Welcome for my story.
Please your vote and comment
Thanks Everyone and Enjoyy.
Baca pakai hati dan imajinasi kalian yaa..
Let's read👇🏻👇🏻
<( ̄︶ ̄)><( ̄︶ ̄)><( ̄︶ ̄)><( ̄︶
"oma?"
...
ucap Naya kala seorang yang tengah berdiri disana adalah orang yang sangat ia kenali dan sangat ingin ia temui kembali.
"Naya.." suara lembut itu kembali terdengar lagi di telinga Naya, tak sadar bahwa buliran air mata kini terjatuh.
Yang ia lihat kini, omanya sangat indah nan cantik. Memakai pakaian putih bersih, dengan dikelilingi bunga-bunga cantik, harum yang menyerbak, dan senyuman oma yang menyempurnakan keindahannya.
'apakah ini syurga?' batinnya
"Oma!" teriaknya terisak karena diiringi kesedihan dan kerinduan yang mendalam, ia berlari sekencangnya dan memeluk omanya.
"Naya disini aja ya Oma, Bunda pergi ninggalin kita untuk jadi selingkuhan keluarga lain, dia yang membuat keluarga orang yang aku kenali itu hancur. Naya takut Oma, Naya takut semuanya membenci Naya," keluhannya pada sang Oma, pilu nya masih terasa sangat mendalam.
"Temanmu itu pasti mengerti Naya, bundamu memang salah, tetapi bagaimana pun dia bundamu, dia yang mengurusmu, mencari uang untukmu, kamu jangan menyakitinya, namun kamu harus mengadilinya," kata yang bijak dari Oma Naya itu membuat Naya terdiam.
"Naya, ini bukan tempatmu sayang, belum waktunya kamu berada disini, masih banyak yang menyayangimu, termasuk ayahmu,"
"Ayah?"
"Dia sudah menyesal dan meminta maaf sayang, sini ikut Oma,"
Naya pun mengikuti Oma, tertuju pada sebuah cahaya yang sangat terang bak cahaya matahari yang menyilaukan penglihatan, Oma menggenggam tangan Naya, Naya baru menyadari bahwa tangan Omanya berbeda dari tangan yang biasa ia rasakan, ini terasa dingin dan lembut bak ia memegang sebuah kain.
Oma pun masuk terdahulu di ikuti dengan Naya, ternyata cahaya itu memindahkan mereka ke rumah Naya. Terlihat bahwa kini ada Ayah Naya, cukup terkejut kala Naya melihat kondisi Ayahnya, tubuh yang kurus, mata yang merah dan bengkak terlihat seperti terlalu banyak menangis, ia hanya duduk di sofa dengan didepannya terdapat minuman beralkohol yang cukup banyak.
"Naya... Maafkan ayah nak, maafkan ayah," lirihnya, Kalimat itu terucap terus menerus.
Naya nampak khawatir dengan keadaan ayahnya, dia tak menyangka bahwa ayahnya akan seperti ini.
"Ayahmu sudah meminta maaf, ia sudah menyesali segalanya, jangan terus membencinya nak," Oma nya terus berucap lembut tanpa sedikit pun ada nada amarah.
Naya tersadar, kini ia menyesali perbuatannya, seharusnya ia memaafkan ayahnya, bagaimanapun kesalahan ayahnya tak seburuk itu.
"Maafkan Naya ayah..." gumamnya
Kini tetiba saja ia telah berpindah di tempat indah tadi, Naya masih terdiam sembari menitihkan air matanya, ternyata masih banyak yang sayang padanya, hanya saja ujian yang tuhan berikan itu bertujuan untuk menguatkannya agar ia terus maju dan menjadi lebih baik.
"Naya, sekarang pulang ya, teman dan ayahmu menunggumu," Oma Naya menggenggam tangannya, mencoba meyakinkan Naya.
"Tapi Naya gabisa ketemu sama Oma lagi nanti, Naya masih rindu sama Oma, Naya masih butuh Oma," ucap Naya, ia mengerti bahwa bukan waktunya ia pergi dan menyusul Omanya, namun bagaimana dirinya tanpa kehadiran sosok Oma.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Nayaren
Novela Juvenil"Tunggu gua jadi manusia nyata Nay, biar lo ga ngehalu lagi," Ucap Naren "Tunggu gue mati Ren, siapa tau kita bisa bersama,"Sendu Naya Nayanika Zaqueena Pelita, dia adalah gadis indigo yang ditakdirkan bertemu dengan Narendra Cakra Rahayu, ketua dar...
