Mohon vote dan komentarnya
Terima kasih semuanya dan selamat menikmati.
Baca pakai hati dan imajinasi kalian yaa..
Yuk baca👇🏻👇🏻
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
"tentang Aksa,"
...
FLASHBACK ON
Pergantian waktu Aksa menjaga Naya, setiap malam Aksa selalu menyuruh Refal dan Dewa untuk pulang saja, dan hanya ia yang menginap disana, dengan alasan bahwa Refal dan Dewa takut membisingkan pasien lain.
Suatu kebetulan barang Vina tertinggal, awalnya Vina berniat mengambil barang itu sendiri, namun kini sudah terlalu malam, ia cukup takut jika keluar pada malam hari apalagi sendirian. Ia teringat Vero, kata Vero jika ada apa-apa dia harus meminta bantuan padanya.
Dengan perlahan-lahan ia membuka room chat Vero, ia mengetik lalu menghapusnya kembali, cukup lama ia melakukan itu. Ia sempat kebingungan untuk memulai bagaimana sebelum tiba-tiba saja Vero menelponnya. Vina sangat terkejut, bagaimana Vero tahu ia membutuhkannya. Ia pun menekan tombol berwarna hijau untuk menjawab panggilan.
'ha-halo?' Vina gugup, mengapa bisa kebetulan? benaknya.
'kenapa na?' Vero berkata dengan nada lembutnya, seakan tau jika Vina membutuhkannya.
'g-gue tadi mau chat lo kak' Vina masih tergugup dan terkejut sekaligus bingung dengan segala pertanyaan yang ada di benaknya.
'Call me if you need anything,' seakan tahu apa yang Vina butuhkan, ia pun tersentak menyadarkan dirinya tentang apa tujuannya menelpon.
'notebook gue ketinggalan disana, besok gue ada kelas pagi, bisa tolong ambilin ga kak?' ia meminta dengan ragu-ragu, Vina menggigit bibir bawahnya untuk menunggu balasan dari Vero, ia pun melangkahkan kakinya untuk membuka pintu menuju keluar. Terdengar juga di telpon itu langkah kakinya dan deru mesin motor yang baru saja di nyalakan Vero.
'Jangan nunggu diluar ya Na,' Vina berhenti tepat saat gagang pintu itu dipegang olehnya, lagi-lagi ia dibuat terdiam, kak vero paranormal kah?
'engga kok, makasih ya kak,' bohongnya, dan ia melangkah mundur lalu duduk di sofa
'my pleasure,' setelah obrolan itu Vina mematikan telponnya dan terus bertanya-tanya dalam benaknya.
Di lain sisi, Vero menancapkan motornya menuju rumah sakit. Saat sampai di depan ruangan Naya, pintu itu terlihat sedikit terbuka memperlihatkan Aksa yang berada disana.
"Nay, kenapa lo berpikir sebego ini? Sampai-sampai melukai diri lo sendiri. Jangan gini Nay, pikirin rencana lo itu, pikirin temen lo, termasuk hati gua," Aksa bermonolog pada ruangan hampa hanya di temani bunyi alat monitor yang menegangkan itu, suara yang lirih dan bergema dalam ruangan cukup memecahkan keheningan.
"Gua bahkan ga ngerti, gua kenapa, Hati gua kenapa, gua ga pernah ngerasain ini sebelumnya Nay, mungkin setelah sekian lamanya," kalimat terakhirnya itu terucap seperti bisikan, ia pun menatap Naya dengan hangat dan lembut, ini bukanlah Aksa yang biasanya terlihat oleh banyak mata di luar sana, ini sisi Aksa yang lain.
"Please, bangun ya?" Ia memegang erat tangan Naya degan penuh harap, Vero melihat itu sebenarnya terkejut, ia baru kali ini melihat kerapuhan dari seorang Aksa, sang wakil ketua firerox yang dingin dan tegas di luar sana.
Tok.. tok...
"..Sa," Vero mengetuk pintu, berinisiatif untuk tidak membuat Aksa malu atau terlihat lemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Nayaren
Teen Fiction"Tunggu gua jadi manusia nyata Nay, biar lo ga ngehalu lagi," Ucap Naren "Tunggu gue mati Ren, siapa tau kita bisa bersama,"Sendu Naya Nayanika Zaqueena Pelita, dia adalah gadis indigo yang ditakdirkan bertemu dengan Narendra Cakra Rahayu, ketua dar...
