"eh win, itu..." suara satang terdengar ragu.
winy menoleh dan langsung terdiam. papan nama itu bertuliskan besar-besar:
"Pernikahan Fourth Nattawat Kirdpan dan Gemini Norawit Tangkesyun."
winy mengernyitkan alisnya, bingung. "tunggu... bukannya harusnya nama nata di situ?"
satang mengangguk pelan, kebingungan yang sama tergambar di wajahnya.
"iya. kenapa malah nama fourth? dan... marga kirdpan? seriusan?hah? "
winy langsung melangkah cepat ke arah ruang tamu, di mana
gemini dan nata lagi ngobrol santai. "gem, nata, ini apa maksudnya?" winy mengacungkan jari ke papan nama itu yang baru aja dia bawa.
gemini dan nata langsung terdiam. ekspresi mereka berubah gugup.
"lo bilang mau nikah sama nata," lanjut winy dengan nada curiga. "tapi di papan itu, nama yang tertulis malah fourth nattawat kirdpan. lo bercanda, kan?"
nata menarik napas panjang, jelas terlihat ada sesuatu yang dia sembunyikan. "oke, gue bakal jelasin. tapi lo harus tenang dulu, win."
"tenang?" winy mendengus sambil melipat tangan di dada. "lo pikir ini lucu, nata? apa lo pura-pura jadi nata chetesawangdee selama ini? siapa lo sebenarnya?"
nata menarik napas dalam-dalam, lalu mulai bicara. "oke, gue bakal cerita semuanya. lima tahun lalu, keluarga gue dibantai habis-habisan. itu tragedi yang lo semua pasti pernah denger—tentang keluarga kirdpan"
winy dan satang langsung tertegun. mereka saling bertukar pandang, jelas kaget karena mereka tau cerita itu. tragedi itu pernah jadi berita besar. semua media membahasnya selama berminggu-minggu.
"jadi... lo salah satu dari keluarga kirdpan yang selamat?" tanya satang dengan nada pelan, seperti nggak percaya.
"iya"
nata menatap winy dan satang dengan ekspresi serius. "sebenernya, ada alasan kenapa gue pindah ke sini,gue yakin pelaku yang bunuh keluarga gue punya koneksi di sini."
satang mengernyit. "koneksi? maksud lo?"
nata mengangguk. "iya. waktu gue nyelidikin sendiri, gue nemu beberapa bukti kalau ternyata paman gue—yang ternyata dalang di balik pembantaian itu"
winy melongo, jelas makin kaget. "paman lo? yang bener aja, nata? lo beneran bilang kalau keluarga lo dibantai sama saudara sendiri?"
nata mengangguk dengan rahang mengeras. "dia serakah. dia mau rebut semua yang keluarga gue punya. dan gue yakin dia bakal terus ngelakuin apa pun buat ngejaga rahasianya. makanya gue harus hati-hati. gue nggak mau orang lain kena masalah gara-gara gue."
satang menarik napas panjang, jelas berat ngebayangin apa yang nata alamin. "jadi lo selama ini ngumpulin bukti buat ngelawan paman lo? gila, nata, lo punya nyali besar banget."
"ya, dan untungnya paman gua udah gua beresin, jadi kalian tenang aja"
winy, yang tadinya kaget, sekarang malah tersenyum kecil. "gue nggak nyangka lo punya cerita sekompleks ini. tapi gue seneng lo akhirnya cerita. gue pikir lo cuma si culun yang kebetulan ketemu gemini." dia melirik gemini dengan tatapan menggoda.
"dan gemini, serius, lo dapet cowok yang luar biasa. gue bangga sama lo."
nata tersenyum tipis, "bisa aja lu"
mereka hanya mengangguk ngangguk, sampai winy mengingat sesuatu dan berteriak membuat mereka disana terkejut
"TUNGGU"
"shia, apa sih? " satang kesal karena winy berteriak tepat di samping telinganya
gemini dan nata juga ikut terkejut lalu menatap winy, dan melemparkan satu barang yang entah apa itu membuat winy sedikit meringis kesakitan
"aish, apasih, gua baru inget gua liat pas beberapa hari lalu, yang gua ngikutin lu itu loh gem, inget ga? "
"iya inget, kenapa emang? "
"gua liat liat ko, lu di pangku ama si nata, itu artinya... "
"LO PIHAK BAWAH GEM? " ucap winy, tidak ada habis habisnya ia kaget, lama lama ia kena serangan jantung juga pikirnya.
"lah, iya, gua sih udah curiga ini dari awal pas di kamar mandi, dan lo nat, tiba tiba ngasih blackcard ke gua terus posisi nya pas gua masuk lu kaya nindihin si gemini"ucap satang
" hah? di kamar mandi? blackcard? apalagi itu? "
"oh iya gua lupa bilang, itu awal gua tau hubungan dua curut ini"
"ooo," ucap winy hingga akhirnya melirik ke arah gemini dan nata berniat meminta penjelasan.
gemini dan nata saling menatap lalu memberi aba aba unutk berlari dann
"kaburrrrr" ucap mereka yang tiba tiba berlari sekencang kencangnya dan membuat winy dan satang juga ikut berlari mengejar mereka
yakan apa gua bilang, konflik nya dikit...
jangan lupa vote
