Dahyun bangun dari tidurnya dengan keadaan langit masih berwarna biru kegelapan yang berarti jam baru menunjukan pukul 04:00 pagi.
Dia beranjak dari kasur dan menurunkan suhu ac karena istri nya itu walaupun sudah memakai selimut tetapi dingin nya bisa tembus ke dalam, jadi dahyun memilih untuk menurunkan suhu ac nya saja.
"Morning dokter" ucap nya pelan dan kemudian berakhir mengecup pipi sana
Dahyun keluar dari kamar, lalu turun ke bawah dan berjalan menuju dapur. Dia terlihat seperti ingin memasak sesuatu dan yap benar saja, beberapa alat tertera di atas konfor listrik milik nya.
Dahyun mulai terlihat sibuk membuat makanan, dan mungkin itu adalah menu sarapan dia dan juga sana "Sesekali harus aku yang masak, karena dia pasti capek mengurus anak, masa sih lelah nya harus double" ucap dahyun
"Kali ini seorang kim dahyun akan memasak makanan yang paling enak untuk Nyonya kim sana" batin nya
Dahyun pun lanjut memasak, karena pasti sebentar lagi sana pasti akan bangun.
.
Selang beberapa menit, dahyun mendengar suara pintu lift berbunyi, pertanda ada yang keluar dari dalam situ, dan benar saja sana dengan wajah bantal langsung muncul di hadapan dahyun.
"Selamat pagi ibu dokter yang cantik" puji dahyun
"Kau masak sepagi ini hanya 2 piring saja?" tanya sana
"Iya lah sayang, sama siapa lagi dirumah cuma kita berdua, 3 dengan anak kita, tapi dia kan masih butuh mpasi mana mungkin makan makanan keras begini" jawab dahyun
Sana kemudian mendekat dan mencium suaminya itu, sembari bergelantung di bahu dahyun, petanda sana ingin di manjakan.
"Kita sarapan dulu ya sayang? baru kita manja-manja lagi" ujar dahyun sambil membawa sana duduk di meja makan.
Sana terlihat senang, karena dia bangun makanan sudah ada di atas meja "Setidaknya lelah mu berkurang, aku seperti ini karena di kantor memang tidak ada sibuk-sibuk nya, jadi tidak terlalu memikirkan pekerjaan disana karena banyak yang handle" ucap dahyun
"Kalau jadwal ku padat di perusahaan, aku akan jarang memasakanmu sepagi ini sayang" sambung nya lagi
"Maka itu perunakanlah waktumu dengan istrimu sebaik mungkin" sedikit centil terdengar namun berhasil membuat dahyun tertawa.
"Yasudah makan dulu, habiskan yaa karena itu di buat dengan cinta"
"Iya gombal" jawab sana
•
Terlihat dahyun yang sudah rapih dengan kameja beserta jas nya. Sedangkan sana sibuk memakaikan dasi kepada dahyun.
"Enak ya jadi bos, bisa datang jam 10" ucap dahyun
"Berikut harus profesional ya, tidak boleh menyepelekan waktu, walaupun kau bos nya, tanpa karyawan, bos itu tidak ada arti apa-apa, oke sayang?" ujar sana lembut
Hal seperti ini membuat dahyun semakin mencintai sana, sana selalu mengajarkan banyak hal kepada dahyun, bukan hanya sekedar tinggal bersama, tetapi mengajari dahyun apa itu hidup bersama.
"Baiklah ibu dokter, terima kasih ya, kalau begitu aku pergi dulu, doakan semoga kerja ku lancar hari ini" dahyun berakhir mengecup bibir dan kening sana, kemudian dia mulai turun ke bawah untuk segera pergi ke kantornya.
Sana pun kembali melakukan aktifitas lain, karena dia juga akan kerumah sakit untuk melihat keadaan disana. Memang semenjak dahyun belikan rumah sakit itu untuk nya, sana jadi ingin bekerja ekstrak, tapi dia juga harus ingat bahwa mereka sudah mempunyai anak, jadi waktu sana di rumah sakit siang jam 11:00 sampai sore jam 15:00.
