34

258 19 0
                                        

gemini, yang baru saja menghampiri nata, ikut terkejut. “nata, itu kakek kamu?”

pria tua itu berjalan mendekat, sorot matanya tajam. “jadi ini alasan kamu pindah dari rumah dan milih tinggal sama papo dan dady, ya? ” Nada bicaranya terdengar kesal, tapi ada sentuhan kasih sayang di baliknya.

nata tergagap, nggak nyangka kakeknya bakal muncul di hari spesial ini. “kakek… aku cuma…”

kakek nata memotong dengan senyum kecil yang licik. “oh, jadi kakek  nggak cukup penting buat kamu kasih undangan, ya? untung papa kamu sempet nelpon "

Ford terkekeh pelan, lalu menepuk bahu nata. “gue pikir lo tau, ternyata nggak, ya? maaf banget, bro. kakek lo yang ngasih tau kita semua. dia bahkan minta kita kasih kejutan.”

nata menatap kakeknya dengan campuran bingung dan tak percaya. “kakek, aku  nggak bilang karena aku pikir kakek nggak bakal peduli sama urusan aku. kakek selalu sibuk sama bisnis keluarga.”

wajah kakek nata melunak sedikit, tapi dia tetap mempertahankan wibawanya. “nata, kamu itu cucu kakek. kakek selalu peduli, meski mungkin cara kakek kelihatan berbeda.”

gemini yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara, mencoba mencairkan suasana. “kakek, terima kasih udah datang. kami bener-bener nggak nyangka bakal dapet kejutan sebesar ini.”

kakek nata akhirnya tersenyum kecil, lalu mengangguk ke arah gemini. “ooh pasangan cucu ku, ya?kakek harap kamu bisa bikin dia lebih dewasa. jangan sampe dia bikin kamu repot.”

gemini tersenyum gugup. “saya janji, kek.”setelah mendengar itu kakek langsung pergi ntah kemana

nata yang awalnya terkejut melihat kedatangan teman-temannya langsung merasa canggung. dia tahu, kehadiran mereka berarti satu hal: konfrontasi yang nggak bisa dia hindari.

ford memulai, dengan nada yang terdengar kecewa. "jadi, nata, lo pindah ke sini karena mikir kita cuma manfaatin lo pas temenan, ya?"

nata mengalihkan pandangannya, merasa bersalah. "gue nggak pernah bilang itu langsung ke kalian..."

milk menyela, suaranya terdengar tenang tapi menusuk. "tapi lo nyebar asumsi itu ke orang lain. bahkan kakek lo tau alasan lo pindah itu karena lo pikir kita palsu."

nata menghela napas. "gue nggak tau gimana caranya ngomong sama kalian waktu itu. gue cuma... terlalu banyak tekanan. semuanya terasa salah."

pooh melipat tangan, nada suaranya lebih tajam. "jadi lo pikir, dengan kabur dan nggak ngomong apa-apa, semua bakal beres? lo tahu nggak, nata, kita sakit hati denger itu? lo tuh temen kita. kita nggak pernah mikir buat manfaatin lo."

nata mencoba menjelaskan. "gue nggak bermaksud bikin kalian sakit hati. gue cuma nggak ngerti gimana caranya ngadepin semuanya. gue ngerasa, selama ini gue cuma beban buat kalian."

pooh melanjutkan,nadanya lembut tapi tegas. "nata, lo ngerti nggak sih? kita nggak pernah anggap lo beban. justru, lo itu temen yang selalu kita lindungi. kalau lo punya masalah, lo tinggal ngomong. bukan lari."

nata terdiam. hatinya terasa berat mendengar semua itu. "gue minta maaf... gue salah. gue salah karena nggak percaya sama kalian."

ford menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "gue cuma mau lo ngerti satu hal, nata. temenan itu nggak selalu mulus, tapi kita nggak pernah berpikir buat ninggalin lo. kita ada di sini sekarang karena lo penting buat kita."

nata mengangguk pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "gue beneran minta maaf. gue nggak pantas jadi temen kalian, tapi gue bakal buktiin kalau gue bisa berubah."

milk tersenyum kecil. "st st st ga perlu kata kata, butuhnya bukti nyata. "

pooh menepuk bahu nata. "oke, kita mulai dari awal lagi, ya. tapi lo harus janji nggak bakal kabur lagi tanpa ngomong."

nata mengangguk mantap. "gue janji. makasih, guys."

"ya gabakal lah orang kita bakal satu sekolah lagi "ucap ford

nata yang sudah mulai merasa lega tiba-tiba teregun mendengar kalimat ford. "eh, tunggu... appa? satu sekolah lagi? maksud lo? "

kejutan yang ta terduga wkwk

NO PLANS, JUST USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang