanya yang menatapnya tajam
nata hanya bisa tersenyum tanpa dosa . "hahaha sory guys, gua kekamar dulu y"katanya sambil berdiri dan menggendong gemini ala koala
"wah, wah, wah! sialan emang" pooh
"manusia kalo lagi nafsu emang kgk tau tempat ya" satang
"yaelah, lo semua ribut amat," balas nata dengan santai, tapi wajahnya sedikit memerah. dia menoleh sebentar ke mereka dan menambahkan, "gue nggak mau ganggu suasana kalian di sini. selamat menikmati malamnya friennd"
"jangan kasar sama Gemini ya nat, kasian diaa" teriak milk bikin semua orang disana kembali tertawa
nata mendobrak pintu sedikit keras lalu menutupnya dengan terburu-buru dan menguncinya lalu ia melemparkan tubuh gemini ke kasur dan langsung mencium bibir gemini dengan rakus sambil membuka seluruh pakaian gemini hingga tak tersisa satu helai benang pun, setelah melepas seluruh pakaian ia kembali mencium bibir ranum milik gemini.
"ngghh"
gemiini memukul dada nata tanda ia kehabisan nafas, nata yang mengerti pun segera melepaskan tautannya lalu melihat gemini
"nathhh ahhhh tolonghhhh." gemini sudah tidak tahan, dia sudah menahan rasa tidak nyaman ini sedari tadi, nata hanya tersenyum melihatnya, gemini nya indah benar-benar indah, ia ingin egois mulai sekarang, ingin egois untuk menjadikan gemini hanya miliknya seorang.
"mau apa sayang?"nata menggoda
Gemini membelai wajah nata lembut, mengusuri setiap inci keindah tuhan yang ada di wajah suaminya itu. Tangan gemini nata genggam mengecupi tangan kecil itu dari jari hingga menuju kearah pundak.
"Mau apa hmm?" gemini kesulitan untuk berbicara, setiap dia membuka mulut suara-suara jahanam dari mulut dia juga pasti akan keluar.
"Mauhh fourthhh nattawathhh hah hah, mau suamihhh gemii hhh seutuhnya, pleasehhh I can't hold it anymorehh." Suami kecilnya terus memohon jadi apa ada hal yang membuat nata bisa menolak? Tentu saja tidak.
